UMSBUMSB
Rang Teknik JournalRang Teknik JournalKeberhasilan proyek merupakan sasaran utama bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan utama kontraktor terhadap pekerjaan proyek konstruksi jalan di Provinsi Sumatera Barat dan untuk membuat solusi dalam meningkatkan keberhasilan kontraktor terhadap pekerjaan proyek konstruksi untuk masa yang akan dating dengan metode POAC. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk pengumpulkan data. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat 6 faktor yang mempengaruhi Faktor keberhasilan utama kontraktor terhadap pekerjaan proyek konstruksi jalan di Provinsi Sumatera Barat yaitu faktor Bukti Fisik, faktor Keandalan, faktor Ketanggapan, faktor Jaminan, faktor Empati, dan faktor Tenaga Kerja.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan enam faktor utama yang memengaruhi kinerja kontraktor pada proyek konstruksi jalan di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Bukti Fisik, Keandalan, Ketanggapan, Jaminan, Empati, dan Tenaga Kerja.Dari keenam faktor tersebut, Faktor Bukti Fisik diidentifikasi sebagai faktor dominan.Oleh karena itu, solusi untuk meningkatkan kinerja kontraktor di masa mendatang diusulkan menggunakan metode POAC, khususnya berfokus pada peningkatan aspek Bukti Fisik.
Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai faktor keberhasilan utama pada proyek konstruksi jalan di Sumatera Barat, khususnya menyoroti peran dominan Bukti Fisik dan mengusulkan metode POAC sebagai solusi. Untuk memperkaya pemahaman dan aplikasi temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi empiris yang memverifikasi efektivitas penerapan metode POAC, terutama dalam meningkatkan aspek Bukti Fisik dan secara keseluruhan kinerja kontraktor. Penelitian ini dapat berupa studi kasus longitudinal yang mengamati beberapa proyek dari awal hingga akhir, membandingkan proyek yang mengadopsi POAC dengan yang tidak, untuk mengukur dampak nyata terhadap kualitas, waktu, dan biaya proyek. Apakah implementasi perencanaan yang matang, pengorganisasian sumber daya, tindakan pelaksanaan, dan pengendalian yang ketat benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas fisik proyek seperti peralatan, kebersihan, dan fasilitas di lapangan? Kedua, mengingat penelitian ini berfokus pada proyek jalan di satu provinsi, akan sangat berguna untuk memperluas cakupan geografis dan jenis proyek. Apakah Bukti Fisik tetap menjadi faktor dominan di provinsi lain di Indonesia yang mungkin memiliki karakteristik budaya, regulasi, atau kondisi geografis yang berbeda? Atau apakah faktor ini memiliki bobot yang sama pada jenis proyek konstruksi lain, misalnya pembangunan jembatan, gedung, atau infrastruktur irigasi? Perbandingan ini akan membantu dalam mengembangkan model keberhasilan proyek yang lebih komprehensif dan dapat digeneralisasi. Ketiga, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, studi kualitatif lanjutan akan memberikan kedalaman pemahaman yang signifikan. Melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terlibat langsung—mulai dari tim lapangan, manajer proyek, hingga perwakilan pemilik proyek—kita bisa menggali lebih jauh mengapa Bukti Fisik dianggap begitu krusial. Apa saja tantangan praktis yang dihadapi dalam mempertahankan Bukti Fisik yang berkualitas? Bagaimana persepsi dan ekspektasi para pemangku kepentingan terhadap aspek-aspek seperti ketersediaan peralatan memadai atau kebersihan lokasi proyek benar-benar memengaruhi penilaian terhadap kinerja kontraktor? Studi kualitatif semacam ini dapat mengungkap mekanisme kausal dan interaksi antar faktor yang tidak terlihat dari data kuantitatif semata, sekaligus memberikan rekomendasi yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi industri konstruksi.
| File size | 194.71 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Pengujian DCP menunjukkan nilai CBR berkisar antara 5,9 hingga 37,7, sedangkan PCI menggambarkan kondisi perkerasan yang bervariasi dari gagal hingga baik.Pengujian DCP menunjukkan nilai CBR berkisar antara 5,9 hingga 37,7, sedangkan PCI menggambarkan kondisi perkerasan yang bervariasi dari gagal hingga baik.
UM SURABAYAUM SURABAYA Dalam jangka panjang, komponen ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme degradasi material yang bersifat kumulatif sehingga diperlukan evaluasi ketahananDalam jangka panjang, komponen ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme degradasi material yang bersifat kumulatif sehingga diperlukan evaluasi ketahanan
UM SURABAYAUM SURABAYA Dari sisi proporsi biaya, kontribusi terbesar terhadap nilai TKDN berasal dari bahan konstruksi (barang jadi) sebesar 69,97%, diikuti oleh jasa tenagaDari sisi proporsi biaya, kontribusi terbesar terhadap nilai TKDN berasal dari bahan konstruksi (barang jadi) sebesar 69,97%, diikuti oleh jasa tenaga
UNIDAYANUNIDAYAN Star Dental Care Clinic masih menerapkan metode konvensional dalam proses pendaftaran pasien dan pengelolaan rekam medis, yang berdampak pada rendahnyaStar Dental Care Clinic masih menerapkan metode konvensional dalam proses pendaftaran pasien dan pengelolaan rekam medis, yang berdampak pada rendahnya
UNIDAYANUNIDAYAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu berjalan dengan baik dan memberikan kemudahan dalam pengelolaan data layanan jastip.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu berjalan dengan baik dan memberikan kemudahan dalam pengelolaan data layanan jastip.
UMKUUMKU Akan tetapi, secanggih apapun teknologi saat ini harus seimbang dengan pola pikir masyarakat dalam menyerap dan memahami informasi yang sedang beredar.Akan tetapi, secanggih apapun teknologi saat ini harus seimbang dengan pola pikir masyarakat dalam menyerap dan memahami informasi yang sedang beredar.
UNUBLITARUNUBLITAR Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh peraturan pengadaan barang dan jasa konstruksi di Indonesia terhadap pedoman yang dibuat lender SFDTujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh peraturan pengadaan barang dan jasa konstruksi di Indonesia terhadap pedoman yang dibuat lender SFD
UM SURABAYAUM SURABAYA Penanganan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki jalan tersebut adalah dengan melakukan rekonstruksi jalan. Berdasarkan hasil analisa, nilai PCI JalanPenanganan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki jalan tersebut adalah dengan melakukan rekonstruksi jalan. Berdasarkan hasil analisa, nilai PCI Jalan
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Tahun 2019 DS adalah 0,77. Sedangkan tahun 2021 DS menurun menjadi 0,44 seiring pembangunan tol Kertosono-Kediri. Tahun 2025 DS meningkat kembali menjadiTahun 2019 DS adalah 0,77. Sedangkan tahun 2021 DS menurun menjadi 0,44 seiring pembangunan tol Kertosono-Kediri. Tahun 2025 DS meningkat kembali menjadi
UM SURABAYAUM SURABAYA Consol SG adalah bahan tambah admixtures atau additive merupakan produk plasticizer beton cair dan agen pereduksi air yang tinggi dengan mengatur efekConsol SG adalah bahan tambah admixtures atau additive merupakan produk plasticizer beton cair dan agen pereduksi air yang tinggi dengan mengatur efek
UM SURABAYAUM SURABAYA Data CPT (qc, fs, Rf) berhasil digunakan untuk mengidentifikasi parameter tanah seperti berat volume, kohesi, sudut gesek, dan permeabilitas, serta menunjukkanData CPT (qc, fs, Rf) berhasil digunakan untuk mengidentifikasi parameter tanah seperti berat volume, kohesi, sudut gesek, dan permeabilitas, serta menunjukkan
UMKUUMKU Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas normal dan penyebab kematian nomor satu di dunia dariHipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas normal dan penyebab kematian nomor satu di dunia dari