PEDSCIJPEDSCIJ

Pediatric Sciences JournalPediatric Sciences Journal

Pengantar: Terapi diet ketogenik, yang berupa diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, telah dikenal sejak tahun 1920-an sebagai pilihan terapeutik dalam pengobatan epilepsi resistan obat. Namun, dengan meningkatnya insiden populasi bayi, penelitian mengenai subjek ini masih terbatas. Tinjauan sistematik dan meta-analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi diet ketogenik pada bayi dengan epilepsi.. . Metode: Kami mencari artikel dari Cochrane Library, Embase, Pubmed, ScienceDirect, dan Scopus berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Empat peneliti secara independen melakukan penyaringan, pemilihan studi, ekstraksi data, dan penilaian kualitas artikel yang relevan. Kami menggunakan Skala Penilaian Kualitas Newcastle-Ottawa untuk menilai risiko bias pada artikel yang disertakan. Kami menyajikan hasil meta-analisis menggunakan plot hutan.. . Hasil: Kami mengidentifikasi 1781 studi dari penyaringan basis data, dengan delapan studi kohort dalam penelitian ini. Meta-analisis kami menunjukkan bahwa estimasi 69% bayi dengan epilepsi mencapai ≥50% pengurangan kejang dalam follow-up tiga bulan (95% interval kepercayaan [CI] 56-82%) dan estimasi 36% bayi mencapai kebebasan kejang (95% interval kepercayaan [CI] 20-51%). Tingkat retensi berkisar dari 91% pada tiga bulan hingga 28% pada 24 bulan. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah dislipidemia (131/355, 36,9%), gangguan gastrointestinal (66/355, 18,6%), dan hiperkeratosis/asidosis (42/355, 11,8%).. . Kesimpulan: Terapi diet ketogenik dapat ditoleransi dengan baik dan secara efektif mengurangi frekuensi kejang pada bayi dengan epilepsi setelah tiga bulan.

Terapi diet ketogenik dapat ditoleransi dengan baik dan secara efektif mengurangi frekuensi kejang pada bayi dengan epilepsi setelah tiga bulan.

Pertama, bagaimana perbandingan efektivitas terapi diet ketogenik dengan plasebo pada bayi dengan epilepsi yang berusia kurang dari enam bulan dapat diuji melalui uji klinis acak berkualitas tinggi untuk mengetahui apakah diet ini benar-benar lebih unggul daripada tidak ada intervensi tambahan. Kedua, studi longitudinal yang melibatkan penggunaan terapi diet ketogenik dikombinasikan dengan obat antikejang pada bayi dengan sindrom epilepsi spesifik, seperti spasme infantil, dapat mengeksplorasi interaksi antara kedua pendekatan tersebut dan dampaknya terhadap tingkat kebebasan kejang jangka panjang. Ketiga, penelitian yang menganalisis faktor confounding seperti jenis kejang, penggunaan obat tambahan, dan kepatuhan diet secara mendalam melalui meta-analisis dengan kontrol variabel yang ketat dapat memberikan wawasan lebih akurat tentang mekanisme keefektifan terapi diet ketogenik pada bayi untuk mencegah hasil yang bias akibat variasi studi sebelumnya. Dengan mengembangkan penelitian lanjutan ini, kita dapat lebih memahami potensi terapi ini bagi kelompok usia sangat muda, sehingga meningkatkan perawatan epilepsi secara keseluruhan dan mengatasi keterbatasan seperti heterogenitas data dan kurangnya uji kontrol yang kuat dalam penelitian saat ini.

  1. Efficacy of ketogenic diet therapy in infants with epilepsy: A systematic review and meta-analysis |... pedscij.id/index.php/pedscij/article/view/51Efficacy of ketogenic diet therapy in infants with epilepsy A systematic review and meta analysis pedscij index php pedscij article view 51
  2. Use of ketogenic diet therapy in infants with epilepsy: A systematic review and meta‐analysis... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/epi.16543Use of ketogenic diet therapy in infants with epilepsy A systematic review and metayAAAaanalysis onlinelibrary wiley doi 10 1111 epi 16543
Read online
File size681.28 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1yI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test