ITSITS

IPTEK The Journal of EngineeringIPTEK The Journal of Engineering

Korosi adalah kerusakan sifat material, terutama logam, akibat reaksi kimia dengan lingkungan sekitar. Salah satu metode efektif untuk mengurangi korosi adalah penambahan penghambat. Penghambat organik dianggap ramah lingkungan, ekonomis, dan dapat diperbarui. Dalam studi ini, ekstrak daun eceng gembola (Eichhornia crassipes) digunakan sebagai penghambat organik. Material yang diuji adalah baja API 5L Grade B dalam larutan HCl 1 M sebagai medium korosi, dengan suhu pengujian 30 °C, 40 °C, 50 °C, dan 60 °C, serta konsentrasi penghambat dari 500 mg hingga 2500 mg. Perilaku korosi dievaluasi menggunakan Polarisasi Potensiometrik (PDP), Spektroskopi Impedansi Elektrokimia (EIS), dan Metode Kehilangan Berat (WL). Hasil menunjukkan penurunan signifikan laju korosi baja API 5L Grade B dalam larutan HCl 1 M ketika penghambat ekstrak eceng gembola ditambahkan. Dalam uji PDP, laju korosi sampel tanpa penghambat mencapai 107,4 mm/tahun, sementara efisiensi penghambat terendah adalah 1,25% dan tertinggi 97,85%, teramati pada 50 °C dengan konsentrasi penghambat 2500 mg.

Variasi suhu secara signifikan memengaruhi laju korosi baja saat menggunakan penghambat organik hijau yang berasal dari eceng gembola.Efisiensi penghambatan tertinggi tercapai pada 50 °C dengan konsentrasi 2500 mg.Hasil uji PDP, EIS, dan WL menunjukkan bahwa ekstrak daun eceng gembola efektif dalam mengurangi korosi logam.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas ekstrak tanaman lain sebagai penghambat korosi di lingkungan asam. Selain itu, studi tentang dampak jangka panjang penggunaan ekstrak eceng gembola pada struktur logam di lingkungan industri perlu dilakukan. Pengembangan metode pengujian baru untuk mengevaluasi interaksi penghambat dengan permukaan logam juga menjadi arah penelitian yang layak dieksplorasi.

Read online
File size553.91 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test