ICIICI

Journal Of Nursing Science ResearchJournal Of Nursing Science Research

Latar belakang: Komunikasi yang efektif sangat penting dalam manajemen keselamatan pasien karena dapat meminimalkan dan mencegah tindakan yang berpotensi berdampak negatif pada perawatan keperawatan. Komunikasi yang efektif melibatkan strategi untuk memastikan penyampaian pesan yang jelas dan akurat, meningkatkan keselamatan pasien, serta mengurangi risiko kerja bagi perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Hal ini dapat dimulai dengan mematuhi Prosedur Operasional Standar untuk komunikasi yang efektif dan memanfaatkan teknologi virtual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan komunikasi efektif dalam konteks keselamatan pasien pada setting perawatan keperawatan. Metode: Pencarian artikel melibatkan lima basis data (PubMed, ProQuest, ScienceDirect, DOAJ, dan Garuda). Kriteria inklusi mencakup artikel jurnal yang relevan dengan komunikasi, perawat, dan layanan keperawatan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Kriteria eksklusi meliputi jurnal yang tidak terbuka, artikel dengan metode penelitian yang tidak jelas, hanya tersedia dalam bentuk abstrak, serta tinjauan sistematis dan scoping review. Hasil: Dari proses uji kelayakan, delapan artikel jurnal teridentifikasi yang menunjukkan penerapan komunikasi efektif dalam konteks keselamatan pasien, termasuk program pelatihan komunikasi, integrasi tim interprofesional, dan manajemen komunikasi yang berfokus pada keselamatan pasien. Komunikasi efektif dapat tercapai ketika perawat mampu memilih metode komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik layanan keperawatan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa standar komunikasi yang terstruktur secara signifikan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan keperawatan.Implementasi program pelatihan dan teknologi komunikasi virtual terbukti memperbaiki kompetensi komunikasi perawat.Oleh karena itu, penerapan praktik komunikasi yang efektif harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan institusional untuk meningkatkan hasil klinis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas alat komunikasi berbasis kecerdasan buatan dalam meningkatkan akurasi pertukaran informasi klinis di lingkungan keperawatan Indonesia. Selain itu, studi longitudinal dengan desain campuran dapat menilai dampak pelatihan simulasi realitas virtual terhadap kompetensi komunikasi interprofesional dan keselamatan pasien selama periode waktu yang lebih panjang. Selanjutnya, diperlukan penelitian yang mengembangkan dan menguji model komunikasi terapeutik yang disesuaikan secara budaya untuk pasien dengan keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, dengan fokus pada pengurangan kecemasan praoperatif dan peningkatan kepatuhan terhadap prosedur klinis.

  1. Implementation of Nurse Therapeutic Communication in the Inpatient Room | Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan.... doi.org/10.61099/junedik.v1i2.15Implementation of Nurse Therapeutic Communication in the Inpatient Room Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan doi 10 61099 junedik v1i2 15
  2. Vol. 1 No. 2: 2023 | Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan. vol jurnal edukasi ilmiah kesehatan quick jump... jurnal.edi.or.id/index.php/Junedik/issue/view/5Vol 1 No 2 2023 Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan vol jurnal edukasi ilmiah kesehatan quick jump jurnal edi index php Junedik issue view 5
  3. IMPLEMENTATION OF INTERPROFESSIONAL COLLABORATIVE PRACTICE IN TYPE B TEACHING GENERAL HOSPITALS: A MIXED... doi.org/10.22146/jpki.60093IMPLEMENTATION OF INTERPROFESSIONAL COLLABORATIVE PRACTICE IN TYPE B TEACHING GENERAL HOSPITALS A MIXED doi 10 22146 jpki 60093
  1. #gangguan jiwa#gangguan jiwa
  2. #gagal ginjal#gagal ginjal
Read online
File size375.34 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2ss
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test