ICIICI

Journal Of Nursing Science ResearchJournal Of Nursing Science Research

Evaluasi praktik klinis merupakan bagian penting dari praktik klinis pada mahasiswa keperawatan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang dikembangkan selama praktik klinis (Oermann & Gaberson, 2019). Evaluasi yang dilakukan dengan baik juga akan berdampak positif pada hasil belajar yang diharapkan, dan kemampuan mahasiswa akan diukur secara akurat (Ali et al., 2023; Amasha et al., 2020; Hakim et al., 2022). Selain itu, evaluasi juga merupakan kunci untuk mengetahui seberapa sukses program pendidikan praktik klinis (Blanchard et al., 2021; Dorairaju et al., 2022). Hasil evaluasi praktik klinis dapat digunakan sebagai masukan bagi supervisor untuk memberikan stimulus dan meningkatkan motivasi mahasiswa keperawatan sehingga mereka lebih antusias dalam mencapai nilai terbaik, menyelesaikan tugas dengan baik, dan meraih prestasi yang baik (Díaz-Alonso et al., 2022; Mallek & El-Azeem El-Hosany, 2020). Meskipun banyak penelitian telah dilakukan mengenai evaluasi praktik klinis, komponen-komponen yang secara konsisten memengaruhi kualitas evaluasi tersebut belum teridentifikasi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan menganalisis komponen-komponen yang memengaruhi kualitas evaluasi praktik klinis pada mahasiswa keperawatan.

Kualitas evaluasi praktik klinis pada mahasiswa keperawatan harus memiliki komponen yang terstandarisasi, efektif, efisien, dan berkelanjutan sehingga kompetensi klinis mahasiswa keperawatan dapat dicapai secara optimal.Berdasarkan hasil tinjauan literatur, ditemukan bahwa banyak variasi yang dapat digunakan sebagai komponen pengukuran, tetapi beberapa di antaranya memiliki makna yang sama, sehingga diringkas menjadi sembilan komponen utama yang dapat digunakan sebagai standar untuk mengukur kualitas evaluasi praktik klinis keperawatan.Dengan komponen ini, diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun standar kualitas evaluasi praktik keperawatan.

Berdasarkan tinjauan literatur ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi lebih dalam pengalaman mahasiswa keperawatan dan supervisor klinis dalam proses evaluasi praktik klinis, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi kualitas evaluasi. Kedua, pengembangan instrumen evaluasi praktik klinis yang komprehensif dan terstandarisasi, dengan mempertimbangkan komponen-komponen yang telah diidentifikasi dalam tinjauan literatur, akan sangat bermanfaat untuk memastikan objektivitas dan reliabilitas evaluasi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji efektivitas implementasi komponen-komponen evaluasi praktik klinis terhadap peningkatan kompetensi klinis mahasiswa keperawatan dalam jangka panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan dan mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

  1. ASSESSMENT OF KNOWLEDGE AND COMPLIANCE OF CRITICAL CARE NURSES REGARDING VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA... doi.org/10.31674/mjmr.2021.v05i02.001ASSESSMENT OF KNOWLEDGE AND COMPLIANCE OF CRITICAL CARE NURSES REGARDING VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA doi 10 31674 mjmr 2021 v05i02 001
  1. #gangguan jiwa#gangguan jiwa
  2. #gagal ginjal#gagal ginjal
Read online
File size367.1 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2sr
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test