POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY

Gema Lingkungan KesehatanGema Lingkungan Kesehatan

Ekspose timbal (Pb) melalui air minum dan makanan laut tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di area perkotaan tropis. Studi ini bertujuan mengidentifikasi sumber utama ekspose Pb di masyarakat Kota Pontianak melalui analisis air hujan, air isi ulang, ikan lele, udang, kerang, dan makanan berbasis ikan. Analisis menggunakan metode AAS menunjukkan kadar Pb rata-rata dalam air hujan mencapai 0,093 mg/L (0,040–0,160 mg/L) dengan 100% sampel melebihi ambang batas WHO (0,01 mg/L), sementara dalam air isi ulang rata-rata adalah 0,012 mg/L (0,009–0,020 mg/L) dengan 39,1% sampel melebihi standar. Dalam makanan, kerang memiliki kandungan Pb tertinggi sebesar 0,42 mg/kg (0,20–0,68 mg/kg) dengan 42,9% sampel melebihi standar Codex (0,3 mg/kg). Estimasi konsumsi harian menunjukkan bahwa konsumsi air hujan berkontribusi 0,186 mg/hari, jauh lebih tinggi dibandingkan air isi ulang (0,024 mg/hari). Kombinasi air hujan dan kerang menghasilkan total konsumsi Pb 0,228 mg/hari (81,6% dari air, 18,4% dari makanan), sedangkan kombinasi air isi ulang dan kerang hanya 0,066 mg/hari. Nilai EWI tertinggi mencapai 26,6 µg/kg bw/minggu, mendekati ambang batas internasional. Hasil studi memperkuat urgensi mitigasi melalui peningkatan kualitas pengumpulan air hujan, pemantauan depot air isi ulang, dan pengendalian konsumsi makanan laut tertentu.

Ekspose Pb utamanya berasal dari air hujan yang dikumpulkan, sementara kerang dan udang merupakan sumber tambahan signifikan.Kualitas air hujan jauh lebih berisiko dibandingkan air isi ulang, meskipun beberapa sampel air isi ulang juga tidak memenuhi standar internasional.Konsumsi makanan laut, terutama kerang dan udang, memberikan kontribusi signifikan terhadap paparan Pb.Rekomendasi untuk meningkatkan kualitas sistem pengumpulan air hujan, pengawasan depot air isi ulang, dan pengendalian konsumsi makanan laut diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat.

1. Penelitian lanjutan perlu mengkaji hubungan antara kadar Pb dalam air hujan dengan kadar Pb dalam darah anak-anak di kota-kota tropis. 2. Studi tentang dampak material atap berbeda pada kontaminasi Pb dalam air hujan dapat memberikan solusi teknis untuk mitigasi. 3. Penelitian perlu menginvestigasi variasi musiman dalam paparan Pb melalui makanan laut untuk memahami pola konsumsi dan musim panen yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

  1. Human Health Risk Assessment Based on Lead (Pb) Exposure from Drinking Water and Aquatic Food in Pontianak,... gelinkes.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/gelinkes/article/view/550Human Health Risk Assessment Based on Lead Pb Exposure from Drinking Water and Aquatic Food in Pontianak gelinkes poltekkesdepkes sby ac index php gelinkes article view 550
  2. Lead Levels in Tap Water at Licensed North Carolina Child Care Facilities, 2020–2021 | AJPH... ajph.aphapublications.org/doi/full/10.2105/AJPH.2022.307003Lead Levels in Tap Water at Licensed North Carolina Child Care Facilities 2020yAAAe2021 AJPH ajph aphapublications doi full 10 2105 AJPH 2022 307003
  3. Rainwater as a Source of Drinking Water: Health Impacts and Rainwater Treatment - Khayan - 2019 - Journal... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/2019/1760950Rainwater as a Source of Drinking Water Health Impacts and Rainwater Treatment Khayan 2019 Journal onlinelibrary wiley doi 10 1155 2019 1760950
  4.  . 0 mdpi.com/2073-4433/14/1/19A 0 mdpi 2073 4433 14 1 19
Read online
File size295.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test