UBTUBT
Jurnal Bimbingan dan Konseling BorneoJurnal Bimbingan dan Konseling BorneoDi usia remaja, peserta didik berada pada masa pencarian identitas diri. Mereka sedang mencari-cari gambaran tentang siapa dirinya, atau penilaian tentang dirinya. Penilaian terhadap diri sendiri merupakan prediksi untuk mempersiapkan diri sendiri. Berbagai penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan, bahwa pandangan individu terhadap dirinya sendiri sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Pandangan dan sikap individu terhadap dirinya inilah yang dikenal dengan konsep diri. Penelitian ini difokuskan kepada Penerapan Bimbingan Kelompok untuk mengembangkan Konsep Diri Siswa dalam rangka menjawab pertanyaan tentangbagaimana siswa pada kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Ambonmampu menerapkan bimbingan kelompok yang diberikan oleh Guru, guna mengembangkan konsep diri siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana peneliti benar-benar ikut serta (terlibat) dalam penerapan bimbingan kelompok untuk mengembangkan konsep diri siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa.a) Penerapan bimbingan kelompok dapat mengembangkan konsep diri pada siswa kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Ambon.b) Bimbingan kelompok dapat direkomendasikan sebagai salah satu solusi dalam membantu mengembangkan konsep diri sisiwa.
Peneliti dapat mengembangkan studi lebih lanjut dengan membandingkan efektivitas bimbingan kelompok terhadap metode bimbingan individu dalam mengembangkan konsep diri siswa. Pemetaan faktor eksternal (seperti lingkungan keluarga atau media sosial) yang memengaruhi pembentukan konsep diri remaja juga perlu dipelajari untuk menyusun strategi bimbingan yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian lanjutan bisa fokus pada adaptasi model bimbingan kelompok untuk kelompok usia yang berbeda, termasuk pra-remaja dan dewasa muda, untuk menguji keefektifan metode ini secara lebih luas.
| File size | 53.74 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-1gs |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
IAINSORONGIAINSORONG Usaha pendidikan informal di masjid berkembang menjadi sistem madrasah untuk mengembangkan ilmu agama, sementara ilmu non-agama melalui perpustakaan, observatorium,Usaha pendidikan informal di masjid berkembang menjadi sistem madrasah untuk mengembangkan ilmu agama, sementara ilmu non-agama melalui perpustakaan, observatorium,
UBTUBT Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalahMetode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah
UBTUBT teknologi Kata Kunci: Teknologi informasi, bimbingan dan konseling. Kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi diperoleh persentase sebanyakteknologi Kata Kunci: Teknologi informasi, bimbingan dan konseling. Kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi diperoleh persentase sebanyak
UBTUBT Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,002 < 0,05, artinya teknik self instruction efektifAnalisis data menggunakan Uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,002 < 0,05, artinya teknik self instruction efektif
UBTUBT Tingkat kevalidan data yang dikumpulkan merujuk pada indikator variable kondisi hubungan, cinta remaja, persiapan pernikahan, pager ayu, ladhen wedhangTingkat kevalidan data yang dikumpulkan merujuk pada indikator variable kondisi hubungan, cinta remaja, persiapan pernikahan, pager ayu, ladhen wedhang
UBTUBT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan konseling terhadap pecandu narkoba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan konseling terhadap pecandu narkoba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
IAINSORONGIAINSORONG Gerakan ini dinamakan Safawi yang diambil dari nama pendirinya. Asal usul berdirinya Kerajaan Mughal di India, melalui proses yang demikian panjang. LatarGerakan ini dinamakan Safawi yang diambil dari nama pendirinya. Asal usul berdirinya Kerajaan Mughal di India, melalui proses yang demikian panjang. Latar
STTAASTTAA Amanat Agung Belum Selesai Matius 28 18 20 Lukas 24 46 47. AMANAT AGUNG BELUM SELESAI Matius 28:18-20; Lukas 24:46-47. Diperlukan kolaborasi gereja,Amanat Agung Belum Selesai Matius 28 18 20 Lukas 24 46 47. AMANAT AGUNG BELUM SELESAI Matius 28:18-20; Lukas 24:46-47. Diperlukan kolaborasi gereja,
Useful /
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Populasi penelitian adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel 63 perusahaan, periode 2016‑2020. HasilPopulasi penelitian adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel 63 perusahaan, periode 2016‑2020. Hasil
IAINSORONGIAINSORONG Artikel ini mengkaji keberadaan Khalifah Fatimiyah yang berkaitan dengan sejarah dan asal usul nasab mereka. Para ahli memiliki perbedaan pendapat mengenaiArtikel ini mengkaji keberadaan Khalifah Fatimiyah yang berkaitan dengan sejarah dan asal usul nasab mereka. Para ahli memiliki perbedaan pendapat mengenai
STTAASTTAA Penulis menolak reduksi Alkitab menjadi pengalaman subjektif atau teks budaya, serta menekankan bahwa bahasa manusia tetap memadai untuk menyampaikan kebenaranPenulis menolak reduksi Alkitab menjadi pengalaman subjektif atau teks budaya, serta menekankan bahwa bahasa manusia tetap memadai untuk menyampaikan kebenaran
STTAASTTAA Usaha untuk mengubah paham-paham esensial tersebut hanya akan menyebabkan kekacauan definisi. Kontekstualisasi harus membawa paham-paham dasar Injili tersebut.Usaha untuk mengubah paham-paham esensial tersebut hanya akan menyebabkan kekacauan definisi. Kontekstualisasi harus membawa paham-paham dasar Injili tersebut.