ITSITS

IPTEK The Journal of EngineeringIPTEK The Journal of Engineering

Konstruksi baja modular adalah teknologi inovatif yang menggunakan modul volumetrik prefabricasi, yang sepenuhnya diproduksi di pabrik dan dirakit di lokasi melalui sambungan antar modul untuk membangun bangunan fungsional sepenuhnya. Penggunaan konstruksi modular dapat mengurangi waktu konstruksi hingga 50% dan menghemat biaya hingga 20%. Namun, penerapan sistem ini pada bangunan bertingkat tinggi terbatas karena kinerja strukturalnya sangat dipengaruhi oleh mekanisme sambungan antar modul. Teknologi ini menggunakan model pegas translasi untuk mentransfer beban antara modul melalui sambungan antar modul. Pendekatan ini menggunakan komponen batang baja berulir, pelat sambungan, kunci geser, pelat geser, dan pelat pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas tarik maksimum sambungan. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari distribusi tegangan akibat gaya tarik dan mode kegagalan pada sambungan modular vertikal. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) untuk melakukan analisis numerik dengan menerapkan beban monoton. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapasitas tarik maksimum sambungan adalah 307,48 kN, yang didistribusikan di antara dua batang dengan kapasitas masing-masing 153,74 kN pada pergeseran 23,2 mm. Batang mengalami deformasi elastis hingga Fy = 900 MPa, diikuti oleh fase plastis hingga hampir Fu = 1.100 MPa, menyebabkan strain permanen dan necking. Kegagalan tarik terjadi akibat kondisi plastisitas dan necking.

Berdasarkan hasil simulasi menggunakan metode elemen hingga (FEM) pada model sambungan modular semi-rigid, diperoleh hasil sebagai berikut.Kapasitas tarik maksimum sambungan adalah 307,48 kN, yang dibagi antara dua kolom modul, sehingga kapasitas tarik per batang mencapai 153,74 kN pada pergeseran 23,2 mm.Perilaku tegangan-strain menunjukkan bahwa batang beroperasi secara elastis hingga Fy = 900 MPa, kemudian secara plastis hingga mendekati Fu = 1.100 MPa, yang menyebabkan strain permanen dan necking pada pergeseran maksimum (35 mm).Hubungan kurva beban-pergeseran dalam uji tarik pada model FEM sesuai dengan perilaku tarik material baja, dari zona elastis, melalui zona plastis, hingga kondisi strain patah.Mode kegagalan sambungan terjadi akibat material mencapai plastisitas penuh pada batang, karena tegangan mendekati nilai Fu material, yang menyebabkan necking akibat gaya tarik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang perilaku sambungan modular di bawah beban lateral dan analisis kegagalan struktural. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan model sambungan modular yang lebih realistis dan akurat untuk menganalisis perilaku global bangunan modular baja bertingkat tinggi. Penelitian ini juga dapat dieksplorasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan pengaruh berbagai parameter, seperti ukuran modul, konfigurasi sambungan, dan material yang digunakan, pada kinerja struktural bangunan modular. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang perilaku sambungan modular dan kontribusinya terhadap kinerja bangunan modular secara keseluruhan.

Read online
File size741.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test