ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana pelatihan olah tubuh memengaruhi transformasi pengalaman tubuh dan peningkatan kualitas kepenarian penari dari perspektif kualitatif. Berbeda dengan pendekatan kuantitatif, fokus penelitian ini adalah pada pemaknaan subjektif penari terhadap perubahan fisik, mental, dan artistik yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus atau fenomenologi, melibatkan sejumlah kecil penari sebagai partisipan kunci. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebelum, selama, dan setelah periode pelatihan; observasi partisipatif terhadap proses latihan; dan analisis deskriptif terhadap video penampilan. Fokus wawancara diarahkan pada pengalaman penari mengenai kontrol tubuh, kesadaran gerak, penghayatan emosi, dan kemampuan mereka dalam menginterpretasikan koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan olah tubuh memicu perubahan mendasar, yaitu terjadi internalisasi kesadaran kinestetik yang lebih tinggi. Peningkatan kontrol fisik seperti rentang gerak yang diterjemahkan penari sebagai kebebasan ekspresif yang baru, di mana energi yang sebelumnya dihabiskan untuk mengatasi keterbatasan fisik kini dialihkan sepenuhnya untuk penjiwaan dan komunikasi artistik. Secara kolektif, pelatihan ini menghasilkan peningkatan kualitas kepenarian yang diinterpretasikan sebagai kedalaman emosional, kejelasan intensi, dan kematangan artistik yang tidak dapat diukur secara numerik, melainkan melalui interpretasi tekstual dan kontekstual. Disimpulkan bahwa olah tubuh adalah katalisator utama dalam proses otentikasi dan pendalaman ekspresi penari.

Pelatihan olah tubuh terbukti menjadi prasyarat mutlak untuk meningkatkan kualitas kepenarian dengan memperkuat aspek Wiraga, yang pada gilirannya memungkinkan penari fokus pada Wirasa dan Wirama.Keterbatasan fisik seperti kekuatan inti yang lemah, kelenturan terbatas, dan daya tahan rendah dapat menghambat performa teknis dan ekspresif, sehingga program latihan yang terstruktur diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut.Dengan internalisasi kesadaran kinestetik yang tinggi, penari dapat mengalihkan energi mental dari perjuangan fisik ke penjiwaan, menghasilkan kedalaman emosional, kejelasan intensi, dan kematangan artistik yang tidak dapat diukur secara numerik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas pelatihan olah tubuh pada kelompok penari dengan ukuran sampel yang lebih besar dan beragam genre tari untuk menguji generalisasi temuan kualitatif menjadi bukti kuantitatif yang kuat; selanjutnya, studi longitudinal diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang pelatihan olah tubuh terhadap peningkatan daya tahan, kekuatan inti, dan kelenturan serta kaitannya dengan evolusi kualitas kepenarian selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi apakah manfaat yang diperoleh bersifat berkelanjutan atau memerlukan pembaruan program secara periodik; terakhir, penelitian interdisipliner dapat meneliti integrasi teknologi pelacakan gerakan (motion capture) dan biofeedback dalam program olah tubuh untuk memfasilitasi feedback real‑time pada penari, sehingga memungkinkan pengukuran objektif dari kesadaran kinestetik dan mempercepat proses internalisasi aspek Wiraga, Wirama, dan Wirasa secara simultan.

  1. Analisis kondisi fisik tim bulutangkis Universitas PGRI Semarang | Journal Power Of Sports. analisis... doi.org/10.25273/jpos.v1i2.2523Analisis kondisi fisik tim bulutangkis Universitas PGRI Semarang Journal Power Of Sports analisis doi 10 25273 jpos v1i2 2523
  2. Fenomenologi Estetika pada Bahasa Rupa Anak | Dekonstruksi. fenomenologi estetika bahasa rupa anak dekonstruksi... doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i03.254Fenomenologi Estetika pada Bahasa Rupa Anak Dekonstruksi fenomenologi estetika bahasa rupa anak dekonstruksi doi 10 54154 dekonstruksi v10i03 254
  3. INTENSITAS LATIHAN BERHUBUNGAN DENGAN KELENTURAN OTOT HAMSTRING PENARI MODEREN DI KOTA DENPASAR-STUDI... doi.org/10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p07INTENSITAS LATIHAN BERHUBUNGAN DENGAN KELENTURAN OTOT HAMSTRING PENARI MODEREN DI KOTA DENPASAR STUDI doi 10 24843 MIFI 2023 v11 i03 p07
  4. Body Exercise as a Stimulus to Increase Children's Ability in Dance Movement in SDN Dukuh 09 Pagi,... doi.org/10.21009/JPT.114Body Exercise as a Stimulus to Increase Childrens Ability in Dance Movement in SDN Dukuh 09 Pagi doi 10 21009 JPT 114
Read online
File size412.59 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test