STAIMADIUNSTAIMADIUN

An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan SosialAn-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial

Permainan seringkali hanya dipandang sebagai hiburan belaka dan mengabaikan pelajaran berharga yang dikandungnya. Namun permainan tradisional Indonesia mempunyai nilai-nilai luhur kebangsaan yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran agama. Meski demikian, di kalangan ulama, masih terjadi perdebatan mengenai diperbolehkannya bermain game. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif Islam terhadap permainan dan menunjukkan bagaimana permainan tradisional Indonesia dapat mengajarkan nilai-nilai tasawwuf, dimensi spiritual Islam. Dengan melakukan hal ini, dua pertanyaan kunci akan terjawab: (1) Apa sudut pandang Islam terhadap game? dan (2) Bagaimana permainan tradisional Indonesia dapat menjadi wadah pengajaran nilai-nilai Tasawwuf? Tulisan ini akan membandingkan berbagai pendapat mengenai permainan dari sudut pandang Islam dan menganalisis nilai-nilai Tasawwuf yang melekat pada permainan tradisional Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan pengumpulan datanya melalui penelitian kepustakaan. Temuan ini menyoroti bahwa permainan tradisional mencakup nilai-nilai tasawuf seperti al-Maqāmat (stasiun spiritual), pengendalian diri, dan isolasi diri (khalwā). Studi ini menyoroti pentingnya permainan tradisional dalam mendorong pengembangan spiritual dan memperkaya pendidikan agama. Laporan ini menyoroti potensi permainan sebagai alat yang berharga untuk menanamkan nilai-nilai agama dan mendorong pertumbuhan holistik di kalangan individu, khususnya dalam kerangka Islam.

Permainan digunakan secara luas oleh orang-orang, terutama anak-anak, untuk bersenang-senang dengan teman-teman mereka.Namun, jarang sekali orang mengambil pelajaran di balik permainan tersebut.Selain itu, permainan tradisional Indonesia sebagai warisan budaya kurang menarik bagi anak-anak saat ini.Oleh karena itu, perlu untuk mereinventasi makna setiap permainan untuk merefleksikan kebaikan kepada anak-anak sambil melestarikan tradisi Indonesia.Peran guru dan orang tua sangat diperlukan karena mereka tahu bagaimana menjelaskan kepada anak-anak.Permainan telah menjadi kontroversial di kalangan sarjana Islam karena dapat menjadi lalai.Namun, jika digunakan dengan bijaksana dan tidak melanggar syariah, maka permainan diperbolehkan.Dengan demikian, jika permainan dapat bermanfaat bagi pemain, permainan dapat menjadi sunnah, seperti berkuda dan menembak.Namun, jika permainan merugikan pemain, permainan dianggap haram.Berbeda dengan permainan lainnya, permainan tradisional Indonesia pada dasarnya memiliki nilai mulia daripada permainan digital di era kontemporer.Permainan tradisional Indonesia juga bermanfaat dalam mengajarkan tasawwuf kepada anak-anak, yang tidak terpisahkan dari permainan.Engklek dapat mengajarkan maqāmat atau tingkat seorang pemuja dan memenuhi hukum syariah.Congklak atau Dakon memiliki nilai dalam mengajarkan anak-anak menahan diri dari keinginan mereka.Sementara itu, petak umpat (bersembunyi dan mencari) mengajarkan kita untuk melakukan uzla dalam beberapa situasi dan bersembunyi dari orang-orang untuk sementara waktu untuk mengisi ulang spiritualitas dan hubungan kita dengan Tuhan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara permainan tradisional Indonesia dengan permainan modern atau digital dalam hal nilai-nilai tasawwuf yang mereka ajarkan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana permainan tradisional dapat menjadi alat yang efektif dalam mengajarkan tasawwuf kepada generasi muda, terutama dalam konteks pendidikan agama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana permainan tradisional dapat digunakan sebagai media untuk melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya Indonesia, serta bagaimana permainan ini dapat membantu dalam pengembangan karakter dan spiritualitas individu. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana permainan tradisional dapat diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan formal, terutama dalam konteks pendidikan agama, untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai tasawwuf.

  1. The Contribution of Bugis' Traditional Games in Strengthening Students' Character Education... journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi/article/view/9753The Contribution of Bugis Traditional Games in Strengthening Students Character Education journal uinsgd ac index php jpi article view 9753
  2. DOI Name 10.24090 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.24090DOI Name 10 24090 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 24090
  3. IBDA": Jurnal Kajian Islam dan Budaya. islamic traditional games kaili tribe palu city ibda jurnal... doi.org/10.24090/ibda.v20i2.6948IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya islamic traditional games kaili tribe palu city ibda jurnal doi 10 24090 ibda v20i2 6948
  4. Analysis and Identification of the Value of Anti-Corruption Education in Indonesian Traditional Games... doi.org/10.2991/assehr.k.200402.017Analysis and Identification of the Value of Anti Corruption Education in Indonesian Traditional Games doi 10 2991 assehr k 200402 017
Read online
File size1.13 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test