YALAMQAYALAMQA

Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan SainsAl-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains

Ikan gurame (Osphronemus goramy) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Keberhasilan budidaya ikan gurame sangat dipengaruhi oleh kualitas air, terutama ketersediaan oksigen terlarut yang dapat ditingkatkan melalui pemberian aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas aerasi terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan gurame. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–April 2026 di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (tanpa aerasi), P1 (1 batu aerasi), P2 (2 batu aerasi), dan P3 (3 batu aerasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pertumbuhan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,80 g/hari, sedangkan terendah pada P0 sebesar 0,65 g/hari. Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi juga diperoleh pada P3 sebesar 0,23 cm/hari dan terendah pada P0 sebesar 0,14 cm/hari. Nilai FCR terbaik diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 1,98, sedangkan nilai EPP tertinggi juga diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 50,42%. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perbedaan intensitas aerasi tidak memberikan pengaruh yang nyata (sig. >0,05) terhadap pertumbuhan bobot maupun pertumbuhan panjang benih ikan gurame. Perlakuan P3 menghasilkan pertumbuhan terbaik, sedangkan perlakuan P1 menunjukkan efisiensi pemanfaatan pakan yang paling baik.

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan selama 30 hari dapat ditarik simpulan sebagai berikut.Intensitas aerasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang maupun pertumbuhan bobot ikan gurame (P>0,05).Meskipun demikian, perlakuan P3 menunjukkan hasil pertumbuhan bobot terbaik dengan nilai tingkat pertumbuhan bobot mutlak (TPBM) sebesar 0,80 g/hari.Perbedaan intensitas aerasi memberikan hasil yang berbeda terhadap efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan gurame yang diukur melalui nilai FCR dan EPP.Perlakuan P1 menghasilkan nilai FCR terbaik sebesar 1,98 dan nilai EPP tertinggi sebesar 50,42%, sehingga menunjukkan efisiensi pemanfaatan pakan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.Perlakuan intensitas aerasi terbaik selama penelitian ditunjukkan pada perlakuan P3 karena menghasilkan nilai pertumbuhan terbaik, sedangkan efisiensi pemanfaatan pakan yang relatif lebih baik ditunjukkan pada perlakuan P1 dibandingkan perlakuan lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada kombinasi intensitas aerasi dan manajemen pakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan serta efisiensi pakan benih gurame. Selain itu, perlu dioptimalkan manajemen kualitas air dan pemberian pakan untuk mendongkrak kelangsungan hidup benih ikan gurame. Untuk meningkatkan akurasi data, disarankan untuk menambah jumlah sampel, memperpanjang waktu pemeliharaan, dan meningkatkan kontrol kualitas air. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan informasi lebih komprehensif tentang pengaruh aerasi terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan benih ikan gurame.

Read online
File size557.28 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test