ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Penciptaan tari Birama Morse Tubuhku, sebagai pilot project mencipta tari bersama anak-anak Tuna Rungu ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat kemitraan dengan objek SLB Negeri Karanganyar. Karya ini fokus kepada anak-anak berhambatan pendengaran (tuna rungu) dalam bentuk mengembangkan gerakan-gerakan dan hentakan pada kaki, tangan, dan tubuh. Gerakan dielaborasi dengan sistem pembacaan kode Sandi Morse yang menggunakan Titik (.) dan garis (-) untuk mengirim dan menerima pesan. Sistem pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran demonstrasi dengan memberikan contoh secara langsung di depan anak-anak yang ditunjang dengan system pelatihan empat langkah. Bentuk karya tari ini dapat memberi inspirasi bagi guru SLB untuk mencipta tari dan mengembangkan potensi dan kepercayaan diri anak-anak berhambatan pendengaran dalam prinsip kesetaraan seperti pembelajaran yang diterapkan oleh anak “normal lainnya. Program ini diharapkan dapat memberi solusi terhadap permasalahan di SLB Negeri Karanganyar dan secara pragmatis kepada guru kelas serta anak-anak sehingga dapat merasakan proses penciptaan karya tari dan memberi pengalaman pertunjukan di luar sekolah.

Karya tari Birama Morse Tubuhku sebagai pilot project diharapkan memberi pengetahuan, pemahaman sekaligus pengalaman bagi guru SLB Negeri Karanganyar untuk tumbuh keberanian dan bangkit dalam kepercayaan diri untuk mencipta tari.Berbagai tema dan teknik sederhana seperti yang dilakukan pada karya ini dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya karya-karya tari baru oleh para guru SLB Negeri Karanganyar.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran demonstrasi yang dipadukan dengan kode Morse terhadap peningkatan kemampuan motorik dan komunikasi non‑verbal pada siswa tuna rungu, dengan menggunakan desain eksperimental berkelompok dan pengukuran pra‑dan pasca intervensi. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang partisipasi dalam proyek tari ini terhadap kepercayaan diri, motivasi belajar, dan integrasi sosial siswa disabilitas pendengaran di lingkungan sekolah inklusif. Selanjutnya, penelitian komparatif dapat mengkaji adaptasi konsep tari berbasis kode Morse untuk anak-anak dengan jenis disabilitas lain, seperti tuna rungu‑tuli atau gangguan perkembangan motorik, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memfasilitasi transfer metodologi ke konteks pendidikan khusus yang lebih luas.

Read online
File size1.06 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test