POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY
Gema Lingkungan KesehatanGema Lingkungan KesehatanAir adalah sumber daya yang paling banyak dikonsumsi secara global dan vital bagi kelangsungan hidup manusia. Sumber daya air tawar mendukung produksi pangan, kebutuhan rumah tangga, dan sektor industri; namun, aktivitas antropogenik, perubahan penggunaan lahan, dan variabilitas iklim terus mengancam keberlanjutan sumber daya air di seluruh dunia. Sebagai salah satu ekosistem akuatik darat, danau memainkan peran strategis dari segi ekologi, sosial, dan ekonomi. Di Indonesia, danau di kawasan Wallacea termasuk Kompleks Danau Malili di Sulawesi Selatan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan kondisi limnologi yang unik. Kompleks Danau Malili, yang terdiri dari Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti, adalah sistem danau kuno yang memiliki nilai konservasi internasional. Aktivitas antropogenik di sekitar kompleks danau ini telah menyebabkan penurunan kualitas air, yang berdampak pada kesuburan air (Suryono & Lukman, 2018). Sebagai bagian dari sistem ini, Danau Mahalona menghadapi tekanan lingkungan dari aktivitas dalam wilayah tangkapannya, termasuk perubahan penggunaan lahan, permukiman, dan potensi aktivitas pertambangan di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Parameter kualitas air seperti Potensi Hidrogen (pH), Total Suspended Solids (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Ammonia (NH₃) menjadi indikator kunci untuk menilai status kesehatan dan tingkat pencemaran badan air, dengan tingkat COD di Kompleks Danau Malili menunjukkan tren peningkatan seiring waktu, yang menekankan kebutuhan akan pemantauan berkelanjutan (Suryono & Lukman, 2018). Pemantauan kualitas air konvensional mengandalkan pengambilan sampel in-situ dan analisis laboratorium, yang meskipun akurat, melibatkan biaya yang signifikan dan cakupan spasial dan temporal yang terbatas (Jaywant & Arif, 2024). Pendekatan berbasis titik ini sering kali gagal mendeteksi peristiwa lokal seperti awan polutan atau mekar ganggang, dan frekuensi pengambilan sampel yang rendah dapat melewatkan perubahan jangka pendek yang dipicu oleh limpasan atau badai (Jaywant & Arif, 2024). Kemajuan dalam penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) membuka peluang baru untuk pemantauan yang lebih efisien. Google Earth Engine (GEE) berfungsi sebagai platform komputasi awan yang memungkinkan analisis spasial-temporal yang cepat dan skalabel, menyediakan akses ke data skala petabyte, komputasi sisi server, dan penyimpanan awan terintegrasi melalui skrip berbasis JavaScript (Jahangeer et al., 2025). GEE telah diadopsi secara luas dalam pemantauan, penilaian, dan pengelolaan sumber daya air (Hasan et al., 2024), termasuk untuk parameter optik aktif seperti klorofil-a, keruh, dan TSS menggunakan data multispektral dari satelit Landsat dan Sentinel-2 (ARSET, 2023; Men, 2025). Penerapan metode ini telah berhasil ditunjukkan di berbagai wilayah di seluruh dunia, mulai dari pemetaan klorofil-a jangka panjang di Danau Balaton, Hungaria (Li et al., 2025), hingga analisis dinamika hidrologi selama 40 tahun di Danau Ilgın, Turki (Atiz & Durduran, 2025). Namun, penerapan metode ini pada danau di Indonesia, khususnya Danau Mahalona di Sulawesi Selatan, masih sangat terbatas.
Studi ini menunjukkan bahwa Google Earth Engine terintegrasi dengan citra satelit Sentinel-2 dapat mendukung secara efektif pemantauan spasial dan temporal kualitas air di Danau Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, selama periode pengamatan Januari-November 2025.Pendekatan pemetaan spasial berhasil memvisualisasikan distribusi lima parameter kualitas air kunci, yaitu pH, total suspended solids (TSS), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), dan tekanan amonia atmosfer, yang mengungkapkan pola spasial yang berbeda di seluruh danau.Distribusi pH menunjukkan kondisi air netral secara umum, sementara estimasi TSS menunjukkan pola yang rendah dan relatif seragam, yang menunjukkan tingkat keruh yang menguntungkan yang terus mendukung penetrasi cahaya yang memadai untuk kehidupan akuatik.Sebaliknya, BOD menunjukkan variasi spasial yang jelas, dengan zona tertentu di danau yang menunjukkan beban polusi organik yang tinggi, sedangkan COD secara keseluruhan tetap rendah secara spasial, yang menunjukkan bahwa tekanan polusi kimia masih terkendali.Tekanan amonia ditemukan seragam secara spasial di seluruh danau, konsisten dengan karakter oligotrofik Danau Mahalona, meskipun temuan ini juga harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan batasan resolusi spasial yang melekat pada dataset GEOS-CF.Analisis temporal lebih lanjut mengungkapkan bahwa dinamika kualitas air di Danau Mahalona dibentuk oleh interaksi antara variasi musiman dan aktivitas antropogenik.pH tetap konsisten dalam standar normal sepanjang periode pengamatan, sementara TSS menunjukkan tren kenaikan progresif yang mungkin terkait dengan erosi dan limpasan permukaan yang meningkat di wilayah tangkapan air sekitarnya.Baik BOD maupun COD menunjukkan pola fluktuasi dengan peningkatan yang signifikan selama bulan-bulan terakhir pengamatan, yang menunjukkan input yang lebih tinggi dari polutan organik dan kimia yang kemungkinan berasal dari limbah domestik atau aktivitas pertanian di area sekitar.Tekanan amonia, dibandingkan, tetap stabil sepanjang jendela pengamatan yang lebih singkat yang tersedia untuk parameter ini, yang menunjukkan tidak ada tekanan polusi organik tambahan yang signifikan selama periode tersebut.Ketika dievaluasi terhadap standar kualitas air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, sebagian besar parameter di Danau Mahalona, yaitu pH, TSS, COD, dan amonia, ditemukan tetap dalam batas yang dapat diterima untuk Kelas.
Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan metode validasi lapangan untuk parameter kualitas air yang diestimasi dari data satelit, terutama untuk BOD dan COD, yang merupakan parameter tidak aktif secara optik dan memerlukan korelasi empiris dengan surrogate yang dapat diukur secara spektral. Validasi lapangan akan memastikan akurasi estimasi dan memungkinkan kalibrasi ulang persamaan fungsional yang digunakan.. . 2. Mengkaji lebih lanjut dinamika spasial-temporal TSS di Danau Mahalona, terutama untuk mengidentifikasi sumber-sumber sedimentasi yang mungkin dipengaruhi oleh erosi atau aktivitas antropogenik di wilayah tangkapan air. Pemetaan spasial TSS yang lebih detail dapat membantu dalam formulasi kebijakan pengelolaan wilayah tangkapan air dan upaya konservasi danau.. . 3. Menganalisis lebih lanjut hubungan antara fluktuasi BOD dan COD dengan aktivitas antropogenik di wilayah tangkapan air, seperti limbah domestik atau aktivitas pertanian. Studi ini dapat melibatkan analisis penggunaan lahan, data hidrologi, atau inventaris sumber polusi untuk mendukung interpretasi yang lebih kuat tentang sumber polutan organik dan kimia. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika kualitas air di Danau Mahalona dan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif untuk konservasi dan pengelolaan berkelanjutan danau tersebut.
- Remote Sensing Techniques for Water Quality Monitoring: A Review. remote sensing techniques water quality... mdpi.com/1424-8220/24/24/8041Remote Sensing Techniques for Water Quality Monitoring A Review remote sensing techniques water quality mdpi 1424 8220 24 24 8041
- Spatiotemporal Water Quality Assessment of Lake Mahalona via Google Earth Engine | Gema Lingkungan Kesehatan.... doi.org/10.36568/gelinkes.v24i3.519Spatiotemporal Water Quality Assessment of Lake Mahalona via Google Earth Engine Gema Lingkungan Kesehatan doi 10 36568 gelinkes v24i3 519
- DAMPAK PARIWISATA TERHADAP KUALITAS AIR DANAU BERATAN BERDASARKAN PARAMETER BOD DAN COD | JURNAL MANAJEMEN... doi.org/10.59193/jmn.v2i1.111DAMPAK PARIWISATA TERHADAP KUALITAS AIR DANAU BERATAN BERDASARKAN PARAMETER BOD DAN COD JURNAL MANAJEMEN doi 10 59193 jmn v2i1 111
| File size | 933.63 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Kekurangan utama meliputi ketahanan struktural yang tidak memadai, kontinuitas layanan esensial yang rentan, dan implementasi kebijakan yang tidak konsisten.Kekurangan utama meliputi ketahanan struktural yang tidak memadai, kontinuitas layanan esensial yang rentan, dan implementasi kebijakan yang tidak konsisten.
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Metode pengumpulan data meliputi wawancara dengan pemangku kepentingan untuk menentukan bobot variabel, serta data sekunder, namun keterbatasan informasiMetode pengumpulan data meliputi wawancara dengan pemangku kepentingan untuk menentukan bobot variabel, serta data sekunder, namun keterbatasan informasi
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Distribusi kasus DHF di Kota Bandung tahun 2023 bersifat terkumpul, dengan pola sebaran yang seragam antar kecamatan. Korelasi spasial positif antar kecamatanDistribusi kasus DHF di Kota Bandung tahun 2023 bersifat terkumpul, dengan pola sebaran yang seragam antar kecamatan. Korelasi spasial positif antar kecamatan
UNJUNJ Sebagian besar kawasan pesisirnya juga merupakan destinasi wisata bahari unggulan, seperti Pulau Pahawang, Pulau Kelagian, dan Pantai Mutun. PenelitianSebagian besar kawasan pesisirnya juga merupakan destinasi wisata bahari unggulan, seperti Pulau Pahawang, Pulau Kelagian, dan Pantai Mutun. Penelitian
UNSULTRAUNSULTRA Peta yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan yang lebih terarah dalam upaya mitigasi bencana di masa mendatang.melalui kegiatan pemetaan ini, telahPeta yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan yang lebih terarah dalam upaya mitigasi bencana di masa mendatang.melalui kegiatan pemetaan ini, telah
STPNSTPN Penelitian ini juga menekankan perlu digunakannya potensi ekonomi kelautan di wilayah-wilayah tersebut, khususnya di bidang industri, pariwisata, perdagangan,Penelitian ini juga menekankan perlu digunakannya potensi ekonomi kelautan di wilayah-wilayah tersebut, khususnya di bidang industri, pariwisata, perdagangan,
INSTITUTSUNANDOEINSTITUTSUNANDOE Prediksi untuk tahun 2027 dan 2031 menunjukkan kondisi yang sama, di mana tutupan lahan terbangun terus meningkat dengan cepat. Peningkatan ini sejalanPrediksi untuk tahun 2027 dan 2031 menunjukkan kondisi yang sama, di mana tutupan lahan terbangun terus meningkat dengan cepat. Peningkatan ini sejalan
LENTERADUALENTERADUA Pengangguran masih menjadi masalah yang sangat krusial yang dihadapi oleh negara Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran IndonesiaPengangguran masih menjadi masalah yang sangat krusial yang dihadapi oleh negara Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran Indonesia
Useful /
SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY Kesimpulan: Bilirubin serum adalah penanda awal yang sensitif untuk menyingkirkan kasus ganas, sedangkan MRCP adalah alat konfirmasi yang sangat spesifik;Kesimpulan: Bilirubin serum adalah penanda awal yang sensitif untuk menyingkirkan kasus ganas, sedangkan MRCP adalah alat konfirmasi yang sangat spesifik;
STIEPASIMSTIEPASIM Kontribusi komunikasi dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen mencapai 56,2%, sementara 43,8% dipengaruhi oleh variabel lain. Regresi linear bergandaKontribusi komunikasi dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen mencapai 56,2%, sementara 43,8% dipengaruhi oleh variabel lain. Regresi linear berganda
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Data were collected through the process of observation and interviews. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction,Data were collected through the process of observation and interviews. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction,
UBTUBT Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana penelitiTeknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana peneliti