UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh karakter, motivasi, dan lingkungan belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII pada pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Jabung dan SMP Negeri 1 Pakis, Kabupaten Malang. Berdasarkan teori ekologi Bronfenbrenner (1979), yang menekankan peran lingkungan belajar, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, melibatkan 231 siswa yang dipilih sebagai sampel menggunakan metode Raosoft. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes berpikir kreatif yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif (t-statistik = 4,133, koefisien = 0,242), di mana karakter positif seperti disiplin dan tanggung jawab mendukung kreativitas. Motivasi belajar juga berpengaruh signifikan (t-statistik = 5,973, koefisien = 0,368), dengan motivasi intrinsik berperan dominan dalam meningkatkan kreativitas. Selain itu, lingkungan belajar yang kondusif (t-statistik = 3,502, koefisien = 0,199) juga mendukung pengembangan kreativitas siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan karakter, motivasi, dan lingkungan belajar dalam menciptakan kondisi yang mendukung kreativitas siswa, memberikan kontribusi untuk kebijakan pendidikan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa karakter siswa, motivasi belajar, dan lingkungan belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.Karakter siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran, berperan penting dalam meningkatkan kreativitas, yang didukung oleh interaksi dengan lingkungan sekitar, termasuk keluarga, teman sebaya, dan guru.Motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, turut berperan dalam mendorong siswa untuk berpikir kreatif, dengan lingkungan yang mendukung memberikan dorongan tambahan.Lingkungan belajar, baik fisik maupun sosial, menjadi faktor penting yang memfasilitasi perkembangan ide-ide kreatif siswa, yang didukung oleh kebijakan pendidikan yang menekankan inovasi dan kreativitas.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara sekolah dengan lingkungan belajar yang berbeda, seperti sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam pengaruh lingkungan belajar terhadap kreativitas siswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung kreativitas siswa, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh atau penggunaan teknologi dalam kelas. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh karakter dan motivasi siswa pada tingkat yang lebih tinggi, seperti siswa SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah ada perbedaan dalam pengaruh karakter dan motivasi terhadap kreativitas di tingkat pendidikan yang lebih lanjut.

Read online
File size343.18 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test