IKHACIKHAC

Andragogi: Jurnal Pendidikan dan PembelajaranAndragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Google Sites pada mata pelajaran IPAS kelas V SD Negeri 2 Kedungsoko serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, guru IPAS, dan siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons guru dan siswa, serta tes (pretest–posttest), kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan inferensial (uji normalitas, uji‑t, dan N‑Gain). Hasil validasi menunjukkan media sangat layak digunakan (ahli materi 92,5% dan ahli media 96%). Kepraktisan dinilai tinggi berdasarkan respons guru (93,33%) dan siswa (kelompok kecil 98,3%; kelompok besar 91,3%). Uji‑t menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,05), dengan rata‑rata N‑Gain 0,709 (kelompok kecil) dan 0,70 (kelompok besar), keduanya dalam kategori tinggi. Dengan demikian, Google Sites efektif digunakan sebagai media pembelajaran digital untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sekolah dasar.

Media pembelajaran berbasis Google Sites yang dikembangkan dengan model ADDIE terbukti memiliki kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas tinggi, dengan tingkat kelayakan 92,5% (ahli materi) dan 96% (ahli media) serta respons positif siswa (98,3% kelompok kecil, 91,3% kelompok besar).Analisis pretest–posttest menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar (p = 0,020 untuk kelompok kecil, p < 0,001 untuk kelompok besar) dan N‑Gain tinggi (0,709 dan 0,70).Dengan demikian, media ini efektif meningkatkan hasil belajar IPAS kelas V dan dapat menjadi alternatif inovatif dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka.

Penelitian lanjutan dapat menguji sejauh mana media pembelajaran berbasis Google Sites dapat diterapkan pada jenjang kelas dan mata pelajaran lain serta pada sekolah dengan karakteristik berbeda, misalnya di daerah pedesaan versus perkotaan, untuk mengetahui generalisasi kelayakan dan kepraktisan media tersebut. Selanjutnya, perlu dikaji bagaimana penambahan fitur interaktif seperti gamifikasi atau augmented reality pada platform Google Sites memengaruhi pengembangan kompetensi abad ke‑21 siswa, khususnya kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah, serta mengukur persepsi kegunaan dan beban kognitif siswa melalui desain eksperimen yang membandingkan kelompok dengan dan tanpa fitur tersebut. Selain itu, sebuah studi longitudinal yang memantau penggunaan media Google Sites selama satu tahun ajaran dapat memberikan wawasan tentang dampak jangka panjang terhadap motivasi belajar, kemandirian belajar, serta retensi pengetahuan, serta mengevaluasi perubahan dalam pola interaksi sosial belajar daring, dengan mengumpulkan data pre‑post serta survei sikap secara berkala. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang fleksibilitas, efektivitas, dan kontribusi media digital dalam konteks Kurikulum Merdeka.

Read online
File size288.85 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test