UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Permasalahan mengenai lingkungan menjadi perhatian dunia. Integrasi kearifan lokal berbasis ekologi dalam pendidikan perlu dilakukan untuk meningkatkan ekoliterasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan modul ajar upacara sedekah bumi untuk meningkatkan ekoliterasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa peserta didik membutuhkan modul ajar berbasis kearifan lokal ekologi pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik sudah memiliki kesadaran akan pentingnya meningkatkan ekoliterasi dalam pembelajaran. Sebagian besar peserta didik memiliki ketertarikan dan keingintahuan untuk mempelajari modul ajar Bahasa Indonesia yang berisi materi upacara sedekah bumi di Banyumas. Kebutuhan ini juga semakin penting karena keterbatasan modul ajar yang tersedia, kurangnya pemahaman peserta didik terhadap kearifan lokal di daerahnya, dan minimnya sumber belajar kearifan lokal.

Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa peserta didik membutuhkan modul ajar berbasis kearifan lokal ekologi pada pembelajaran Bahasa Indonesia.Peserta didik sudah memiliki kesadaran akan pentingnya meningkatkan ekoliterasi dalam pembelajaran.Sebagian besar peserta didik memiliki ketertarikan dan keingintahuan untuk mempelajari modul ajar Bahasa Indonesia yang berisi materi upacara sedekah bumi di Banyumas.Kebutuhan ini juga semakin penting karena keterbatasan modul ajar yang tersedia, kurangnya pemahaman peserta didik terhadap kearifan lokal, dan minimnya sumber belajar terkait kearifan lokal daerah.

Pertama, penelitian lanjutan dapat mengembangkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal di daerah lain di Indonesia untuk memperkaya kurikulum pendidikan Bahasa Indonesia. Kedua, perlu dikaji penggunaan teknologi interaktif, seperti media digital atau aplikasi, untuk membuat modul pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami peserta didik. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pelatihan guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dan ekoliterasi ke dalam pembelajaran sehari-hari agar materi tersebut dapat diterapkan secara konsisten di sekolah. Dengan tiga arah penelitian ini, diharapkan pendidikan Bahasa Indonesia mampu lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan melestarikan kearifan lokal melalui pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya setempat.

Read online
File size278.32 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test