AKRABJUARAAKRABJUARA
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialPenelitian ini menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) sebagai kerangka pertanggungjawaban berlapis (layered liability) dalam kasus kecelakaan kendaraan besar, dengan fokus pada evaluasi kesenjangan antara filosofi hukum (ratio legis) dan pertimbangan hakim (ratio decidendi) dalam Putusan Nomor 87/PID.SUS/2021/PN MRS. Hasilnya menunjukkan disparitas signifikan antara niat legislatif UU LLAJ untuk menuntut akuntabilitas multi-pihak (pidana, perdata, administratif) dan praktik penegakan hukum empiris yang cenderung memusatkan kesalahan (culpa) pada pengemudi (driver-centric), mengabaikan potensi kelalaian struktural korporasi terkait Pasal 48 UU LLAJ dan praktik ODOL akibat kesulitan pembuktian pidana korporasi. Dalam studi kasus PN Maros, Hakim menetapkan Terdakwa (pengemudi truk) bersalah atas kelalaian berat (culpa lata) karena omisi membiarkan truk mogok di jalan gelap tanpa tanda peringatan selama 9 jam, yang merupakan dominating factor penyebab kematian Korban (Pasal 310 Ayat 4). Meskipun demikian, Hakim menerapkan keadilan substantif dengan menjatuhkan pidana penjara yang lebih ringan (1 tahun 6 bulan) berdasarkan pertimbangan kemanusiaan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan urgensi reformasi investigasi teknis dan konsistensi penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi untuk menciptakan efek jera struktural dan mencapai keadilan komprehensif.
Berdasarkan analisis hukum mendalam terhadap kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar bermuatan kontainer, penelitian ini merumuskan dua kesimpulan utama dan saran konstruktif.Kesimpulan pertama berkaitan dengan inkonsistensi dalam penerapan ratio legis UU LLAJ.meskipun filsafat hukum mewajibkan pertanggungjawaban berlapis atau Chain of Responsibility yang melibatkan pengemudi, pemilik, dan perusahaan (Pasal 48 dan 310), praktik penegakan hukum cenderung memusatkan kesalahan pada pengemudi (driver-centric), mengabaikan kelalaian struktural (ODOL/kondisi teknis).Hal ini menunjukkan bahwa tujuan melindungi keselamatan publik melalui akuntabilitas struktural belum tercapai sepenuhnya.Kesimpulan kedua berkaitan dengan kelemahan perlindungan hukum bagi kendaraan besar yang menjadi korban.perlindungan masih parsial, ditandai dengan praktik kriminalisasi administratif (penahanan kendaraan sebagai barang bukti yang tidak proporsional) dan absennya mekanisme road liability (tanggung jawab negara) untuk kegagalan infrastruktur, sehingga beban risiko ditanggung secara tidak adil oleh pengemudi dan pemilik.Untuk mengatasi kesenjangan ini, disarankan agar pemerintah memperkuat pengawasan struktural terhadap perusahaan transportasi dan menerapkan konsisten prinsip Chain of Responsibility.Selain itu, diperlukan reformasi mekanisme penahanan barang bukti dengan batas waktu dan kompensasi, serta pendirian mekanisme road liability yang memungkinkan korban menuntut kompensasi dari negara jika kecelakaan dipicu oleh kelalaian infrastruktur jalan.
Untuk meningkatkan keadilan dan efektivitas penegakan hukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar, penelitian ini menyarankan beberapa langkah strategis. Pertama, perlu ada reformasi dalam investigasi teknis kecelakaan, dengan menerapkan pendekatan berbasis bukti ilmiah seperti rekonstruksi digital dan analisis kecepatan. Hal ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecelakaan secara akurat dan adil. Kedua, penting untuk memperkuat standar penyidikan, terutama dalam melindungi hak-hak pengemudi truk sebagai pihak yang seringkali menjadi sasaran kriminalisasi. Prinsip praduga tidak bersalah harus ditegakkan, dan investigasi harus melibatkan ahli independen untuk memastikan keadilan substantif. Ketiga, penelitian ini menekankan pentingnya menerapkan mekanisme road liability, di mana negara bertanggung jawab dan memberikan kompensasi jika kecelakaan disebabkan oleh kerusakan jalan, minimnya penerangan, atau kegagalan infrastruktur. Dengan demikian, beban risiko tidak hanya ditanggung oleh pengemudi dan pemilik kendaraan, tetapi juga oleh pihak yang bertanggung jawab atas kondisi jalan. Reformasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih adil dan efektif, serta mendorong peningkatan keselamatan lalu lintas secara keseluruhan.
| File size | 345.47 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
MORIPUBLISHINGMORIPUBLISHING Kualitas asphalt dipengaruhi oleh empat faktor dominan, yaitu variasi kualitas agregat lokal yang tidak selalu memenuhi standar SNI, fluktuasi parameterKualitas asphalt dipengaruhi oleh empat faktor dominan, yaitu variasi kualitas agregat lokal yang tidak selalu memenuhi standar SNI, fluktuasi parameter
UMSBUMSB Industri kimia dan proses memerlukan sistem kontrol yang cermat dalam mengelola parameter penting seperti tingkat keasaman (pH) pada larutan, terutamaIndustri kimia dan proses memerlukan sistem kontrol yang cermat dalam mengelola parameter penting seperti tingkat keasaman (pH) pada larutan, terutama
UMSBUMSB Dengan penggunaan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pembaca data sensor debu G2y1010, sensor gas MQ-135 dan sensor suhu DHT 22 yang akan memprosesDengan penggunaan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pembaca data sensor debu G2y1010, sensor gas MQ-135 dan sensor suhu DHT 22 yang akan memproses
STAIDHISTAIDHI Sosialisasi mitigasi bencana alam terhadap infrastruktur jalan di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, berhasil meningkatkan pemahamanSosialisasi mitigasi bencana alam terhadap infrastruktur jalan di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, berhasil meningkatkan pemahaman
UMSBUMSB Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 5 moda transportasi: berjalan kaki, mobilPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 5 moda transportasi: berjalan kaki, mobil
UMSBUMSB Pengujian menunjukkan presisi tinggi dalam pengukuran tegangan dan arus (tingkat kegagalan 0,43 %) serta kemampuan PLC ladder diagram untuk menyesuaikanPengujian menunjukkan presisi tinggi dalam pengukuran tegangan dan arus (tingkat kegagalan 0,43 %) serta kemampuan PLC ladder diagram untuk menyesuaikan
UMSBUMSB 74.388.708.248. Dengan adanya indikasi keterlambatan pelaksanaan dari jadwal yang sudah direncanakan maka perlu dilakukan program percepatan pelaksanaan74.388.708.248. Dengan adanya indikasi keterlambatan pelaksanaan dari jadwal yang sudah direncanakan maka perlu dilakukan program percepatan pelaksanaan
UNSULBARUNSULBAR Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tersebut, dengan fokus pada PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Makassar di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu,Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tersebut, dengan fokus pada PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Makassar di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu,
Useful /
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman PanganTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan
UMSBUMSB Analisis ini dibuat dalam 2 tahap, pertama kondisi awal pada bangunan eksisting, kedua analisis struktur eksisting dengan beban tambahan ruang kelas baru.Analisis ini dibuat dalam 2 tahap, pertama kondisi awal pada bangunan eksisting, kedua analisis struktur eksisting dengan beban tambahan ruang kelas baru.
UMSBUMSB The system was evaluated under various conditions, including both unloaded and loaded states with water. Results indicate that while the BLDC motor significantlyThe system was evaluated under various conditions, including both unloaded and loaded states with water. Results indicate that while the BLDC motor significantly
UMSBUMSB Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pembangunan jalan, mutu beton yang dihasilkan masih di bawah standarHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pembangunan jalan, mutu beton yang dihasilkan masih di bawah standar