INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM

SIGMA : Jurnal Sinergi MengabdiSIGMA : Jurnal Sinergi Mengabdi

Pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan warga binaan untuk reintegrasi sosial pasca pembebasan. Namun, masih banyak warga binaan yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai fikih dan akidah, sehingga diperlukan program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman fikih dan akidah, memperkuat kesadaran spiritual dan moral, serta membentuk pola pikir positif warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan melalui metode halaqoh dan kajian klasikal secara terjadwal. Materi yang diberikan mencakup kajian fikih ibadah (thaharah, shalat, puasa) serta kajian akidah (identitas dalam beraqidah, aqidah 50, dan nilai-nilai moral). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman warga binaan tentang fikih dan akidah, yang tercermin dari perubahan cara pandang terhadap ibadah dan kesadaran akan pentingnya akidah sebagai fondasi perilaku. Selain itu, warga binaan mulai menunjukkan kedisiplinan dalam beribadah, sikap saling menghormati, serta motivasi internal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan ini juga memberikan manfaat strategis dalam mencegah residivisme dan mempersiapkan warga binaan secara mental dan spiritual untuk kembali ke masyarakat. Dengan demikian, pembinaan keagamaan berbasis kajian fikih dan akidah tidak hanya berfungsi sebagai sarana rehabilitasi spiritual, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan di Lapas Kelas I Kesambi Cirebon.

Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman warga binaan tentang fikih dan akidah, memperkuat kesadaran spiritual dan moral, serta mempersiapkan mereka untuk reintegrasi sosial.Program ini juga menumbuhkan motivasi internal untuk berperilaku positif dan siap beradaptasi setelah kembali ke masyarakat.Hasilnya, pembinaan ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

1) Mengembangkan program pembinaan berbasis digital untuk mencakup lebih banyak warga binaan melalui modul online yang dapat diakses selama masa tahanan. 2) Membangun kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan masjid lokal untuk menyediakan dukungan spiritual dan pemanduan kontinu setelah pembebasan. 3) Menerapkan program mentorship yang memadukan mantan warga binaan dengan masyarakat setempat sebagai role model untuk membantu adaptasi sosial dan mencegah residivisme.

Read online
File size688.76 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test