STAIMADIUNSTAIMADIUN

An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan SosialAn-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial

Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) memiliki kerentanan tinggi terhadap pengabaian hak dan gangguan tumbuh kembang akibat tekanan adaptasi dengan proses peradilan. Dalam situasi ini, ABH membutuhkan pendamping yang mampu memberikan dukungan di luar peran orang tua maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh pendamping sosial di Kabupaten Madiun dalam mendampingi ABH. Mengacu pada teori komunikasi interpersonal Joseph A. Devito, penelitian ini mengkaji penerapan lima prinsip utama: keterbukaan (openness), kesetaraan (equality), empati (empathy), dukungan (supportiveness), dan sikap positif (positiveness). Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh pendamping sosial memberikan dampak positif yang signifikan bagi ABH di bawah koordinasi Dinas Sosial Kabupaten Madiun. ABH merasa terbantu dalam mengungkapkan keluh kesah mereka (openness) berkat sikap empati dan kesabaran (empathy) pendamping sosial. Pendamping juga berhasil menciptakan suasana kesetaraan (equality) melalui pemahaman mendalam terhadap kondisi dan perasaan ABH. Dukungan (supportiveness) yang diberikan pendamping tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membangun kepercayaan diri ABH, mendorong mereka untuk bersikap lebih positif (positiveness). Beberapa ABH yang sebelumnya sulit berkomunikasi akhirnya merasa nyaman untuk terbuka dan aktif menyampaikan permasalahan mereka.

Faktor-faktor lingkungan, seperti kemiskinan, ketidakharmonisan keluarga, kurangnya pendidikan agama, serta pola asuh yang tidak tepat, sering kali menjadi penyebab utama anak terjerumus dalam konflik hukum.Oleh karena itu, pendamping sosial memiliki tugas yang strategis, tidak hanya sebagai fasilitator hukum tetapi juga sebagai penghubung yang membantu ABH memahami dan menyelesaikan permasalahan mereka secara lebih komprehensif.Pendekatan yang digunakan dalam pendampingan harus mencerminkan penghormatan terhadap hak-hak anak dan bertujuan untuk meningkatkan martabat serta harga diri mereka.Dengan strategi ini, ABH tidak hanya terbantu dalam menyelesaikan masalah hukumnya, tetapi juga memperoleh dukungan yang mampu mendorong mereka kembali ke jalur kehidupan yang positif dan produktif.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi mendalam tentang efektivitas komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh pendamping sosial, khususnya dalam membangun hubungan yang mendukung rehabilitasi ABH. Selain itu, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan, seperti kondisi keluarga, pendidikan, atau lingkungan, yang menyebabkan anak terjerat masalah hukum, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan. Dengan memahami faktor-faktor penyebab dan mengembangkan strategi pencegahan yang efektif, diharapkan dapat mengurangi jumlah anak yang terlibat dalam konflik hukum dan meningkatkan perlindungan serta pendampingan bagi mereka yang membutuhkan.

  1. PERAN SATUAN BHAKTI PEKERJA SOSIAL DALAM PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (ABH)... jurnal.unitri.ac.id/index.php/reformasi/article/view/4228PERAN SATUAN BHAKTI PEKERJA SOSIAL DALAM PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM ABH jurnal unitri ac index php reformasi article view 4228
Read online
File size423.72 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test