UBTUBT

J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

Salah satu upaya yang paling tepat dalam pemberdayaan ekonomi adalah mengembangkan kegiatan ekonomi yang menjadi dasar kehidupan ekonomi seluruh masyarakat dan mampu menampung sumber daya manusia yang ada. Analisis keuangan bertujuan untuk menilai apakah suatu aktivitas yang dilakukan secara finansial layak atau dapat memberikan manfaat finansial bagi usaha yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan finansial industri gula aren rumah tangga di Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang dengan menghitung Nilai Saat Bersih (NSB), Tingkat Pengembalian Internal (TPI), Masa Pengembalian (MP), dan Indeks Keuntungan (IK). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 pengrajin gula aren di Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang dengan teknik pengambilan sampel, yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling atau sengaja menggunakan kriteria tertentu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri gula aren rumah tangga di Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang layak secara finansial untuk dioperasikan karena Nilai Saat Bersih (NSB) bernilai Rp 153.231.875, Tingkat Pengembalian Internal (TPI) sebesar 47% dengan tingkat bunga 15%, Indeks Keuntungan (IK) > 1.00 yaitu 5.03%, dan Masa Pengembalian (MP) yang diperoleh dalam industri gula aren rumah tangga adalah 2 bulan 3 minggu, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal usaha.

Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis kelayakan industri pengolahan gula aren di industri rumah tangga di Desa Letta, Kabupaten Pinrang, dapat dikatakan bahwa layak untuk dilakukan.Hal ini dilihat dari pertimbangan kelayakan usaha yang dapat dilaksanakan, dilihat dari kriteria yang dihasilkan, yaitu nilai saat bersih (NSB) memiliki nilai positif sebesar Rp.875, tingkat pengembalian internal (TPI) sebesar 47% menunjukkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada bunga, masa pengembalian (MP) sebesar 2,3 bulan atau 3 minggu, dan indeks keuntungan (IK) sebesar 5.03% menunjukkan bahwa usaha tersebut layak untuk dilaksanakan.Berdasarkan kesimpulan, peneliti menyarankan kepada pengrajin gula agar jika terus meningkatkan produksi gula aren, maka kegiatan produksi harus dilakukan dengan baik dan benar, dan pengrajin harus mengetahui dan mencatat biaya produksi usahanya sehingga biaya finansial lebih terarah dan mampu menanam pohon aren sehingga aren dapat digunakan di masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode pengolahan gula aren dan dampak finansialnya. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi pemasaran dan pengembangan produk gula aren untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi dalam industri gula aren, seperti otomasi proses produksi atau sistem manajemen inventori, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

  1. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI KECIL GULA KELAPA (Studi Kasus di Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri... ejournal.unisi.ac.id/index.php/jtp/article/view/98ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI KECIL GULA KELAPA Studi Kasus di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri ejournal unisi ac index php jtp article view 98
  2. ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN FRAIS BARU PADA CV. XYZ | Rachadian | J@ti Undip: Jurnal... ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/view/4774ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN FRAIS BARU PADA CV XYZ Rachadian J ti Undip Jurnal ejournal undip ac index php jgti article view 4774
Read online
File size358.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test