UNDIPUNDIP
Jurnal Riset Kesehatan MasyarakatJurnal Riset Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang pada tahun 2022 menempati peringkat ketujuh tertinggi di Jawa Tengah dengan Angka Insiden (AI) sebesar 42,41 per 100.000 penduduk. Kabupaten dengan jumlah kasus tertinggi adalah Banyumanik (712 kasus), sementara Kelurahan Pudakpayung mengalami peningkatan lebih dari tiga kali lipat kasus DBD pada tahun yang sama. Salah satu program wajib pencegahan DBD adalah Pemeriksaan Jentik Rutin (PJR) yang dilaksanakan oleh tenaga pengendali nyamuk (Jumantik). Karena pelaksanaan PJR yang belum konsisten dan optimal di Pudakpayung, penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan lama bertugas Jumantik dengan pelaksanaan PJR. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross‑sectional, melibatkan 115 sampel Jumantik yang dipilih secara random sederhana dengan kriteria satu Jumantik per unit lingkungan (RT).
Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Jumantik di Kelurahan Pudakpayung telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pelaksanaan Pemeriksaan Jentik Rutin (PJR), meskipun masih terdapat beberapa yang belum memahami program tersebut secara optimal.Diperlukan upaya penyebarluasan informasi terkait DBD dan pelaksanaan PJR melalui poster, penyuluhan, atau pelatihan yang mudah diakses dan merata di wilayah Kelurahan Pudakpayung.Peningkatan akses informasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Jumantik serta masyarakat luas.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pelatihan khusus yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan Jumantik terhadap PJR, sehingga dapat menilai perubahan perilaku setelah intervensi edukatif. Selain itu, perlu dilakukan studi yang mengevaluasi penggunaan aplikasi mobile berbasis platform Tunggal Dara untuk mempermudah pelaporan real‑time hasil pemeriksaan jentik dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi tersebut di antara Jumantik. Selanjutnya, penelitian komparatif lintas kecamatan dapat meneliti pengaruh variabel sosioekonomi, seperti pendapatan rumah tangga dan akses layanan kesehatan, terhadap keberhasilan program PJR, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terfokus dan berkelanjutan.
| File size | 356.65 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
ITBITB Pengelompokan sekat kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan metode CLARA berdasarkan indikator infrastruktur menghasilkan 99 kabupaten/kota yang termasuk dalamPengelompokan sekat kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan metode CLARA berdasarkan indikator infrastruktur menghasilkan 99 kabupaten/kota yang termasuk dalam
UNIBAUNIBA Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan kewirausahaan dan digital marketing merupakan strategi yang relevan dan efektif dalam upayaSecara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan kewirausahaan dan digital marketing merupakan strategi yang relevan dan efektif dalam upaya
PSEBPSEB Dengan adanya pemberdayaan budidaya ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Pamulang dan memanfaatkan ketika panen tanaman jambuDengan adanya pemberdayaan budidaya ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Pamulang dan memanfaatkan ketika panen tanaman jambu
ITSCIENCEITSCIENCE Upaya memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga sangat bergantung pada penghasilan dan kemampuan mengelola uang yang diperoleh dari berbagai aktivitas ekonomi.Upaya memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga sangat bergantung pada penghasilan dan kemampuan mengelola uang yang diperoleh dari berbagai aktivitas ekonomi.
UNIBAUNIBA Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung menggunakan perangkat berbasis AI, sehingga peserta dapatMetode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung menggunakan perangkat berbasis AI, sehingga peserta dapat
PSEBPSEB Hal ini sebagai upaya mengelola keuangan siswa dan meminimalisir pemborosan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di pondok pesantren RH La Tahzan kelurahanHal ini sebagai upaya mengelola keuangan siswa dan meminimalisir pemborosan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di pondok pesantren RH La Tahzan kelurahan
PSEBPSEB Kegiatan ini dihadiri oleh 41 orang masyarakat dan melibatkan 2 mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah. Hasil pelaksanaan kegiatanKegiatan ini dihadiri oleh 41 orang masyarakat dan melibatkan 2 mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah. Hasil pelaksanaan kegiatan
PSEBPSEB Hal ini dapat menjadi kendala bagi UMKM dalam menghitung harga dasar dan menentukan harga jual. Umumnya pelaku UMKM hanya mengikuti harga pasar tanpa mengetahuiHal ini dapat menjadi kendala bagi UMKM dalam menghitung harga dasar dan menentukan harga jual. Umumnya pelaku UMKM hanya mengikuti harga pasar tanpa mengetahui
Useful /
UNDIPUNDIP Infeksi oleh Plasmodium vivax ditemukan pada 133 orang (52,6%), Plasmodium falciparum pada 111 orang (43,9%), Plasmodium ovale pada 7 orang (2,8%), danInfeksi oleh Plasmodium vivax ditemukan pada 133 orang (52,6%), Plasmodium falciparum pada 111 orang (43,9%), Plasmodium ovale pada 7 orang (2,8%), dan
UNDIPUNDIP Metode: Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang kemudian dilengkapiMetode: Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang kemudian dilengkapi
UNDIPUNDIP 025), jenis kelamin (0. 001), masa kerja (0,001), dan beban kerja fisik (0. 003) dengan kejadian musculoskeletal disorders. Simpulan: Dari hasil penelitian,025), jenis kelamin (0. 001), masa kerja (0,001), dan beban kerja fisik (0. 003) dengan kejadian musculoskeletal disorders. Simpulan: Dari hasil penelitian,
UNDIPUNDIP Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024.