UMBUMB

SINERGISINERGI

Kekuatan lekat antara batang baja tulangan dan mekanikal bolted coupler (MBT) sangat penting bagi integritas struktural bangunan beton bertulang. Namun, berbagai metode uji tarik lepas menghasilkan hasil yang tidak konsisten dalam menilai kekuatan lekat ini. Penelitian ini mengkaji pengaruh diameter batang tulangan (12mm, 16mm, dan 20mm) serta tiga konfigurasi uji tarik lepas berbeda (M1, M2, dan M3) terhadap kekuatan lekat coupler MBT. Metode M2, yang menggunakan pembebanan tarik langsung dan zona penjepitan pendek, secara konsisten menghasilkan nilai kekuatan lekat tertinggi pada semua diameter batang. Kesederhanaan, keandalan, serta kesesuaiannya dengan prosedur standar menjadikan metode ini pilihan utama untuk menentukan kapasitas lekat maksimum MBT. Meskipun metode M1 dan M3 memberikan wawasan terhadap perilaku coupler di bawah kondisi pembebanan kompleks, keduanya menunjukkan nilai kekuatan lekat yang lebih rendah dibandingkan M2. Metode uji tarik lepas M2 direkomendasikan sebagai metode utama untuk mengevaluasi kekuatan lekat MBT dalam aplikasi praktis, dengan pengujian M3 sebagai pelengkap potensial untuk memahami perilaku coupler secara lebih komprehensif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode M2, yang ditandai dengan pembebanan tarik langsung dan zona penjepitan standar, secara konsisten menghasilkan nilai kekuatan lekat tertinggi pada berbagai diameter batang.Kesederhanaan, keandalan, serta kesesuaiannya dengan prosedur standar menjadikan metode ini pilihan paling tepat untuk menentukan kapasitas maksimum kekuatan lekat MBT.Meskipun metode M1 dan M3 memberikan wawasan tentang perilaku coupler di bawah pembebanan eksentrik dan variasi posisi zona penjepitan, nilai kekuatan lekatnya lebih rendah dibandingkan M2, sehingga metode M2 direkomendasikan sebagai metode utama dalam evaluasi kekuatan lekat MBT secara praktis.

Pertama, perlu diteliti bagaimana kondisi lingkungan ekstrem seperti suhu tinggi atau kelembapan tinggi memengaruhi kinerja MBT dalam uji tarik lepas, terutama terhadap kekuatan lekat dan mekanisme kegagalan, agar dapat dievaluasi ketahanannya dalam kondisi nyata di lapangan. Kedua, penting untuk mengembangkan studi komparatif tentang berbagai jenis coupler mekanikal lainnya menggunakan metode pengujian M2 guna menentukan apakah metode ini juga optimal bagi tipe coupler selain MBT, sehingga dapat menjadi standar pengujian yang lebih luas. Ketiga, perlu dilakukan penelitian dengan variasi geometri ulir dan material baut pada MBT untuk melihat pengaruhnya terhadap distribusi tegangan dan kegagalan baut, terutama pada diameter batang besar yang rentan terhadap selip, sehingga desain coupler dapat dioptimalkan untuk meningkatkan keandalan koneksi pada struktur tahan gempa.

Read online
File size1.05 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test