UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Penelitian ini mengkaji ekokritik sastra dalam novel Menanam adalah Melawan karya Widodo melalui perspektif teori Lawrance Buell. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis empat aspek ekokritik sastra perspektif Lawrance Buell dalam novel Menanam adalah Melawan. Metode yang digunakan adalah deskriptif naratif dengan pendekatan kualitatif ekokritik sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan pengorganisasian, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat aspek ekokritik sastra perspektif Lawrance Buell terpenuhi. Historikal elemen nonmanusia tercermin bahwa adanya fenomena pengrusakan elemen tanah Kulon Progo dan fenomena pengrusakan lingkungan seperti pembakaran rumah dan pos ronda di kampung pesisir. Legitimasi kepentingan elemen nonmanusia terhadap manusia tercermin bahwa tanaman memberikan keberhasilan dengan lebatnya hasil panen masyarakat Kulon Progo dan pasir memberikan keterikatan antara komunitas dan lingkungan. Pertanggungjawaban manusia terhadap alam tercermin bahwa masyarakat Kulon Progo melakukan berbagai upaya seperti pertanggungjawaban fisik, intelektual, dan spiritual. Dinamisasi alam tercermin bahwa terjadinya dinamisasi negatif, yakni alih lahan pantai pesisir menjadi area penambangan pasir besi dan dinamisasi positif, yakni alih fungsi lahan tanah yang gontai dan tandus menjadi lahan pertanian yang subur.

Penelitian ini menunjukkan bahwa empat aspek ekokritik sastra perspektif Lawrance Buell terpenuhi dalam novel Menanam adalah Melawan.Fenomena pengrusakan lingkungan seperti pembakaran rumah dan pos ronda di kampung pesisir serta dinamisasi alam melalui alih lahan pantai pesisir menjadi area penambangan pasir besi tercatat sebagai bentuk eksploitasi lingkungan.Masyarakat Kulon Progo menunjukkan tanggung jawab terhadap alam melalui upaya fisik, intelektual, dan spiritual, seperti perlawanan terhadap penguasa, pengembangan pertanian berkelanjutan, dan ritual syukur hasil panen.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak ekologis penambangan pasir besi terhadap ekosistem pesisir secara lebih mendalam, dengan fokus pada peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain itu, studi tentang perbandingan metode pertanian tradisional dan modern di wilayah pesisir dapat menjadi arah penelitian baru untuk memahami efektivitas pendekatan berkelanjutan. Terakhir, analisis kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan sumber daya alam di kawasan pesisir dapat dikembangkan untuk mengevaluasi keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Read online
File size281.78 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test