MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Pemerintah Indonesia telah menetapkan batas konsumsi gula harian sebesar 50 gram dalam Permenkes No. 30 Tahun 2013. Namun, konsumsi gula masyarakat, terutama dari minuman manis kemasan, masih melebihi batas tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara konsumsi minuman kemasan tinggi gula dengan risiko diabetes dini, serta memahami prevalensinya di kalangan anak muda. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui analisis berbagai artikel ilmiah dari basis data terindeks seperti Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, Springer, GARUDA, dan Neliti. Literatur dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman kemasan tinggi gula berdampak serius terhadap kesehatan, terutama dalam memicu obesitas dan meningkatkan risiko resistensi insulin. Pemerintah dapat melakukan upaya pencegahan melalui promosi kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah. Penelitian ini bisa digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan intervensi edukatif dan regulasi pemerintah guna menekan konsumsi gula berlebih melalui literasi gizi, pengawasan produk, serta promosi gaya hidup sehat di kalangan generasi muda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman manis kemasan dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2 pada usia muda, terutama akibat pengaruh insulin, obesitas, dan pola konsumsi yang dipengaruhi faktor sosial.Temuan ini menjawab tujuan penelitian, yaitu menganalisis konsumsi minuman berpemanis tinggi gula dengan risiko diabetes mellitus pada anak dan remaja.Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan intervensi edukatif dan regulasi pemerintah guna menekan konsumsi gula berlebih melalui literasi gizi, pengawasan produk, serta promosi gaya hidup sehat di kalangan generasi muda.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki hubungan antara konsumsi minuman manis kemasan dengan perkembangan diabetes melitus tipe 2 pada anak-anak dan remaja. Studi ini dapat dilakukan dengan mengobservasi pola konsumsi minuman manis kemasan dan memantau kesehatan metabolik peserta selama beberapa tahun. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada intervensi edukatif dan promosi kesehatan di sekolah-sekolah, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan literasi gizi di kalangan generasi muda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran regulasi pemerintah dalam mengendalikan peredaran minuman manis kemasan dan dampaknya terhadap penurunan risiko diabetes melitus tipe 2 di kalangan remaja.

Read online
File size455.83 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test