UNIPAUNIPA

JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mamalia berkantung pada kawasan rencana pengembangan kopermas perkebunan Kami Nassey di Kabupaten Teluk Wondama dan Teluk Bintuni. Pengumpulan data di lapangan dilakukan selama 7 hari dengan luasan kawasan mencapai 8.000 ha meliputi Kampung Werianggi, Kampung Werabur dan Kampung Idor. Adapun status kawasan berupa areal penggunaan lain (APL) dalam bentuk hutan primer kering, hutan sekunder kering, dan semak belukar yang mana termasuk tipe ekosistem hutan dataran rendah, dan sebagian merupakan daerah bukit kapur, dan ekosistem rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki tingkat keragaman jenis hewan mamalia berkantung yang tinggi, baik dari famili maupun jenisnya. Dari hasil survei, ditemukan 14 spesies dan 12 diantaranya merupakan jenis endemik Papua (New Guinea) dan 5 jenis masuk dalam jenis yang dilindungi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta 5 spesies lainnya termasuk dalam kategori daftar merah IUCN serta 2 spesies termasuk ke dalam daftar CITES Appendix II.

Penelitian ini mengidentifikasi keberagaman tinggi mamalia berkantung di kawasan rencana perkebunan pala, dengan 14 spesies yang ditemukan.Sejumlah 12 spesies merupakan endemik Papua, menunjukkan pentingnya kawasan ini sebagai habitat bagi keanekaragaman hayati unik.Temuan ini menggarisbawahi perlunya upaya konservasi, mengingat adanya spesies yang dilindungi oleh pemerintah dan terancam punah menurut IUCN dan CITES.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai interaksi antara mamalia berkantung dengan lingkungan perkebunan pala, khususnya dampak perubahan habitat terhadap perilaku dan populasi mereka. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode pengamatan perilaku dan analisis genetik untuk memahami tingkat adaptasi spesies terhadap lingkungan baru. Selain itu, penting untuk mengkaji efektivitas strategi konservasi yang ada dan mengembangkan pendekatan baru yang melibatkan partisipasi masyarakat lokal dalam upaya perlindungan satwa liar. Terakhir, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi koridor ekologi yang menghubungkan kawasan hutan dengan perkebunan, guna memastikan kelangsungan hidup populasi mamalia berkantung dan menjaga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang berkelanjutan dalam pengelolaan lahan dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Papua.

  1. #cagar alam#cagar alam
  2. #ekosistem hutan#ekosistem hutan
Read online
File size496.28 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2sP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test