UEUUEU
NUTRIRE DIAITANUTRIRE DIAITATingkat kecukupan zat gizi individu maupun kelompok masyarakat dapat diperoleh melalui survei konsumsi pangan. Dengan meningkatkan hari pengukuran, perkiraan kuantitatif terhadap kebiasaan asupan makanan akan semakin mendekati asupan makanan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi energi dan zat-zat gizi menurut metode recall dan record berdasarkan interval waktu konsumsi makanan di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang. Jenis Penelitian ini adalah cross sectional. Responden berjumlah 109 remaja putri. Analisa data menggunakan uji t-independen dan uji anova untuk menilai perbandingan dua metode konsumsi lama hari. Rata-rata konsumsi energi dan makanan menurut rata-rata karbohidrat 1 hari dan 7 hari recall menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan selisih 143.71 kkal (p <0.05) dan 22.28 g (p <0.05). Tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi protein, lemak, Fe, Vitamin C, Vitamin A, dan asam folat. Rata-rata konsumsi 3 hari dan 7 hari hampir sama. Metode record menunjukkan adanya perbedaan rata-rata konsumsi Vitamin C pada 1 hari dengan 7 hari dan 3 hari dengan 7 hari, selisih -5.27 mg (p <0.05) dan -4.91 mg (p <0.05). Sedangkan, rata-rata konsumsi energi, protein, lemak, Fe, Vitamin A, dan asam folat tidak ada perbedaan yang signifikan. Perbandingan antara metode recall dan record juga menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi energi dan zat gizi makro. Pola penyelenggaraan makanan homogen sebaiknya dilakukan minimal recall 3 hari dan record 7 hari.
Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata konsumsi energi, protein, lemak, besi, vitamin A, dan asam folat antara metode recall dan record, kecuali pada vitamin C yang berbeda antara hari 1, 3, dan 7.Oleh karena itu, untuk memperoleh gambaran yang representatif, metode recall sebaiknya dilakukan selama tiga hari, sementara metode record memerlukan periode tujuh hari.Secara keseluruhan, kombinasi kedua metode dapat menggambarkan pola konsumsi zat gizi pada remaja putri di pesantren dengan lebih akurat.
Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah penggunaan aplikasi mobile untuk pencatatan makanan dapat meningkatkan akurasi dan mengurangi beban responden dibandingkan dengan metode record tradisional pada remaja putri di pesantren. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang melibatkan pemantauan asupan gizi selama satu tahun untuk mengevaluasi variasi musiman dan dampaknya terhadap status gizi, khususnya kadar hemoglobin dan zat besi. Selain itu, sebuah penelitian dapat membandingkan hasil pengukuran diet melalui recall‑record dengan biomarker biologis seperti serum vitamin C dan ferritin untuk memvalidasi keandalan metode diet tersebut. Penelitian keempat dapat memperluas populasi dengan melibatkan remaja laki‑laki serta siswa di sekolah umum, guna menilai apakah temuan yang sama berlaku pada kelompok demografis yang lebih luas. Akhirnya, pendekatan campuran antara wawancara terstruktur, foto makanan, dan analisis komposisi makanan dapat dikembangkan untuk mengurangi bias laporan dan meningkatkan kualitas data diet.
| File size | 239.81 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Masalah utama terletak pada pencatatan laporan keluar-masuk barang, stok akhir, dan isu-isu persediaan lainnya. Hal ini berdampak pada lambatnya prosesMasalah utama terletak pada pencatatan laporan keluar-masuk barang, stok akhir, dan isu-isu persediaan lainnya. Hal ini berdampak pada lambatnya proses
BSIBSI Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi E-SCM dapat meningkatkan akurasi inventaris dan efisiensi pengendalian pasokan dalam distribusi bahan bangunan.Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi E-SCM dapat meningkatkan akurasi inventaris dan efisiensi pengendalian pasokan dalam distribusi bahan bangunan.
BSIBSI Penerapan sistem ini terbukti mampu memangkas durasi pemesanan, mengurai kepadatan di area kasir, serta menekan risiko kesalahan input manusia, yang berkontribusiPenerapan sistem ini terbukti mampu memangkas durasi pemesanan, mengurai kepadatan di area kasir, serta menekan risiko kesalahan input manusia, yang berkontribusi
ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER Pengembangan berkelanjutan inovasi berbasis transformasi digital diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mempertahankan daya saing di tengahPengembangan berkelanjutan inovasi berbasis transformasi digital diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mempertahankan daya saing di tengah
BSIBSI 0 menuntut perusahaan untuk mengotomatisasi proses bisnis guna mencapai operasi yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi. Salah satu bentuk transformasi0 menuntut perusahaan untuk mengotomatisasi proses bisnis guna mencapai operasi yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi. Salah satu bentuk transformasi
BSIBSI Hasil uji juga menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi administrasi dan mendapatkan respon positif dari pengguna terhadap antarmuka yangHasil uji juga menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi administrasi dan mendapatkan respon positif dari pengguna terhadap antarmuka yang
BSIBSI Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perjalanan dinas serta transparansi biaya dan kegiatan. Sistem informasi perjalananHasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perjalanan dinas serta transparansi biaya dan kegiatan. Sistem informasi perjalanan
UNIDAUNIDA Penelitian ini meneliti permasalahan rantai pasok di UD Mahaputra pada bulan Desember hingga Maret 2022 yaitu penurunan volume produksi disebabkan karenaPenelitian ini meneliti permasalahan rantai pasok di UD Mahaputra pada bulan Desember hingga Maret 2022 yaitu penurunan volume produksi disebabkan karena
Useful /
UEUUEU Jenis penelitian ini bersifat asosiatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua pasien yang obesitas di bagian medical check up SiloamJenis penelitian ini bersifat asosiatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua pasien yang obesitas di bagian medical check up Siloam
UINSIUINSI Konvensi Wina 1951 dan Protokol Pengungsi 1967 membentuk kerangka hukum global untuk perlindungan pengungsi. Namun, Indonesia belum secara resmi mengesahkanKonvensi Wina 1951 dan Protokol Pengungsi 1967 membentuk kerangka hukum global untuk perlindungan pengungsi. Namun, Indonesia belum secara resmi mengesahkan
BSIBSI Pengujian menggunakan metode blackbox menghasilkan akurasi 100%, menunjukkan sistem berfungsi sesuai harapan. Implementasi sistem diharapkan mempercepatPengujian menggunakan metode blackbox menghasilkan akurasi 100%, menunjukkan sistem berfungsi sesuai harapan. Implementasi sistem diharapkan mempercepat
UINSIUINSI Kedua, metodologi fatwa Malaysia yang merujuk pada pandangan akhir Mazhab Shafie dimaksudkan untuk mencapai keseragaman dan kesatuan di antara komunitasKedua, metodologi fatwa Malaysia yang merujuk pada pandangan akhir Mazhab Shafie dimaksudkan untuk mencapai keseragaman dan kesatuan di antara komunitas