CHEM UPRCHEM UPR

Jurnal Ilmiah Kanderang TingangJurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan budaya lokal menjadi bahan ajar. Pembuatan Baram dan kapur sirih dapat digunakan sebagai contoh untuk mempelajari konsep termokimia, sehingga menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis etnokimia budaya Dayak (Kalimantan Tengah) pada materi termokimia. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan pada SMA Negeri 1 Palangka Raya dengan subjek penelitian sebanyak 80 orang peserta didik kelas XI fase F. Data dikumpulkan melalui angket validitas, soal pretest dan posttest, serta angket respon guru. Bahan ajar interaktif berbasis etnokimia budaya Dayak (Kalimantan Tengah) pada materi termokimia dapat memperkaya kajian pemanfaatan budaya lokal khususnya dalam pembelajaran kimia pada materi termokimia dan menjadi alternatif bahan ajar dan variasi sumber belajar selama proses pembelajaran kimia. Persentase hasil uji coba bahan ajar, persentase kelayakan dari ahli materi 83,33% dan ahli pedagogik 96,88%, uji keterbacaan 81,7%, efektivitas dengan nilai N-gain 0,76 dan nilai sig uji Mann-Whitney 0,01, dan respon positif dari guru Kimia 88,6%. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif berbasis etnokimia budaya Dayak (Kalimantan Tengah) pada materi termokimia layak, mudah dipahami, dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Bahan ajar interaktif berbasis etnokimia budaya Dayak (Kalimantan Tengah) pada materi termokimia layak digunakan sebagai bahan ajar dengan persentase kelayakan substantif sebesar 83,33% dan kelayakan pedagogik sebesar 96,88%.Bahan ajar ini sangat efektif meningkatkan pemahaman konsep dengan nilai N-gain 0,76 dan nilai sig.Bahan ajar ini memiliki kategori baik dengan respon positif rata-rata sebesar 88,6%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan etnokimia pada materi kimia lainnya, seperti reaksi redoks atau kimia organik, dengan memanfaatkan kearifan lokal lainnya. Selain itu, pengembangan bahan ajar interaktif bisa dilengkapi dengan simulasi 3D atau video pendek untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Terakhir, studi lanjutan juga perlu mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan bahan ajar berbasis etnokimia terhadap minat dan prestasi belajar peserta didik dalam jangka waktu yang lebih lama.

Read online
File size676.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test