UNDIPUNDIP
Jurnal Riset Kesehatan MasyarakatJurnal Riset Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Imunisasi merupakan suatu proses medis di mana seseorang diberikan vaksin tertentu untuk meningkatkan respons imun tubuh terhadap penyakit tertentu karena virus dan bakteri menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia. Diperkirakan total 1,7 juta kematian, yang berkontribusi 5% pada kelompok balita Indonesia, diakibatkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Pada tahun 2021, penerimaan imunisasi dasar lengkap untuk anak balita di Jawa Tengah mencapai 99% untuk semua jenis antigen. Namun, Temanggung termasuk dalam 10 kabupaten yang belum mencapai target yang ditetapkan oleh Rencana Strategis, didukung oleh terjadinya kejadian luar biasa terkait campak, difteri, dan hepatitis. Insiden penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di suatu wilayah disebabkan oleh keberadaan kelompok masyarakat yang belum melaksanakan imunisasi dasar. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, terdapat masyarakat yang menolak pelaksanaan imunisasi dasar untuk bayi dan balita dengan faktor utama adalah kepercayaan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai hubungan antara kepercayaan dan penolakan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Tembarak. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) menggunakan data primer dan sekunder. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan status imunisasi dasar menerima lebih banyak responden yang memiliki kepercayaan yang mendukung (92,2%) dibandingkan dengan responden yang memiliki kepercayaan yang tidak mendukung (31,4%), dengan uji statistik chi-square menunjukkan nilai p < 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan dan status imunisasi dasar pada anak, sehingga diperlukan solusi seperti kolaborasi lintas sektor.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini membuktikan terdapat adanya hubungan antara kepercayaan dengan status penolakan imunisasi dasar pada bayi.Oleh karena itu, perlu adanya solusi seperti memberikan informasi yang tepat, melakukan pendekatan keluarga, melakukan advokasi kepada tokoh agama serta melakukan diskusi lintas sektor.
Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan signifikan antara kepercayaan orang tua dengan penolakan imunisasi dasar pada bayi, serta mengidentifikasi beberapa solusi awal. Untuk memperkaya pemahaman dan merancang strategi yang lebih efektif, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat kompleksitas faktor kepercayaan dan agama yang ditemukan, studi kualitatif mendalam akan sangat bermanfaat. Penelitian selanjutnya bisa menggali lebih jauh bagaimana pandangan dan nilai-nilai agama, serta narasi atau mitos lokal, secara spesifik membentuk keyakinan orang tua terhadap imunisasi. Ini dapat dilakukan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak, termasuk pemimpin agama, tokoh masyarakat, dan kelompok penolak imunisasi, untuk memahami akar permasalahan dari perspektif mereka. Pertanyaan penelitiannya bisa fokus pada: Bagaimana sistem kepercayaan keagamaan dan budaya lokal berinteraksi dalam memengaruhi keputusan orang tua untuk menolak imunisasi dasar pada anak di komunitas tertentu? Kedua, melihat solusi yang diusulkan seperti pemberian informasi yang tepat dan pendekatan keluarga, penelitian di masa depan dapat mengevaluasi efektivitas dari berbagai strategi komunikasi dan intervensi. Penting untuk mengetahui pendekatan apa yang paling berhasil dalam mengubah persepsi negatif menjadi penerimaan, terutama di kalangan kelompok yang masih ragu atau menolak. Studi ini bisa berupa uji coba intervensi untuk membandingkan dampak dari kampanye edukasi yang melibatkan tokoh agama versus kampanye yang berfokus pada pendekatan personal oleh tenaga kesehatan. Pertanyaan kunci yang bisa dijawab adalah: Strategi komunikasi dan advokasi seperti apa yang paling efektif dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar pada populasi dengan tingkat penolakan tinggi? Terakhir, karena penelitian sebelumnya menunjukkan peran pengalaman dan informasi dari orang lain, investigasi lebih lanjut tentang peran jaringan sosial dan sumber informasi spesifik akan sangat relevan. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana informasi, baik yang akurat maupun yang salah (mitos), menyebar dalam komunitas dan seberapa besar pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan orang tua. Ini bisa mencakup analisis sentimen di media sosial atau pemetaan jaringan informasi informal. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah: Bagaimana sumber informasi informal dan jaringan sosial memengaruhi pengambilan keputusan orang tua terkait imunisasi dasar di wilayah Puskesmas Tembarak? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, diharapkan dapat dikembangkan program intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
| File size | 397.05 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Analisis berdasarkan Dimensi Multikultural Pendidikan Banks menunjukkan bahwa materi ELT umumnya kurang inklusif budaya, meneguhkan narasi dominan, danAnalisis berdasarkan Dimensi Multikultural Pendidikan Banks menunjukkan bahwa materi ELT umumnya kurang inklusif budaya, meneguhkan narasi dominan, dan
BKUBKU Analisis data menggunakan dependent t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakterisktik responden remaja sebagiaan besar berusia 15 tahun (46,9%),Analisis data menggunakan dependent t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakterisktik responden remaja sebagiaan besar berusia 15 tahun (46,9%),
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metodologi fenomenologi dan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancaraPenelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metodologi fenomenologi dan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara
ICJAMBIICJAMBI Penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi yang menargetkan penguatan keterampilan tata bahasa dan pengembangan kepercayaan diri dalam membaca secaraPenelitian ini menyoroti pentingnya intervensi yang menargetkan penguatan keterampilan tata bahasa dan pengembangan kepercayaan diri dalam membaca secara
UMPARUMPAR Kabupaten Gowa, sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak UMKM di sektor tersebut, menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendapatan usaha. SalahKabupaten Gowa, sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak UMKM di sektor tersebut, menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendapatan usaha. Salah
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Hal ini terlihat dari adanya penurunan jumlah balita stunting, di mana pada tahun 2023 terdapat 23 balita yang mengalami stunting, sedangkan saat ini padaHal ini terlihat dari adanya penurunan jumlah balita stunting, di mana pada tahun 2023 terdapat 23 balita yang mengalami stunting, sedangkan saat ini pada
STAISAMSTAISAM MI Al Fithrah Surabaya menunjukkan dedikasi dalam menerapkan nilai‑nilai moderasi beragama melalui pembelajaran berbasis pengalaman, dialog kolaboratif,MI Al Fithrah Surabaya menunjukkan dedikasi dalam menerapkan nilai‑nilai moderasi beragama melalui pembelajaran berbasis pengalaman, dialog kolaboratif,
UNIPAUNIPA namun dalam analisis parsial, pendidikan formal dan frekuensi sosialisasi mempengaruhi secara nyata, sedangkan usia tidak. Selain itu, penerapan fungsinamun dalam analisis parsial, pendidikan formal dan frekuensi sosialisasi mempengaruhi secara nyata, sedangkan usia tidak. Selain itu, penerapan fungsi
Useful /
LPKIALPKIA Penelitian ini menemukan bahwa PT KML belum menyusun kartu kontrol piutang dan hutang serta belum membentuk cadangan piutang tak tertagih. Hasil konfirmasiPenelitian ini menemukan bahwa PT KML belum menyusun kartu kontrol piutang dan hutang serta belum membentuk cadangan piutang tak tertagih. Hasil konfirmasi
SAINSSAINS Perbandingan ini menunjukkan perlunya penguatan mekanisme pengawasan, peningkatan literasi hukum dan keuangan masyarakat, serta harmonisasi regulasi antarnegaraPerbandingan ini menunjukkan perlunya penguatan mekanisme pengawasan, peningkatan literasi hukum dan keuangan masyarakat, serta harmonisasi regulasi antarnegara
SAINSSAINS Perubahan tersebut menimbulkan persoalan yuridis, terutama terkait dengan kepastian hukum hubungan kerja dan perlindungan hak pekerja. Dalam konteks ini,Perubahan tersebut menimbulkan persoalan yuridis, terutama terkait dengan kepastian hukum hubungan kerja dan perlindungan hak pekerja. Dalam konteks ini,
UNDIPUNDIP Salah satu risiko utama di tempat kerja adalah gangguan muskuloskeletal (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor karakteristik individuSalah satu risiko utama di tempat kerja adalah gangguan muskuloskeletal (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor karakteristik individu