IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH
Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu HukumDeposisi: Jurnal Publikasi Ilmu HukumPasal 1 butir 10 Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang alternatif penyelesaian sengketa, merupakan bentuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan di antaranya dengan mediasi. alternatif penyelesaian sengketa, para pihak dibantu pihak ketiga dalam penyelesaian sengketa dengan oleh mediator. Undang-Undang alternatif penyelesaian sengketa memberikan berbagai pilihan penyelesaian sengketa secara non-litigasi. Perlu digarisbawahi bahwa pilihan penyelesaian sengketa dengan alternatif penyelesaian sengketa tersebut terbatas pada sengketa di bidang perdata. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui penerapan mediasi melalui online dispute resolution dalam peraturan perundang-undangan indonesia serta untuk mengetahui hambatan dan tantangan dalam penerapan mediasi online dispute resolution dalam upaya penyelesaian sengketa secara non litigasi. Metode Penelitian yang digunakan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif sedangkan sumber datanya menggunakan data primer yaitu dengan wawancara, oberservasi, dan data sekunder yaitu dengan mempelajari ketentuan peraturan perundang-undangan, peraturan lainnya, meneliti asas, konsepsi, pandangan, doktrin serta kaidah hukum melalui buku, jurnal, makalah, dan hasil penelitian, hasil analisis data tersebut untuk menjawab isu permasalahan.
Penerapan mediasi melalui Online Dispute Resolution di Indonesia diatur dalam berbagai regulasi, termasuk UUD, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Bab XVIII, Pasal 1851‑1864), serta Peraturan Mahkamah Agung No.Pertemuan mediasi dapat dilakukan melalui media komunikasi audio‑visual jarak jauh, mencerminkan perubahan komunikasi masyarakat menuju era digital.Hal ini menunjukkan bahwa teknologi informasi memperluas akses dan efisiensi penyelesaian sengketa non‑litigasi di Indonesia.
Penelitian lanjutan dapat meneliti secara kuantitatif efektivitas penerapan mediasi melalui Online Dispute Resolution (ODR) pada transaksi bisnis‑to‑consumer (B2C) di sektor e‑commerce Indonesia, dengan mengukur tingkat kepuasan para pihak, rasio penyelesaian yang berhasil, waktu penyelesaian, serta perbandingan biaya terhadap prosedur litigasi tradisional, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan ODR dalam konteks konsumsi digital. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran serta kompetensi mediator digital dalam ODR, khususnya bagaimana program pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknik komunikasi virtual dapat meningkatkan kualitas keputusan mediasi, mempercepat proses, dan menjamin prinsip keadilan serta netralitas, dengan membandingkan hasil mediasi yang melibatkan mediator manusia versus mediator yang didukung AI. Penelitian ketiga dapat mengevaluasi interoperabilitas regulasi ODR Indonesia dengan kerangka kerja ASEAN, dengan melakukan analisis komparatif terhadap standar prosedur, perlindungan data pribadi, dan pengakuan serta eksekusi putusan lintas‑negara, serta mengidentifikasi hambatan institusional, teknis, dan budaya yang harus diatasi untuk mewujudkan integrasi regional yang efektif dalam penyelesaian sengketa online.
| File size | 820.06 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
HABIBURRAHMANHABIBURRAHMAN Pelatihan dilaksanakan secara interaktif dalam bentuk workshop dengan pendekatan pembelajaran berbasis kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif. HasilPelatihan dilaksanakan secara interaktif dalam bentuk workshop dengan pendekatan pembelajaran berbasis kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif. Hasil
MANDALANURSAMANDALANURSA Studi ini menggarisbawahi pentingnya memahami faktor-faktor motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris Lanjutan untukStudi ini menggarisbawahi pentingnya memahami faktor-faktor motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris Lanjutan untuk
UNISLAUNISLA Penguasaan keterampilan komunikasi bahasa Inggris sangat penting di dunia yang terglobalisasi saat ini, namun mahasiswa Indonesia sering mengalami kesulitanPenguasaan keterampilan komunikasi bahasa Inggris sangat penting di dunia yang terglobalisasi saat ini, namun mahasiswa Indonesia sering mengalami kesulitan
YAYASANHAIAHNUSRATULISLAMYAYASANHAIAHNUSRATULISLAM Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi kesehatan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan komunitas berbahasaTemuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi kesehatan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan komunitas berbahasa
WIDYADHARMAWIDYADHARMA Jawaban para responden dari penelitian menunjukkan bahwa dengan memiliki keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang kuat, hal itu menjadi penting untukJawaban para responden dari penelitian menunjukkan bahwa dengan memiliki keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang kuat, hal itu menjadi penting untuk
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Era globalisasi menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris secara efektif. Namun, kedua keterampilan ini seringEra globalisasi menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris secara efektif. Namun, kedua keterampilan ini sering
UNIMAUNIMA Bahasa sebagai ekspresi verbal tidak akan memberikan informasi yang lengkap mengenai kemanusiaan jika hanya diamati dari luar. Bahasa sebagai alat untukBahasa sebagai ekspresi verbal tidak akan memberikan informasi yang lengkap mengenai kemanusiaan jika hanya diamati dari luar. Bahasa sebagai alat untuk
STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA Menyusun perencanaan pembelajaran merupakan bagian dari kompetensi profesional, dimulai dari program semester, rencana perencanaan pembelajaran mingguanMenyusun perencanaan pembelajaran merupakan bagian dari kompetensi profesional, dimulai dari program semester, rencana perencanaan pembelajaran mingguan
Useful /
ESDMESDM Koefisien seragam (Cu) dalam penelitian ini berkisar antara 3,6 hingga 9,81, dan koefisien kurva (Cc) berkisar dari 0,63 hingga 1,66. Nilai Cc untuk L1S3Koefisien seragam (Cu) dalam penelitian ini berkisar antara 3,6 hingga 9,81, dan koefisien kurva (Cc) berkisar dari 0,63 hingga 1,66. Nilai Cc untuk L1S3
UNISLAUNISLA Pengujian adalah hal yang esensial dalam pendidikan karena membantu guru mengukur seberapa banyak siswa telah belajar. Guru biasanya menggunakan pertanyaanPengujian adalah hal yang esensial dalam pendidikan karena membantu guru mengukur seberapa banyak siswa telah belajar. Guru biasanya menggunakan pertanyaan
UNISLAUNISLA Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen rata-rata mendapatkan 79,00 poin sedangkan kelompok kontrol rata-rata 70,81. Temuan (Sig 2-tailed) menunjukkanHasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen rata-rata mendapatkan 79,00 poin sedangkan kelompok kontrol rata-rata 70,81. Temuan (Sig 2-tailed) menunjukkan
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Hambatan yang diidentifikasi meliputi: (i) belum adanya kurikulum pendidikan anti‑korupsi; (ii) belum tersedia petunjuk pelaksanaan dan teknis untukHambatan yang diidentifikasi meliputi: (i) belum adanya kurikulum pendidikan anti‑korupsi; (ii) belum tersedia petunjuk pelaksanaan dan teknis untuk