ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Prolanis adalah program proaktif yang terintegrasi dan dikembangkan langsung oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan utama untuk menurunkan resiko komplikasi. Setiap tahunnya jumlah pasien prolanis dibeberapa fasilitas kesehatan di Kota Kendari semakin bertambah. Tujuan pengobatan dilakukan selain untuk pengobatan, juga untuk mencegah terjadinya komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Adanya prolanis ini akan meminimalisirkan hal tersebut, angka kematian penyakit tidak menular terutama penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran kepatuhan minum obat pada pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua. Rancangan penelitian cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan instrumen MMAS-8 untuk mengukur tingkat kepatuhan dalam minum obat pasien prolanis. Bahan dan sumber data dalam penelitian ini diambil dari data pasien prolanis yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Wua-wua. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua kategori patuh sebanyak (5%), sedang (30%) dan tidak patuh (65%). Mayoritas pasien prolanis di puskesmas wua-wua tidak patuh dalam menggunakan obat. Ketidakpatuhan pasien disebabkan karena lupa dalam minum obat, merasa kondisi sudah membaik, kurang nyaman dengan obat, kesulitan dalam mengingat waktu minum obat.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua termasuk dalam kategori tidak patuh dalam minum obat.Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik demografi dengan kepatuhan minum obat pada pasien prolanis di Puskesmas Wua-wua.

Melihat hasil penelitian ini yang menunjukkan ketidakpatuhan mayoritas pasien Prolanis di Puskesmas Wua-wua dan tidak adanya hubungan signifikan dengan faktor demografi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perluasan cakupan studi dengan jumlah sampel pasien Prolanis yang lebih besar dan representatif dari berbagai wilayah sangat dianjurkan. Ini penting untuk mengkonfirmasi apakah faktor sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, atau jumlah obat, yang dalam penelitian ini tidak signifikan, mungkin sebenarnya memiliki pengaruh yang teridentifikasi dengan kekuatan statistik lebih tinggi pada populasi yang lebih luas. Penelitian juga bisa mengidentifikasi kombinasi faktor-faktor yang secara kolektif memengaruhi kepatuhan. Kedua, disarankan untuk melakukan penelitian kualitatif mendalam, seperti wawancara fokus grup, guna menggali alasan-alasan subjektif di balik ketidakpatuhan. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang pengalaman pasien, persepsi mereka terhadap pengobatan, serta pengaruh faktor psikososial atau budaya yang belum terungkap. Ketiga, pengembangan dan evaluasi intervensi inovatif untuk meningkatkan kepatuhan adalah langkah krusial. Ini bisa meliputi program edukasi interaktif, penggunaan aplikasi pengingat obat, atau penguatan sistem dukungan keluarga dan komunitas. Studi intervensi sebaiknya berdesain longitudinal untuk mengukur efektivitas jangka panjang dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta hasil klinis pasien Prolanis, guna merumuskan strategi berkelanjutan.

Read online
File size239.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test