UNIPAUNIPA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman sagu oleh sub-etnis Ayamaru di Distrik Ayamaru Selatan. Guna mendapatkan informasi, metode survei digunakan untuk melihat bentuk pengolahan dan pemanfaatan tanaman sagu dan untuk mengetahui pola pengelolaan berbasis budaya maka digunakan teknik diskusi semi struktural dengan panduan quisioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tanaman sagu sangat penting dalam budaya masyarakat sehingga informasi terkait pengelolaan dan pemanfaat tanaman sagu diturunkan dalam struktur komunitas masyarakat. Terdapat dua jenis kultivar sagu yang dimanfaatkan yakni sagu Akek dan sagu Koror yang sama-sama merupakan jenis sagu berduri namun secara morfologi memiliki perbedaan pada diameter batang, tinggi, ukuran daun, warna empulur dan produktifitasnya. Usia ideal tanaman sagu yang siap dipanen di atas 7 tahun dan rata-rata produksi aci yang dihasilkan antara 10 hingga 15 kg.
Sagu memegang peranan penting bagi kehidupan sosial budaya masyarakat Suku Papua termasuk masyarakat Maybrat Sub-etnis Ayamaru di Kampung Sembaro.Pada kampung ini pohon sagu dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat lokal.Selain melestarikan pohon sagu masyarakat juga melakukan kegiatan budidaya berbasis pengetahuan lokal yang diperoleh berdasarkan pengalaman visual mereka secara turun temurun.Secara umum pengetahuan local di Papua menjadi kunci penting pemanfaat hasil hutan dan diperoleh secara turun temurun (Marwa et al.Di Kampung Sembaro terdapat dua kultivar sagu yang di kelola oleh masyarakat yaitu sagu Akek dan sagu Koror.Kedua kultivar ini tergolong dalam tipe sagu berduri yang dibedakan berdasarkan diameter batang, tinggi, empulur dan ukuran daun, warna empulur serta yang terdapat perbedaan yang berarti dalam pemanfaatannya.Budidaya sagu di Kampung Sembaro dilakukan dengan menggunakan bahan vegetatif berupa tunas.Pemilihan bahan vegetatif berupa tunas lebih baik karena dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan pembibitan dengan cara generatif melalui biji tidak dilakukan karena kebanyakan biji terserang hama dan penyakit serta sulit untuk tumbuh.Bibit yang diambil berasal dari tunas yang tumbuh pada bagian pangkal batang (tunas gantung/menempel).Hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat Sentani di Kampung Nendali Distrik Sentani Kabupaten Jayapura (Suebu 2005) dan masyarakat Inanwatan di Kabupaten Sorong, walaupun ada juga yang masih mengecambahkan biji sagu (Salosa 1997).
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara dua kultivar sagu yang ada di Kampung Sembaro, yaitu sagu Akek dan sagu Koror. Penelitian ini dapat fokus pada perbedaan karakteristik morfologis, produktivitas, dan kualitas aci yang dihasilkan dari kedua kultivar tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang pengetahuan lokal masyarakat Ayamaru dalam budidaya dan pemanfaatan sagu, termasuk teknik-teknik tradisional yang mereka gunakan. Penelitian ini dapat membantu dalam melestarikan pengetahuan lokal dan meningkatkan pemanfaatan sagu secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada aspek sosial dan ekonomi budidaya sagu di Kampung Sembaro. Studi ini dapat menyelidiki dampak budidaya sagu terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat, termasuk kontribusinya terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih baik untuk mendukung budidaya sagu secara berkelanjutan dan menguntungkan masyarakat setempat.
| File size | 1.84 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, analisis dokumentasi lapangan, dan tinjauan literatur ekofeminisme serta spiritualitasDengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, analisis dokumentasi lapangan, dan tinjauan literatur ekofeminisme serta spiritualitas
IAIN MADURAIAIN MADURA Salah satu adat yang dipegang teguh oleh masyarakat Lombok adalah kawin lari. Dalam adat Sasak pernikahan dengan cara kawin lari ini lebih populer disebutSalah satu adat yang dipegang teguh oleh masyarakat Lombok adalah kawin lari. Dalam adat Sasak pernikahan dengan cara kawin lari ini lebih populer disebut
JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN Trip penangkapan berlangsung 13–24 hari dengan jumlah tangkapan 960–1430 ekor dan panjang ikan berkisar 20,2–57,8 cm. Analisis menunjukkan pola pertumbuhanTrip penangkapan berlangsung 13–24 hari dengan jumlah tangkapan 960–1430 ekor dan panjang ikan berkisar 20,2–57,8 cm. Analisis menunjukkan pola pertumbuhan
IPTSIPTS Penelitian ini membahas tentang, (1) Pelaksanaan pembagaian warisan, (2) Pandangan masyarakat adat tentang kedudukan anak perempuan dalam harta warisan,Penelitian ini membahas tentang, (1) Pelaksanaan pembagaian warisan, (2) Pandangan masyarakat adat tentang kedudukan anak perempuan dalam harta warisan,
UMPRUMPR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi dan manfaat edukasi nilai-nilai ekonomi syariah melalui konten digital, khususnya video animasiPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi dan manfaat edukasi nilai-nilai ekonomi syariah melalui konten digital, khususnya video animasi
UMCUMC Penelitian ini mengkaji peran doa sebagai pengikat ritual masyarakat Ngrawan dalam tradisi Rajaban yang terdapat di Prasasti Ngrawan. Studi ini mengeksplorasiPenelitian ini mengkaji peran doa sebagai pengikat ritual masyarakat Ngrawan dalam tradisi Rajaban yang terdapat di Prasasti Ngrawan. Studi ini mengeksplorasi
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Artikel ini bertujuan untuk memaparkan aspek-aspek transmisi kelentangan meliputi konten, pelaku, dan mekanisme transmisi. Pelaku utama dari transmisiArtikel ini bertujuan untuk memaparkan aspek-aspek transmisi kelentangan meliputi konten, pelaku, dan mekanisme transmisi. Pelaku utama dari transmisi
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa proses interaksi dan cara kepemilikan atau apropriasi terhadap musik gamat oleh orang-orang MinangkabauBerdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa proses interaksi dan cara kepemilikan atau apropriasi terhadap musik gamat oleh orang-orang Minangkabau
Useful /
UncenUncen Tiga isolat unggul (UC3-11, UC6-22, UC20-43) menunjukkan toksisitas di atas 80% terhadap larva nyamuk Anopheles. Perlu dilakukan uji serologi untuk menentukanTiga isolat unggul (UC3-11, UC6-22, UC20-43) menunjukkan toksisitas di atas 80% terhadap larva nyamuk Anopheles. Perlu dilakukan uji serologi untuk menentukan
UMPRUMPR Sektor pertanian setiap daerah memiliki kemampuan kawasan yang berbeda. Kabupaten Pulang Pisau yang berlahan gambut dan memiliki iklim dengan bulan basahSektor pertanian setiap daerah memiliki kemampuan kawasan yang berbeda. Kabupaten Pulang Pisau yang berlahan gambut dan memiliki iklim dengan bulan basah
UMMUMM Tujuan utama adalah merancang tata letak berkelanjutan untuk industri produksi kemasan plastik, menggunakan metode TOPSIS untuk memilih Activity RelationTujuan utama adalah merancang tata letak berkelanjutan untuk industri produksi kemasan plastik, menggunakan metode TOPSIS untuk memilih Activity Relation
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran kesenian rapai dan langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerahPenelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran kesenian rapai dan langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerah