YALAMQAYALAMQA

Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan SainsAl-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains

Regulasi diri adalah keterampilan kunci yang berperan dalam kemampuan anak untuk mengatur emosi, perilaku, dan perhatian mereka dalam tugas-tugas harian. Anak-anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan disabilitas intelektual memerlukan peran orang tua yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi orang tua dalam membina regulasi diri pada anak-anak mereka yang memiliki ADHD dan/atau disabilitas intelektual. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa strategi orang tua, termasuk penggunaan gaya pengasuhan berbasis konten, menciptakan rutinitas harian, penguatan positif, pelatihan regulasi emosi, dan menjadi teladan, terlibat dalam mempromosikan keterampilan regulasi diri pada anak. Komponen pendukung seperti penerimaan orang tua, bantuan dari keluarga, kolaborasi dengan sekolah dan tenaga profesional juga berkontribusi pada keberhasilan strategi. Namun, terdapat faktor penghambat dalam pengembangan regulasi diri pada anak, seperti stres pengasuhan, keterbatasan pengetahuan, dan kondisi ekonomi yang rendah.

Pengaturan diri merupakan salah satu keterampilan mendasar yang memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan anak secara keseluruhan.Pengaturan diri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan perilaku, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola emosi, mengendalikan perhatian, menahan respons impulsif, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tugas sesuai tuntutan lingkungan.Kemampuan-kemampuan ini berfungsi sebagai landasan penting bagi keberhasilan anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.Bagi anak-anak dengan ADHD dan disabilitas intelektual, perkembangan pengaturan diri umumnya berlangsung lebih lambat dibandingkan pada anak-anak dengan perkembangan tipikal karena keterbatasan dalam fungsi eksekutif, kemampuan kognitif, pengendalian emosi, dan proses adaptasi terhadap lingkungan.Oleh karena itu, pengembangan pengaturan diri pada kelompok anak ini memerlukan dukungan intensif dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak.

Untuk mendukung perkembangan regulasi diri pada anak dengan ADHD dan disabilitas intelektual, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga profesional, dan masyarakat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pengasuhan yang efektif, seperti penggunaan gaya pengasuhan berbasis konten, penciptaan rutinitas harian, dan penguatan positif. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan anak berkebutuhan khusus dan mengurangi stigma sosial. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung, serta memperkuat kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga profesional dalam proses pendampingan dan evaluasi perkembangan anak.

Read online
File size437.89 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test