YALAMQAYALAMQA

Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan SainsAl-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains

Gurita merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Selat Alas, Nusa Tenggara Barat, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengarakterisasi spesies gurita yang tertangkap di Selat Alas berdasarkan karakter morfometrik dan taksonomi. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh lokasi penangkapan di Selat Alas, yaitu Gili Lebur, Pulau Kambing, Pulau Panjang, Pulau Belang, Gili Belang, Pasir Putih, dan Gili Ular. Sebanyak 29 individu gurita dikoleksi dan dianalisis berdasarkan karakter morfometrik meliputi berat tubuh, panjang kepala (HL), panjang mantel (ML), rasio HL/ML, warna tubuh, serta karakter taksonomi kunci. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh spesimen gurita yang tertangkap di Selat Alas termasuk dalam satu spesies, yaitu Octopus cyanea (Gray, 1849), yang merupakan anggota family Octopodidae dan genus Octopus.

Berdasarkan hasil identifikasi dan karakterisasi terhadap 29 individu gurita yang tertangkap di tujuh lokasi penangkapan di Selat Alas, dapat disimpulkan bahwa.(1) Seluruh spesimen gurita yang tertangkap di Selat Alas teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Octopus cyanea (Gray, 1849), yang merupakan anggota Famili Octopodidae dan Genus Octopus.(2) Karakter diagnostik kunci yang membedakan O.cyanea dari spesies lain meliputi kehadiran oceli, pola bintik putih hingga biru muda pada lateral lengan, pita zebra pada permukaan latero-ventral, dan tonjolan seperti tanduk pada dorsal mata.(3) Populasi gurita di Selat Alas terdiri dari 55,2% individu dewasa dan 44,8% juvenil, dengan berat tubuh 0,33–2,70 kg dan panjang mantel 7–22 cm.

Penggunaan teknik PCR sekuensing DNA mitokondria dapat menilai keragaman genetik Octopus cyanea di Selat Alas. Hasil analisis ini akan membantu mengidentifikasi populasi subspesies di wilayah perairan. Studi tentang siklus reproduksi, termasuk periode ovulasi dan masa larva, penting untuk menetapkan zona larva. Data ini memudahkan peraturan penangkapan guna melindungi fase reproduksi yang sensitif. Pemantauan parameter lingkungan seperti suhu, pH, kadar oksigen dan kualitas substrat dapat menginterpretasi pola distribusi serta memprediksi fluktuasi populasi. Integrasi data lingkungan musiman dengan data genetik dapat mendeteksi interaksi ekologis antar spesies serta memetakan jalur migrasi. Analisis data survei pelangkap dapat menemukan zona hotspot penangkapan yang beresiko tinggi. Pengembangan model prediktif berbasis machine learning akan memudahkan identifikasi risiko serta strategi mitigasi di daerah terpencil. Penyediaan data terbuka di platform digital dan pelatihan komunitas untuk monitoring harian meningkatkan partisipasi pelestarian serta transparansi data. Kombinasi pendekatan tersebut akan menyumbang dasar ilmiah kuat untuk kebijakan pengelolaan gurita yang lestari dan berkelanjutan di Selat Alas untuk perlindungan panjang.

  1. Biological Identification of Octopuses and Index Values for Fisheries Management in the Alas Strait Area,... jppipa.unram.ac.id/index.php/jppipa/article/view/5956Biological Identification of Octopuses and Index Values for Fisheries Management in the Alas Strait Area jppipa unram ac index php jppipa article view 5956
  2. The role of eyespots as anti‐predator mechanisms, principally demonstrated in the Lepidoptera - Stevens... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1017/S1464793105006810The role of eyespots as antiAapredator mechanisms principally demonstrated in the Lepidoptera Stevens onlinelibrary wiley doi 10 1017 S1464793105006810
Read online
File size462.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test