UMSBUMSB

Menara PengabdianMenara Pengabdian

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko fisik maupun psikologis. Rendahnya kesadaran rutin masyarakat menyebabkan faktor risiko stroke sering tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan . Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, serta riwayat pengisian kuesioner kesehatan, dan faktor risiko perilaku. Kegiatan diikuti oleh 69 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar kampus. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta mengalami hipertensi derajat 1 (53,6%), kurang aktivitas fisik (47,8%), gangguan tidur (37,7%), kecemasan (30,4%), dan stres kronis (27,5%). Selain itu, ditemukan peserta dengan overweight, obesitas, serta prediabetes. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat kampus terhadap pentingnya deteksi dini dan pengendalian faktor risiko stroke melalui penerapan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pelaksanaan skrining kesehatan dan psikologis di Kampus Bukittinggi berhasil melibatkan 69 peserta, mayoritas berusia dewasa muda dan perempuan.Hasilnya mengungkap prevalensi faktor risiko stroke seperti hipertensi derajat I, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi gula berlebih, merokok, overweight, obesitas, serta rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta gangguan tidur, kecemasan, dan stres kronis.Temuan ini menegaskan perlunya perhatian khusus terhadap faktor risiko fisik dan psikologis pada komunitas kampus untuk mencegah stroke.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah intervensi berbasis aplikasi mobile yang memantau tekanan darah, kadar glukosa, dan tingkat aktivitas fisik dapat meningkatkan kepatuhan skrining rutin pada mahasiswa selama satu tahun akademik. Selain itu, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak program edukasi psikologis yang terintegrasi dengan pelatihan manajemen stres terhadap prevalensi gangguan tidur, kecemasan, dan stres kronis pada populasi kampus. Selanjutnya, penelitian eksperimental dapat menguji efektivitas kombinasi program nutrisi berbasis komunitas dengan pemberian suplemen serat dalam menurunkan konsumsi gula berlebih dan meningkatkan asupan buah serta sayur, serta mengamati perubahan indeks massa tubuh dan profil metabolik. Untuk menggeneralisasi temuan, studi multi‑pusat yang melibatkan beberapa kampus di Sumatera Barat dapat dibandingkan, guna mengidentifikasi variasi regional dalam faktor risiko dan efektivitas intervensi.

Read online
File size980.65 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test