JRTTJRTT

Journal of Railway Transportation and TechnologyJournal of Railway Transportation and Technology

Penelitian ini melakukan analisis bibliometrik komprehensif tentang penelitian keselamatan kereta api dari tahun 2019 hingga 2024, menawarkan wawasan kritis tentang evolusi tematik, struktur intelektual, dan jalur masa depan dalam domain vital ini. Dengan menganalisis 445 artikel peer-reviewed yang diambil dari basis data akademik terkemuka, penelitian ini mengidentifikasi kluster penelitian utama yang berpusat pada penilaian risiko, faktor manusia, dan pemantauan infrastruktur yang diaktifkan oleh AI. Temuan mengungkapkan pergeseran signifikan menuju sistem keselamatan cerdas, dengan pembelajaran mendalam, pemeliharaan prediktif, dan pemodelan keandalan manusia sebagai tema dominan. China, Inggris, dan India diidentifikasi sebagai kontributor utama, dengan kolaborasi internasional yang kuat mendorong inovasi di bidang ini. Meskipun ada kemajuan yang signifikan, analisis menemukan kesenjangan yang terus berlangsung - terutama dalam ketahanan siber, integrasi kognitif dalam penilaian risiko, adaptasi infrastruktur terhadap risiko iklim, dan teknologi lokalisasi untuk sistem kereta otonom. Arah penelitian masa depan diusulkan untuk mengatasi kesenjangan ini, termasuk fusi multi-sensor untuk penentuan posisi kereta, pengambilan keputusan berbasis AI untuk operasi otonom, dan integrasi faktor manusia ke dalam evaluasi keselamatan berbasis pembelajaran mesin.

Studi ini melakukan analisis bibliometrik komprehensif tentang penelitian keselamatan kereta api dari tahun 2019 hingga 2024, menawarkan wawasan kritis tentang evolusi tematik, struktur intelektual, dan jalur masa depan dalam domain vital ini.Dengan menganalisis 445 artikel peer-reviewed yang diambil dari basis data akademik terkemuka, penelitian ini mengidentifikasi kluster penelitian utama yang berpusat pada penilaian risiko, faktor manusia, dan pemantauan infrastruktur yang diaktifkan oleh AI.Temuan mengungkapkan pergeseran signifikan menuju sistem keselamatan cerdas, dengan pembelajaran mendalam, pemeliharaan prediktif, dan pemodelan keandalan manusia sebagai tema dominan.China, Inggris, dan India diidentifikasi sebagai kontributor utama, dengan kolaborasi internasional yang kuat mendorong inovasi di bidang ini.Meskipun ada kemajuan yang signifikan, analisis menemukan kesenjangan yang terus berlangsung - terutama dalam ketahanan siber, integrasi kognitif dalam penilaian risiko, adaptasi infrastruktur terhadap risiko iklim, dan teknologi lokalisasi untuk sistem kereta otonom.Arah penelitian masa depan diusulkan untuk mengatasi kesenjangan ini, termasuk fusi multi-sensor untuk penentuan posisi kereta, pengambilan keputusan berbasis AI untuk operasi otonom, dan integrasi faktor manusia ke dalam evaluasi keselamatan berbasis pembelajaran mesin.

Berdasarkan analisis bibliometrik dan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan untuk meningkatkan keselamatan kereta api. Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan dan penerapan pemeliharaan prediktif yang lebih canggih di berbagai jaringan kereta api. Solusi ini harus dapat menyesuaikan diri dengan berbagai konteks infrastruktur dan geografis, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan perilaku operator dan probabilitas kesalahan manusia ke dalam kerangka kerja pemeliharaan prediktif untuk menciptakan sistem yang lebih komprehensif dan sensitif terhadap konteks. Kedua, dengan semakin banyaknya adopsi sistem AI dalam operasi kereta api, penting untuk mengintegrasikan sistem keamanan siber yang kuat. Perlu ada kerangka kerja standar untuk deteksi intrusi real-time, protokol pengerasan sistem, dan evaluasi ketahanan di bawah kondisi adversarial. Ketiga, penelitian harus mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengintegrasikan faktor manusia ke dalam kerangka kerja penilaian risiko. Model penilaian keandalan manusia yang multidimensional, terutama yang diperkuat oleh AI dan pembelajaran mesin, dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang perilaku manusia yang kritis untuk keselamatan. Terakhir, dengan meningkatnya frekuensi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim, penelitian harus fokus pada desain infrastruktur yang tangguh terhadap bahaya alam. Integrasi pemantauan kesehatan struktur real-time dengan kerangka kerja kesiapsiagaan bencana dan pemulihan cepat dapat memungkinkan sistem kereta api untuk beradaptasi dan pulih dengan cepat dari gangguan yang disebabkan oleh peristiwa lingkungan ekstrem.

Read online
File size1014.91 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test