UNRAMUNRAM
Jurnal PepaduJurnal PepaduDesa Gelangsar di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi besar melalui komoditas gula aren yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Namun, keterbatasan diversifikasi produk, rendahnya pengetahuan teknologi produksi, serta akses pasar yang terbatas membuat nilai tambah komoditas ini belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang masih rendah di pasar modern. Inovasi produk melalui pengembangan briket gula aren dipandang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat peran UMKM berbasis potensi desa. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan inovasi briket gula aren dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memberdayakan UMKM di Desa Gelangsar. Selain itu, tujuan lain adalah memberikan gambaran implementasi inovasi berbasis potensi desa agar dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan teknis, serta evaluasi partisipatif. Proses ini dilaksanakan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Juli–Agustus 2025) dengan melibatkan kelompok petani nira dan pelaku UMKM gula aren setempat. Seluruh tahapan dilaksanakan secara partisipatif untuk memastikan keterlibatan aktif peserta dan efektivitas pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu memahami konsep diversifikasi produk sekaligus menguasai keterampilan produksi dan pengemasan briket gula aren. Dampak yang dicapai mencakup aspek ekonomi berupa peningkatan nilai jual serta potensi distribusi produk ke pasar yang lebih luas. Dari aspek sosial, kegiatan ini mendorong kolaborasi antarwarga, keterlibatan pemuda, serta munculnya inisiatif inovasi varian produk berbasis rempah. Dari aspek lingkungan, bentuk briket dinilai lebih efisien, berkontribusi pada pengurangan limbah, dan mendukung keberlanjutan produksi. Inovasi ini juga memunculkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemanfaatan strategi pemasaran digital untuk memperkuat daya saing produk lokal. Kesimpulannya, inovasi briket gula aren terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta memperkuat keberlanjutan UMKM berbasis potensi desa.
Pelaksanaan program inovasi briket gula aren di Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, telah berhasil dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi observasi potensi, sosialisasi, pelatihan teknis, serta evaluasi partisipatif bersama kelompok petani dan pelaku UMKM lokal.Inovasi ini memfasilitasi transformasi produk gula aren dari bentuk konvensional menjadi bentuk briket yang lebih praktis, memiliki nilai estetika, daya simpan lebih baik, serta potensi distribusi yang lebih luas.Dampak dari pelaksanaan program ini cukup menjanjikan.Dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang diversifikasi usaha dan peningkatan nilai tambah bagi petani serta pelaku UMKM.Secara sosial, kegiatan ini mendorong terciptanya kolaborasi antar pelaku usaha lokal dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pengembangan produk.Sementara dari sisi keberlanjutan, terlihat adanya inisiatif masyarakat untuk mengembangkan varian produk dan memanfaatkan saluran pemasaran digital secara mandiri.Hal ini menunjukkan bahwa inovasi briket gula aren memiliki prospek sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Untuk mengembangkan inovasi briket gula aren secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan pendampingan operasional yang fokus pada pelatihan manajemen produksi, pengendalian kualitas, teknik pengemasan standar, dan strategi branding. Selain itu, penguatan kelembagaan dapat dilakukan melalui pembentukan koperasi desa atau BUMDes sebagai pengelola yang menjamin keberlanjutan usaha melalui tata kelola kolektif dan transparan. Strategi pemasaran perlu diperluas dengan memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia dan Shopee, serta promosi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pembuatan konten kreatif dan manajemen toko daring, juga penting. Peran pemuda dan perempuan sebagai agen penggerak harus diperkuat, dengan pemuda fokus pada teknologi dan pemasaran digital, sementara kelompok perempuan diperkuat dalam produksi dan pengelolaan usaha. Sinergi antara pemerintah desa, akademisi, dan stakeholder diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi desa yang adaptif, partisipatif, dan nyata, sehingga briket gula aren tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga menempatkan desa sebagai pusat inovasi berbasis potensi lokal yang berdaya saing tinggi.
| File size | 683.25 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UBUB Materi ini diberikan kepada mitra pelaku usaha perikanan karena berpotensi mendukung pelaku usaha perikanan yang lebih ramah lingkungan. Hasil evaluasiMateri ini diberikan kepada mitra pelaku usaha perikanan karena berpotensi mendukung pelaku usaha perikanan yang lebih ramah lingkungan. Hasil evaluasi
UBUB Kesimpulannya, kombinasi strategi rebranding yang efektif dan tata kelola usaha yang baik mampu meningkatkan daya saing industri. Berdasarkan kegiatanKesimpulannya, kombinasi strategi rebranding yang efektif dan tata kelola usaha yang baik mampu meningkatkan daya saing industri. Berdasarkan kegiatan
SALNESIASALNESIA Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan konsumen Muslim yang menginginkan produk yang memenuhi standar halal. Dalam Islam, makanan dan produk yangHal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan konsumen Muslim yang menginginkan produk yang memenuhi standar halal. Dalam Islam, makanan dan produk yang
KOMPETIFKOMPETIF Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap volume penjualan pada UMKM Camilan Mumus. Berdasarkan data yang diperolehHasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap volume penjualan pada UMKM Camilan Mumus. Berdasarkan data yang diperoleh
UNILAUNILA Sementara itu, strategi penghidupan rumah tangga petani di Desa Kayu Labu mengandalkan modal alam dan sektor pertanian, seperti perikanan dan kerajinanSementara itu, strategi penghidupan rumah tangga petani di Desa Kayu Labu mengandalkan modal alam dan sektor pertanian, seperti perikanan dan kerajinan
KOMPETIFKOMPETIF Perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga memainkan peran ganda, yaitu memenuhi tanggung jawab rumah tangga sekaligus mencari nafkah. Penelitian iniPerempuan sebagai penopang ekonomi keluarga memainkan peran ganda, yaitu memenuhi tanggung jawab rumah tangga sekaligus mencari nafkah. Penelitian ini
KOMPETIFKOMPETIF Kesimpulannya, kinerja pengusaha bisnis kuliner dapat dikategorikan cukup baik. dimensi terbesar yang ditemukan adalah efektivitas dan kualitas, sementaraKesimpulannya, kinerja pengusaha bisnis kuliner dapat dikategorikan cukup baik. dimensi terbesar yang ditemukan adalah efektivitas dan kualitas, sementara
KOMPETIFKOMPETIF Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada 16 usaha UMKM di Pasir Pengaraian. Hasil menunjukkan bahwa UMKM memilikiMetode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada 16 usaha UMKM di Pasir Pengaraian. Hasil menunjukkan bahwa UMKM memiliki
Useful /
UNRAMUNRAM Permasalahan ini dapat diatasi dengan karantina benih sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis pembuatan dan pemanfaatanPermasalahan ini dapat diatasi dengan karantina benih sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis pembuatan dan pemanfaatan
UNRAMUNRAM Program pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat di Kelurahan Kulaba melalui transfer pengetahuan dan keterampilanProgram pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat di Kelurahan Kulaba melalui transfer pengetahuan dan keterampilan
UNRAMUNRAM Hasil formulasi menunjukkan pelet yang diproduksi memiliki kandungan protein kasar 30–32% dan energi metabolisme 2900–3100 kkal/kg, sesuai dengan standarHasil formulasi menunjukkan pelet yang diproduksi memiliki kandungan protein kasar 30–32% dan energi metabolisme 2900–3100 kkal/kg, sesuai dengan standar
UNILAUNILA ) sebagai sampel dengan 6 ulangan dan 2 faktor yaitu letak aksial (pangkal, tengah, dan ujung) dan ketebalan papan (2 cm, 3 cm, dan 4 cm). Penyusunan skedul) sebagai sampel dengan 6 ulangan dan 2 faktor yaitu letak aksial (pangkal, tengah, dan ujung) dan ketebalan papan (2 cm, 3 cm, dan 4 cm). Penyusunan skedul