ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA
Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi EkonomiProfesionalisme personel Direktorat Keamanan Negara sangat penting untuk mencapai intelijen keamanan yang unggul, tajam, dan dapat diandalkan. Namun, terdapat ambiguitas dalam penempatan peran pengawas operasional di dalam Direktorat tersebut. Peneliti mengidentifikasi kinerja, kompetensi, loyalitas, dan akuntabilitas sebagai faktor kunci yang memengaruhi profesionalisme personel pengawas operasional (BOP) Intelijen Keamanan Polri. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis permasalahan seputar ketidaksesuaian antara penempatan BOP dan kebutuhan direktorat operasional, serta merancang strategi efektif untuk meningkatkan profesionalisme personel BOP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk tinjauan pustaka, observasi di Direktorat Keamanan Negara, dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan tiga isu utama. Pertama, profesionalisme yang suboptimal disebabkan oleh kompetensi teknis, manajerial, dan sosial-budaya yang tidak memadai sehingga memengaruhi kinerja. Kedua, perangkat lunak, seperti kebijakan karier dan jabatan fungsional di direktorat operasional Intelijen Keamanan, perlu dioptimalkan. Terakhir, peningkatan kinerja, kompetensi, loyalitas, dan akuntabilitas adalah pendorong vital untuk meningkatkan profesionalisme personel pengawas operasional di lingkungan Direktorat Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Regulasi yang mengatur pengembangan karier personel Bhayangkara Operasional (BOP), khususnya perwira pertama Polri, belum optimal karena belum mempertimbangkan sertifikasi keterampilan dan peran mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) secara menyeluruh.Profesionalisme personel BOP dipengaruhi oleh aspek kinerja, kompetensi, loyalitas, dan akuntabilitas, yang semuanya esensial untuk kualitas informasi intelijen dan stabilitas nasional.Untuk meningkatkan profesionalisme ini, diperlukan regulasi baru, komitmen pimpinan dalam mengisi kekosongan struktural, restrukturisasi organisasi yang mendukung peran BOP, serta penelitian lanjutan mengenai pola rekrutmen berbasis kompetensi dan perilaku.
Menindaklanjuti temuan terkait tantangan profesionalisme personel Bhayangkara Operasional (BOP) di Direktorat Keamanan Negara, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian kuantitatif yang menguji hubungan antara struktur kompensasi dan kesejahteraan (termasuk tunjangan jabatan dan kinerja) dengan tingkat kepuasan kerja, retensi, serta performa jangka panjang personel BOP. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi apakah kesenjangan tunjangan saat ini secara signifikan memengaruhi motivasi dan profesionalisme mereka, serta merumuskan model kompensasi yang lebih adil dan memotivasi. Kedua, mengingat adanya disparitas kompetensi di antara personel BOP, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas program pelatihan yang dirancang khusus, seperti pelatihan kompetensi teknis intelijen atau keterampilan manajerial kepemimpinan operasional, dibandingkan dengan program pelatihan generik. Hal ini akan membantu menentukan jenis intervensi pelatihan yang paling efektif untuk menutup kesenjangan kompetensi dan secara langsung meningkatkan kualitas kinerja di lapangan. Ketiga, untuk mengatasi ambiguitas penempatan dan jalur karier fungsional personel BOP, penelitian dapat mengeksplorasi secara kualitatif dampak psikologis dan operasional jangka panjang dari tidak adanya kejelasan posisi struktural terhadap semangat kerja, loyalitas, dan identitas profesional personel. Studi ini juga bisa mengkaji bagaimana implikasi struktural saat ini memengaruhi pengambilan keputusan di tingkat unit dan efisiensi operasional secara keseluruhan, memberikan dasar kuat untuk perancangan ulang struktur organisasi yang lebih adaptif dan memberdayakan. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini akan memberikan landasan empiris yang kuat bagi perumus kebijakan untuk mengembangkan strategi peningkatan profesionalisme yang holistik dan berkelanjutan.
| File size | 688.75 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURYAUNSURYA Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa)Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa)
HARPRESSIDHARPRESSID Tujuan dari Undang-Undang ASN adalah Kemerdekaan, Kompetensi, Produktivitas Kerja, Integritas, Kesejahteraan, Kualitas Pelayanan Publik, serta Pengawasan,Tujuan dari Undang-Undang ASN adalah Kemerdekaan, Kompetensi, Produktivitas Kerja, Integritas, Kesejahteraan, Kualitas Pelayanan Publik, serta Pengawasan,
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan ganda: pertama, diciptakannya website yang stabil dan fungsional dilengkapi modul transparansi dan promosi; kedua,Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan ganda: pertama, diciptakannya website yang stabil dan fungsional dilengkapi modul transparansi dan promosi; kedua,
STIEALWASHLIYAHSIBOLGASTIEALWASHLIYAHSIBOLGA Dengan efektivitas kerja, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya sesuai dengan waktu yang ditetapkanDengan efektivitas kerja, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya sesuai dengan waktu yang ditetapkan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Hasil kajian memperlihatkan bila kepemimpinan, kompetensi, dan pelatihan secara positif signifikan memengaruhi kinerja pegawai, baik secara langsung ataupunHasil kajian memperlihatkan bila kepemimpinan, kompetensi, dan pelatihan secara positif signifikan memengaruhi kinerja pegawai, baik secara langsung ataupun
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Populasi dalam penelitian ini adalah 658 penduduk di Desa Buntu Buangin dengan penarikan sampel menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 87 sampel. PenelitianPopulasi dalam penelitian ini adalah 658 penduduk di Desa Buntu Buangin dengan penarikan sampel menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 87 sampel. Penelitian
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Diskusi yang komprehensif ini menegaskan urgensi pengembangan dan pemanfaatan teknologi terkini dalam rangka mencapai keberlanjutan energi dan materialDiskusi yang komprehensif ini menegaskan urgensi pengembangan dan pemanfaatan teknologi terkini dalam rangka mencapai keberlanjutan energi dan material
STAIBSLLGSTAIBSLLG Pendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi lapangan seperti observasi, dokumentasi, dan wawancara. Dalam upaya penelitianPendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi lapangan seperti observasi, dokumentasi, dan wawancara. Dalam upaya penelitian
Useful /
UBTUBT Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 pengrajin gula aren di Desa Letta, KecamatanJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 pengrajin gula aren di Desa Letta, Kecamatan
UBTUBT Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun, lebar daun, berat tajuk, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhanParameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun, lebar daun, berat tajuk, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Untuk platform donasi crowdfunding, disarankan untuk memprioritaskan implementasi inovasi yang efektif untuk meningkatkan layanan mereka bagi masyarakatUntuk platform donasi crowdfunding, disarankan untuk memprioritaskan implementasi inovasi yang efektif untuk meningkatkan layanan mereka bagi masyarakat
STAIBSLLGSTAIBSLLG Menurut Sumarkan dan Tutik Triwulan, akar kata qolaba dalam Al-Quran adalah 168.36 kata adalah kata kerja dan 132 adalah kata benda. Jika kita dapat berdialogMenurut Sumarkan dan Tutik Triwulan, akar kata qolaba dalam Al-Quran adalah 168.36 kata adalah kata kerja dan 132 adalah kata benda. Jika kita dapat berdialog