SORATEKNOSORATEKNO

INVESTASI : Inovasi Jurnal Ekonomi dan AkuntansiINVESTASI : Inovasi Jurnal Ekonomi dan Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan tingkat pendapatan nasabah terhadap efektivitas implementasi akad murabahah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Kutacane. Studi eksplanatori kuantitatif ini melibatkan 67 responden nasabah mikro yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa pembiayaan KUR Mikro dan tingkat pendapatan riil nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan serta keberlangsungan akad murabahah, baik secara parsial maupun simultan. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 70,4% variasi keberhasilan implementasi akad murabahah. Intervensi permodalan terjangkau terbukti memperkuat likuiditas usaha nasabah, sementara pendapatan yang stabil berfungsi sebagai bantalan risiko yang menjamin konfidensi finansial dan kemampuan pelunasan angsuran nasabah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ekspansi inklusi keuangan syariah tidak dapat bergantung semata pada penyaluran dana pemerintah, melainkan harus bersinergi dengan kapasitas finansial organik nasabah. Implikasi manajerial dari temuan ini merekomendasikan pihak perbankan untuk merestrukturisasi sistem penilaian pembiayaan (credit scoring) yang lebih berorientasi pada rasio pendapatan riil. Pendekatan ini diproyeksikan dapat meminimalkan risiko gagal bayar, menjaga kualitas portofolio perbankan, serta secara simultan merealisasikan akselerasi kesejahteraan masyarakat lokal sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan tingkat pendapatan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas implementasi akad murabahah pada BSI KC Kutacane, baik secara parsial maupun simultan.Secara empiris, ketersediaan injeksi modal (KUR) terbukti memperkuat likuiditas usaha UMKM untuk melakukan ekspansi, sementara tingkat pendapatan riil yang stabil bertindak sebagai bantalan risiko (risk cushion) yang memberikan konfidensi sekaligus jaminan kemampuan pelunasan cicilan nasabah.Secara komprehensif, temuan ini menegaskan bahwa ekspansi inklusi keuangan perbankan syariah tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan penyaluran dana murah pemerintah.Kesuksesan dan keberlanjutan akad murabahah memerlukan sinergi yang presisi antara akses permodalan dan kapasitas finansial organik nasabah guna menjaga kualitas portofolio bank sekaligus merealisasikan tujuan ekonomi Islam dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada analisis dampak pembiayaan KUR Mikro terhadap peningkatan kapasitas usaha UMKM secara spesifik. Penelitian ini dapat mengukur secara kuantitatif seberapa besar pengaruh injeksi modal tersebut dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha, serta dampaknya terhadap peningkatan pendapatan nasabah. Selain itu, studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran pendidikan keuangan dalam meningkatkan literasi keuangan nasabah, terutama dalam mengelola pembiayaan syariah dan merencanakan keuangan secara efektif. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi akad murabahah dan strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

  1. Pengaruh Pembiayaan Kredit KUR Mikro dan Pendapatan Nasabah terhadap Akad Murabahah pada BSI KC Kutacane... doi.org/10.59696/investasi.v4i3.272Pengaruh Pembiayaan Kredit KUR Mikro dan Pendapatan Nasabah terhadap Akad Murabahah pada BSI KC Kutacane doi 10 59696 investasi v4i3 272
Read online
File size252.1 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test