STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihLatar belakang: Malnutrisi menggambarkan keadaan keseluruhan status gizi yang buruk, termasuk kekurangan gizi dan kelebihan gizi makronutrien dan atau mikronutrien. Lansia sangat rentan terhadap konsekuensi terkait malnutrisi, seperti peningkatan risiko jatuh, penurunan fungsi fisik, peningkatan risiko komplikasi yang mengancam jiwa, dan peningkatan mortalitas. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi malnutrisi pada lanjut usia berdasarkan Mini Nutritional Assesment-Short Form (MNA-SF) di posyandu Lansia Surabaya. Metode: Desain penelitian ini dengan studi deskriptif yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi target pada penelitian ini adalah lansia umur ≥60 tahun di Posyandu Lansia Surabaya yang berjumlah 61 lansia. Teknik sampling dengan total sampling. Data dikumpulkan dengan cara mengisi kuisioner Mini Nutritional Assesment-Short Form (MNA-SF). Hasil: Hasil penelitian didapatkan kondisi status gizi lansia berdasarkan MNA-SF sebanyak 46 lansia (75,4%) lansia status gizi normal, 14 lansia (23%) berstatus gizi resiko malnutrisi dan 1 lansia (1,6%) lansia berstatus gizi malnutrisi. Karakteristik responden menunjukkan lansia perempuan (82%) lebih banyak dibandingkan laki-laki (18%). Indeks Massa Tubuh yang mengalami obesitas (37,7%), kurang (3,3%) dan sisanya normal (49,2%). Sebagian besar lansia (55,7%) masih mempunyai penghasilan sendiri, 44,3%.
Prevalensi malnutrisi adalah 1,6%, risiko malnutrisi 23%, dan 75,5% normal.Identifikasi dan penanganan dini terhadap masalah gizi lansia dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan status gizi lansia secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.Upaya peningkatan kesadaran mengenai pentingnya nutrisi yang baik pada lansia perlu ditingkatkan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap risiko malnutrisi pada lansia di Surabaya, seperti faktor sosial ekonomi, akses terhadap makanan bergizi, dan pengetahuan tentang gizi. Kedua, studi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi lansia melalui edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, atau program olahraga dapat dieksplorasi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi lansia mengenai masalah gizi yang mereka hadapi, serta hambatan yang mereka alami dalam mengakses makanan bergizi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai masalah malnutrisi pada lansia dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif, sehingga meningkatkan kualitas hidup lansia di Surabaya.
- Malnutrition in the elderly - Clodagh Corcoran, Craig Murphy, Eamonn P Culligan, Janette Walton, Roy... doi.org/10.1177/0036850419854290Malnutrition in the elderly Clodagh Corcoran Craig Murphy Eamonn P Culligan Janette Walton Roy doi 10 1177 0036850419854290
- Malnutrition Screening in the Elderly Population - Dylan Harris, Nadim Haboubi, 2005. malnutrition screening... doi.org/10.1258/jrsm.98.9.411Malnutrition Screening in the Elderly Population Dylan Harris Nadim Haboubi 2005 malnutrition screening doi 10 1258 jrsm 98 9 411
- Disease-related Malnutrition: An Evidence-based Approach to Treatment - Clinical Nutrition. disease related... clinicalnutritionjournal.com/retrieve/pii/S0261561403001675Disease related Malnutrition An Evidence based Approach to Treatment Clinical Nutrition disease related clinicalnutritionjournal retrieve pii S0261561403001675
| File size | 179.36 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (p-value 0. 032:, odd rasio: 2. 783). Simpulan:Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (p-value 0. 032:, odd rasio: 2. 783). Simpulan:
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Sebagian besar responden tidak mengalami depresi (50,5%). Uji korelasi Gamma menunjukkan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara lama menjalaniSebagian besar responden tidak mengalami depresi (50,5%). Uji korelasi Gamma menunjukkan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara lama menjalani
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Hasil: Gambaran responden 70,4% pernah berpacaran, 66,2% melakukan sexting dan berfantasi seks, dan 47,9% memiliki pola toxic parents dominan. AnalisisHasil: Gambaran responden 70,4% pernah berpacaran, 66,2% melakukan sexting dan berfantasi seks, dan 47,9% memiliki pola toxic parents dominan. Analisis
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Study kasus dilakukan pada pasien usia 91 tahun dengan CVA Hemorargik pada pengkajian didapatkan data kulit kurang elastis, keriput, dan pada daerah tonjolanStudy kasus dilakukan pada pasien usia 91 tahun dengan CVA Hemorargik pada pengkajian didapatkan data kulit kurang elastis, keriput, dan pada daerah tonjolan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH 3. Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan sebagian besar responden menjalani hemodialisis lebih dari 3 tahun dan memiliki kualitas hidup yang baik. Hasil3. Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan sebagian besar responden menjalani hemodialisis lebih dari 3 tahun dan memiliki kualitas hidup yang baik. Hasil
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 51 lansia hipertensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah PSQI (Pittsburgh SleepPengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 51 lansia hipertensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah PSQI (Pittsburgh Sleep
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Tingkat self‑management pasien terbagi menjadi 46,6 % baik dan 53,4 % cukup, yang dipengaruhi oleh faktor‑faktor seperti self‑efficacy, dukunganTingkat self‑management pasien terbagi menjadi 46,6 % baik dan 53,4 % cukup, yang dipengaruhi oleh faktor‑faktor seperti self‑efficacy, dukungan
UNDANAUNDANA Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan analisis rugi/laba, analisis R/C ratio dan Metode Hayami. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagaiMetode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan analisis rugi/laba, analisis R/C ratio dan Metode Hayami. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai
Useful /
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Sampel sebanyak 235 peserta yang diambil dari 15 kelas di MA Negeri 1 Serang, Banten. Berdasarkan analisis data, pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakanSampel sebanyak 235 peserta yang diambil dari 15 kelas di MA Negeri 1 Serang, Banten. Berdasarkan analisis data, pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Asesmen yang digunakan berbentuk asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen formatif digunakan di awal atau selama proses pembelajaran berlangsung,Asesmen yang digunakan berbentuk asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen formatif digunakan di awal atau selama proses pembelajaran berlangsung,
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Ketika salah satu kompetensi ini tidak dikuasai dengan baik, maka layanan kebidanan tidak lagi bersifat holistik. Pemahaman yang baik terhadap pengetahuanKetika salah satu kompetensi ini tidak dikuasai dengan baik, maka layanan kebidanan tidak lagi bersifat holistik. Pemahaman yang baik terhadap pengetahuan
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Responden yang awalnya tidak yakin dapat memberikan ASI, khususnya ibu bekerja, mengalami pergeseran positif setelah intervensi. Program ini memberikanResponden yang awalnya tidak yakin dapat memberikan ASI, khususnya ibu bekerja, mengalami pergeseran positif setelah intervensi. Program ini memberikan