ITSITS

IPTEK The Journal of EngineeringIPTEK The Journal of Engineering

Permintaan akan bahan transplantasi tulang semakin meningkat di Indonesia. Suplai kalsium biogenik untuk hidroksiapatit (HAp), komponen inorganik utama tulang manusia, diperoleh dari cangkang kepiting biru yang mengandung 53,70–78% berat CaCO₃. Metode produksi HAp dari cangkang kepiting dikembangkan dan dievaluasi dalam studi ini menggunakan Aspen Plus V14 bersama Analyzer Ekonomi Proses Aspen. Simulasi alur kerja mencakup pemisahan padat-cair, pengeringan/pemanasan, penyimpanan CaO, hidrasi CaO, dan presipitasi HAp dengan H₃PO₄. Model termodinamika global yang dipilih adalah pendekatan properti SOLIDS, dan reaksi stoikiometrik dengan kinetika hukum pangkat tipe Arrhenius digunakan untuk simulasi produksi HAp. Dalam simulasi, prediksi produksi HAp sebesar 150,246 kg/jam atau sekitar 1.451,81 ton/tahun untuk desain dasar 46,48 kg/jam CaO. Dengan umur peralatan 20 tahun, 8.000 jam operasi per tahun, tingkat pengembalian 20%, dan cangkang berbiaya nol, total biaya modal mencapai USD 1,94 juta dan biaya operasional tahunan USD 1,31 juta. Temuan ini memberikan titik awal kuantitatif untuk mengevaluasi viabilitas teknis sistem daur ulang HAp dan mengarahkan validasi eksperimental lanjutan, analisis siklus hidup, serta perbaikan proses.

Potensi limbah cangkang kepiting biru di Indonesia mencapai 1.236,16 ton per tahun, memberikan peluang besar untuk diproses menjadi produk hidroksiapatit (HAp).Proses ini tidak hanya mengurangi polusi lingkungan tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk dan mengurangi ketergantungan pada HAp impor.Berdasarkan simulasi proses produksi, penggunaan 46,48 kg/jam kalsium oksida menghasilkan 150,246 kg/jam HAp melalui metode presipitasi dengan asam fosfat (H₃PO₄).Oleh karena itu, optimisasi pengolahan limbah cangkang kepiting menjadi HAp sangat direkomendasikan di Indonesia untuk manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih baik.Namun, studi ini menghadapi beberapa keterbatasan, seperti tidak adanya validasi model Aspen Plus terhadap data eksperimental skala pilot dan evaluasi yang terbatas pada simulasi proses tanpa analisis siklus hidup (LCA) menyeluruh atau optimisasi teknologi-ekonomi terperinci.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, validasi model Aspen Plus dengan data eksperimental skala pilot spesifik aliran cangkang kepiting Indonesia untuk meningkatkan akurasi simulasi. Kedua, dilakukan analisis siklus hidup (LCA) menyeluruh untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan keberlanjutan proses produksi HAp. Ketiga, optimisasi proses dengan mempertimbangkan variasi kondisi sintesis dan integrasi dengan sistem manajemen limbah berkelanjutan. Penelitian ini juga dapat mengkaji penggunaan teknologi lain seperti pengolahan microwave atau kombinasi metode untuk meningkatkan efisiensi produksi. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi sifat biokompatibilitas dan mekanisme biologis HAp hasil daur ulang dalam aplikasi medis. Dengan menggabungkan validasi eksperimental, analisis lingkungan, dan optimisasi proses, penelitian ini dapat memperkuat desain produksi HAp dari limbah cangkang kepiting dan mendukung strategi bioekonomi sirkular.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/963/1/012021Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 963 1 012021
Read online
File size929.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test