UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi IslamJurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

Penekanan penelitian ini ialah standar pengatalogan deskriptif suatu bahan pustaka yang dilihat dari pedoman AACR 2 di Perpustakaan MAS Jabal Rahmah Koto Baru Sungai Tarab. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan standar pengatalogan deskriptif suatu koleksi, mendeskripsikan pemanfaatan katalog sebagai sarana temu balik informasi, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam kegiatan pengkatalogan di perpustakaan MAS Jabal Rahmah Koto Baru Sungai Tarab. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi data, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah perpustakaan MAS Jabal Rahmah Koto Baru Sungai Tarab belum mengikuti standar AACR yang telah ditetapkan. Pemanfaatan katalog oleh pemustaka di perpustakaan MAS Jabal Rahmah belum termanfaatkan. Kendala yang dihadapi oleh perpustakaan tersebut adalah kekurangan tenaga (SDM) dan kurang pahamnya pustakawan mengenai pengatalogan dan pengolahan lainnya, serta ruangan perpustakaan yang kurang mencukupi atau belum mengikuti standar ruangan perpustakaan sekolah.

Perpustakaan MAS Jabal Rahmah Koto Baru Sungai Tarab belum menerapkan standar pengatalogan deskriptif AACR secara memadai karena jumlah katalog yang dibuat sangat terbatas dan pemahaman pustakawan terhadap pedoman pengatalogan masih kurang.Pemanfaatan katalog oleh siswa hampir tidak ada karena katalog tidak tersedia secara teratur dan tidak diperkenalkan kepada pengguna.Kegiatan pengatalogan jarang dilakukan akibat keterbatasan sumber daya manusia dan ruang perpustakaan yang tidak memadai.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pengatalogan berbasis digital di perpustakaan madrasah dengan sumber daya terbatas, untuk mengetahui apakah teknologi sederhana dapat membantu mengatasi kurangnya tenaga pustakawan dan ketidakpatuhan terhadap standar AACR. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan pengatalogan berbasis daring bagi pustakawan non-profesional, mengingat minimnya akses terhadap pelatihan langsung dan tingginya beban kerja kepala perpustakaan. Ketiga, perlu dikaji bagaimana desain ruang perpustakaan sekolah yang optimal namun hemat biaya dapat mendukung kelancaran proses pengatalogan dan pemanfaatan katalog oleh siswa, terutama di sekolah dengan anggaran terbatas. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan solusi praktis yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekolah di daerah terbatas. Pendekatan gabungan antara sumber daya manusia, teknologi, dan sarana prasarana perlu dievaluasi secara menyeluruh agar perpustakaan mampu memenuhi fungsinya secara efektif. Studi lanjutan sebaiknya dilakukan secara kolaboratif antara pengelola perpustakaan, guru, dan pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan riil. Selain itu, penting untuk melibatkan siswa dalam uji coba sistem temu balik informasi baru guna memastikan keterpakaian dan kemudahan penggunaannya. Penelitian juga bisa mengevaluasi peran pelatihan berjenjang yang disesuaikan dengan beban kerja pustakawan. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi perpustakaan sekolah sejenis dalam meningkatkan kualitas pengolahan koleksi. Dengan demikian, meskipun terbatas, perpustakaan tetap dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran yang efektif.

  1. #madrasah aliyah#madrasah aliyah
  2. #institut agama#institut agama
Read online
File size138.43 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1yT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test