PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Interaksi obat merupakan kejadian interaksi yang dapat terjadi bila penggunaan bersamaan dua macam obat atau lebih. Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta presentase kejadian interaksi obat dispepsia pada pasien rawat inap di RSU Aliyah I kota kendari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif yaiu mengumpulkan data sekunder berupa rekam medik pasien dispepsia. Populasi pasien sebanyak 145 dan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 106 pasien. Analisis terajadinya interaksi obat dilakukan dengan menggunkan www.drugs.com, Lexicomp Drug Information Handbook edisi 21, dan www.medscape.com. Analisis interaksi obat dikategorikan ke dalam tingkat keparahan minor, moderat, dan major. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa potensi kejadian interaksi obat pada pasien dispepsia di RSU Aliyah I Kota Kendari, didapatkan 3 pasien interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 3 kasus (2, 8%), kemudian tidak ditemukannya kejadian interaksi tingkat keparahan moderate dan interaksi tingkat keparahan major pada pasien dispepsia rawat inap di RSU Aliyah 1 kota kendari. Potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien dispepsia dengan penyakit penyertanya dapat diliat dari interaksi yang terjadi penggunaan ranitidine dan paracetamol, kemudian penggunaan ranitidine dan ketorolac, serta kombinasi lansoprazole dan mecobalamin. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan pengembangan identifikasi potensi interaksi obat lebih spesifik dan perlu adanya monitoring dan evaluasi penggunaan obat pada pasien dispepsia untuk mencegah interaksi obat.

Penelitian ini menemukan 3 kasus interaksi obat pada pasien dispepsia dengan tingkat keparahan minor (2,8%).Potensi interaksi obat terjadi melalui kombinasi ranitidine dan paracetamol, ranitidine dan ketorolac, serta lansoprazole dan mecobalamin.Interaksi obat tingkat keparahan moderate dan major tidak ditemukan pada pasien dispepsia rawat inap di RSU Aliyah I Kota Kendari.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak kombinasi obat tertentu seperti ranitidine dan paracetamol pada pasien dispepsia dengan faktor risiko khusus. Selain itu, pengembangan sistem pemantauan interaksi obat yang lebih efektif di fasilitas kesehatan perlu diteliti untuk mencegah risiko keparahan. Terakhir, studi tentang pengaruh karakteristik pasien seperti usia dan penyakit penyerta terhadap kejadian interaksi obat dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan.

  1. Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum (RSU) Aliyah I Kota... doi.org/10.54883/jpmw.v5i2.352Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum RSU Aliyah I Kota doi 10 54883 jpmw v5i2 352
Read online
File size1000.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test