UMBUMB
SINERGISINERGIPengurangan energi terikat (EE) dalam bahan bangunan adalah aspek kritis dalam konstruksi bangunan berkelanjutan. Energi terikat mengacu pada total energi yang dikonsumsi dalam ekstraksi, pengolahan, transportasi, dan manufaktur bahan bangunan sebelum mencapai lokasi konstruksi. Dalam bangunan konvensional, konsumsi energi total didominasi oleh energi operasional (OE), yang mencakup energi yang digunakan untuk pemanasan, pendinginan, penerangan, dan ventilasi selama siklus hidup bangunan. Namun, dalam bangunan hemat energi, proporsi EE terhadap permintaan energi total menjadi lebih signifikan, kadang-kadang menyamai atau melampaui OE. Pergeseran ini menunjukkan pentingnya semakin besar dalam meminimalkan EE dalam desain bangunan berkelanjutan. Studi ini melakukan tinjauan sistematis menggunakan kerangka kerja PRISMA, mengekstrak data relevan dari basis data Scopus untuk mengkategorikan metode pengurangan EE dalam sistem cradle-to-gate. Metode ini diklasifikasikan menjadi tiga fase: fase material, fase metode konstruksi, dan fase desain. Fase metode konstruksi mencakup dua pendekatan: substitusi komponen bangunan dan substitusi proses atau metode. Akhirnya, fase desain berfokus pada intervensi pada tingkat desain bangunan. Meskipun klasifikasi ini, temuan menunjukkan bahwa tidak ada fase tunggal atau pendekatan yang menunjukkan dampak yang jauh lebih besar pada pengurangan EE daripada yang lain. Setiap pendekatan berkontribusi secara setara dalam mengurangi EE, menunjukkan bahwa meskipun kemajuan yang signifikan telah dicapai, efektivitas relatif metode individu tetap konsisten di seluruh fase. Pendekatan terintegrasi yang menggabungkan strategi di berbagai fase menjanjikan pengurangan yang signifikan dalam EE, menekankan kebutuhan akan penelitian masa depan untuk menyempurnakan dan inovasi metodologi ini.
Motivasi penelitian ini berasal dari kebutuhan mendesak untuk mengurangi dampak lingkungan industri konstruksi, yang tetap menjadi kontributor signifikan emisi gas rumah kaca dan konsumsi sumber daya.Karena energi operasional (OE) berkurang di bangunan modern yang efisien energi, peran energi terikat (EE) menjadi semakin penting, terutama di bangunan hemat energi dan hampir nol energi di mana EE dapat mewakili bagian dominan dari penggunaan energi total [9].Studi ini mengkategorikan metode untuk mengurangi EE menjadi tiga fase.fase material (campuran intervensi material, intervensi proses produksi, dan substitusi material), fase metode konstruksi (substitusi komponen bangunan dan substitusi proses atau metode), dan fase desain (intervensi tingkat desain).Temuan menunjukkan bahwa tidak ada fase tunggal atau pendekatan yang menunjukkan dampak yang jauh lebih besar pada pengurangan EE daripada yang lain, dan setiap pendekatan berkontribusi secara setara terhadap pengurangan EE.Untuk mengatasi temuan ini, studi ini merekomendasikan penjelajahan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan metode dari berbagai fase untuk memungkinkan pengurangan EE yang lebih substansial [77].Penelitian masa depan harus fokus pada penyempurnaan metodologi yang ada untuk menilai bangunan dan menyelidiki strategi inovatif untuk menurunkan EE.Upaya ini vital untuk meningkatkan efektivitas praktik konstruksi berkelanjutan dan memperluas basis pengetahuan di bidang ini.Sementara itu, kemajuan yang signifikan telah dicapai dalam mengurangi EE, efektivitas relatif metode individu tetap konsisten di seluruh fase.Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi untuk mencapai pengurangan EE yang lebih substansial, mendorong komitmen industri konstruksi terhadap keberlanjutan dan menciptakan lingkungan bangunan yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan metodologi terintegrasi: Penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan metodologi terintegrasi yang menggabungkan strategi dari berbagai fase, seperti fase material, metode konstruksi, dan desain. Pendekatan terintegrasi ini dapat memungkinkan pengurangan energi terikat (EE) yang lebih substansial, dengan mempertimbangkan seluruh siklus hidup bangunan. Studi ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mengoptimalkan pemilihan material, proses konstruksi, dan desain bangunan untuk mencapai pengurangan EE yang lebih efektif.. . 2. Inovasi dalam desain bangunan: Penelitian dapat menyelidiki inovasi dalam desain bangunan untuk mengurangi EE. Ini dapat mencakup strategi seperti optimasi geometri bangunan, penggunaan material ringan, atau penerapan teknik konstruksi modular. Desain bangunan yang inovatif dapat mengurangi tidak hanya EE, tetapi juga energi operasional selama siklus hidup bangunan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mengintegrasikan desain yang efisien energi sejak awal proses perancangan, sehingga mengurangi dampak lingkungan bangunan secara keseluruhan.. . 3. Optimisasi proses konstruksi: Penelitian juga dapat berfokus pada optimisasi proses konstruksi untuk mengurangi EE. Ini dapat melibatkan strategi seperti substitusi komponen bangunan dengan alternatif yang lebih efisien energi, atau mengganti proses konstruksi konvensional dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Studi ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan efisiensi energi selama konstruksi, misalnya dengan menggunakan material dan peralatan yang lebih hemat energi, atau mengadopsi teknik konstruksi yang lebih berkelanjutan. Optimisasi proses konstruksi dapat berkontribusi pada pengurangan EE dan mengurangi emisi karbon selama fase konstruksi bangunan.
| File size | 715.16 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung status resiliensi nelayan terhadap ekosistem terumbu karang. Lokasi penelitian di Pulau Biawak, KabupatenTujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung status resiliensi nelayan terhadap ekosistem terumbu karang. Lokasi penelitian di Pulau Biawak, Kabupaten
STEIPRESSSTEIPRESS Ukuran perusahaan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal, tetapi tidak terhadap ESG. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadapUkuran perusahaan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal, tetapi tidak terhadap ESG. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap
ILININSTITUTEILININSTITUTE Inovasi teknologi, seperti penggunaan mesin pengayak maggot berbasis pedal, rak biopond empat jenjang, serta irigasi tetes berhasil mengoptimalkan lahanInovasi teknologi, seperti penggunaan mesin pengayak maggot berbasis pedal, rak biopond empat jenjang, serta irigasi tetes berhasil mengoptimalkan lahan
ISEIISEI Penelitian ini implikasi bahwa LMICs dapat menyimpang dari pendekatan tumbuh sekarang, bersih kemudian dan memprioritaskan pertumbuhan bersih melalui efisiensiPenelitian ini implikasi bahwa LMICs dapat menyimpang dari pendekatan tumbuh sekarang, bersih kemudian dan memprioritaskan pertumbuhan bersih melalui efisiensi
ITNITN Hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perubahan iklim tersebut adalah dengan beralih kepada penggunaan energi terbarukan. Dalam penelitian ini yaituHal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perubahan iklim tersebut adalah dengan beralih kepada penggunaan energi terbarukan. Dalam penelitian ini yaitu
UNRAMUNRAM Tingginya kerapatan tanaman didukung oleh minat petani dalam menanam dan memelihara tanaman MPTS, yang secara ekonomi berpotensi meningkatkan perekonomianTingginya kerapatan tanaman didukung oleh minat petani dalam menanam dan memelihara tanaman MPTS, yang secara ekonomi berpotensi meningkatkan perekonomian
UNAIUNAI Pemanfaatan teknologi YOLOv8 dan OpenCV memungkinkan sistem untuk beroperasi secara efisien dan memberikan data yang berguna untuk pengelolaan parkir yangPemanfaatan teknologi YOLOv8 dan OpenCV memungkinkan sistem untuk beroperasi secara efisien dan memberikan data yang berguna untuk pengelolaan parkir yang
UPSUPS Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam perbandingan penggunaan bahan bakar pengganti pada konsumsi sepeda motor jenis metik dengan system injeksiBerdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam perbandingan penggunaan bahan bakar pengganti pada konsumsi sepeda motor jenis metik dengan system injeksi
Useful /
FKPTFKPT Therefore, LSTM is considered more effective for short- to medium-term forecasting of JKN healthcare costs, particularly when dealing with complex andTherefore, LSTM is considered more effective for short- to medium-term forecasting of JKN healthcare costs, particularly when dealing with complex and
ITNITN Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata viskositas dinamik 8,33 – 10,29, viskositas kinematic 9,32 – 11,33, LHV 36,7103 – 37,7943, HHV 39,7623Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata viskositas dinamik 8,33 – 10,29, viskositas kinematic 9,32 – 11,33, LHV 36,7103 – 37,7943, HHV 39,7623
ITNITN Namun, berbagai hal sering menjadi penghambat dari K3 dan Ergonomi di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatanNamun, berbagai hal sering menjadi penghambat dari K3 dan Ergonomi di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan
ITNITN Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi penambahan alur pada permukaan sudu (alur vertikal, horizontal, dan miring) serta variasi kecepatanPenelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi penambahan alur pada permukaan sudu (alur vertikal, horizontal, dan miring) serta variasi kecepatan