STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihLatar belakang : Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya semakin meningkat dan ditandai oleh penurunan fungsi insulin dan atau defisiensi insulin relatif. Di indonesia prevalensi DMT2 semakin meningkat dan menempati peringkat keempat jumlah penderita diabetes terbanyak di seluruh dunia sebanyak 20,4 juta atau 8,4 %. Penyakit ini dapat terjadi pada usia produktif < 35 tahun. Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta termasuk dalam populasi yang rentan mengalami risiko dengan jumlah prevalensi sebesar 34,92%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat resiko dan health beliefs tentang perilaku pencegahan DMT2 pada mahasiswa STIKes Panti Rapih. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis survey dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKes Panti sejumlah 573 orang. Dengan menggunakan teknik random sampling didapatkan sampel sebanyak 260 orang. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat sebanyak 142 mahasiswa (54,65 %) memiliki tingkat resiko rendah mengalami DMT2 dan sebanyak 179 mahasiswa (68,8 %) memiliki health beliefs tinggi. Hasil uji statistik hubungan antara tingkat risiko dan health belief tentang perilaku pencegahan DM tipe 2 pada mahasiswa stikes panti rapih yogyakarta didapatkan p-value sebesar 0,0095. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat risiko DMT2 dan health belief karena berdasarkan tingkat pendidikan, usia, serta riwayat penyakit mayoritas memiliki tingkat resiko rendah mengalami DM Tipe 2. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan tingkat risiko dengan perilaku pencegahan DMT2 pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tingkat risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 dan health beliefs pada mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.Hal ini disebabkan mayoritas responden memiliki tingkat risiko rendah dan health beliefs yang tinggi.Penelitian ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat risiko dan perilaku pencegahan DMT2 pada populasi mahasiswa ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai latar belakang sosial ekonomi untuk menguji generalisasi temuan ini. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi health beliefs dan perilaku pencegahan DMT2 pada mahasiswa, seperti peran dukungan sosial, akses informasi, dan norma budaya. Ketiga, penelitian intervensi berbasis teori health belief dapat dirancang dan diimplementasikan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan DMT2 pada mahasiswa, serta mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut dalam jangka panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas pencegahan DMT2 pada populasi mahasiswa dan berkontribusi pada pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe Dua di RS Bhayangkara Kota Kupang | Timorese Journal of... doi.org/10.35508/tjph.v1i1.2122Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe Dua di RS Bhayangkara Kota Kupang Timorese Journal of doi 10 35508 tjph v1i1 2122
- ANALISIS GEN TCF7L2 (Trancription Factor 7 Like 2) PADA KELUARGA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 KECAMATAN... journal.um-surabaya.ac.id/index.php/analis/article/view/6065ANALISIS GEN TCF7L2 Trancription Factor 7 Like 2 PADA KELUARGA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 KECAMATAN journal um surabaya ac index php analis article view 6065
- Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati. faktor risiko timbulnya diabetes melitus remaja sleman skoring... formilkesmas.respati.ac.id/index.php/formil/article/view/271Jurnal Formil Forum Ilmiah Kesmas Respati faktor risiko timbulnya diabetes melitus remaja sleman skoring formilkesmas respati ac index php formil article view 271
- Influence of Gender in Diabetes Mellitus and Its Complication. influence gender diabetes mellitus complication... doi.org/10.3390/ijms23168850Influence of Gender in Diabetes Mellitus and Its Complication influence gender diabetes mellitus complication doi 10 3390 ijms23168850
- Determinan Risiko dan Pencegahan terhadap Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Produktif... journals.prosciences.net/index.php/JPHE/article/view/148Determinan Risiko dan Pencegahan terhadap Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Produktif journals prosciences index php JPHE article view 148
| File size | 241.9 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatanStres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan
UNIVMEDUNIVMED Referensi dilacak menggunakan berbagai basis data, seperti Google Scholar, PubMed (MEDLINE), dan sumber lainnya (mesin pencari Google dan pencarian manualReferensi dilacak menggunakan berbagai basis data, seperti Google Scholar, PubMed (MEDLINE), dan sumber lainnya (mesin pencari Google dan pencarian manual
JCEHJCEH Temuan menunjukkan bahwa 53,1% responden memiliki pemahaman sedang tentang faktor risiko stroke dan deteksi dini gejala stroke, 26,5% menunjukkan pengetahuanTemuan menunjukkan bahwa 53,1% responden memiliki pemahaman sedang tentang faktor risiko stroke dan deteksi dini gejala stroke, 26,5% menunjukkan pengetahuan
JCEHJCEH Salah satu standar layanan antenatal terpadu yang diterapkan di Indonesia adalah pemeriksaan antenatal 14T, yang meliputi penilaian fisik, pemeriksaanSalah satu standar layanan antenatal terpadu yang diterapkan di Indonesia adalah pemeriksaan antenatal 14T, yang meliputi penilaian fisik, pemeriksaan
UNIVMEDUNIVMED Studi ini menilai prevalensi mutasi ini dan mengidentifikasi faktor risiko terkait pada pasien dengan terapi antiretroviral pertama berbasis nukleosidaStudi ini menilai prevalensi mutasi ini dan mengidentifikasi faktor risiko terkait pada pasien dengan terapi antiretroviral pertama berbasis nukleosida
STIEGICISTIEGICI Adapun sample tersebut berjumlah 86 responden, dengn menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil regresi menunjukan bahwa Hasil regresi menunjukanAdapun sample tersebut berjumlah 86 responden, dengn menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil regresi menunjukan bahwa Hasil regresi menunjukan
UISUUISU Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun IV Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang mengalami diare yangPopulasi sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun IV Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang mengalami diare yang
UISUUISU Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan desain cross-sectional. Populasi adalah rerata keluarga pasien rawat inap anak yang memanfaatkanMetode yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan desain cross-sectional. Populasi adalah rerata keluarga pasien rawat inap anak yang memanfaatkan
Useful /
DWCUDWCU Tantangannya adalah mendeteksi penyakit ini pada tahap awal. Meskipun teknik pencitraan telah maju, mendeteksi metastasis awal masih menjadi masalah. Tumor-infiltratingTantangannya adalah mendeteksi penyakit ini pada tahap awal. Meskipun teknik pencitraan telah maju, mendeteksi metastasis awal masih menjadi masalah. Tumor-infiltrating
DWCUDWCU sanguinis ATCC 10556 dihambat oleh ekstrak daun stevia secara in vitro. Selain itu, 5,36% ekstrak daun stevia sama efektifnya dengan klorheksidin glukonatsanguinis ATCC 10556 dihambat oleh ekstrak daun stevia secara in vitro. Selain itu, 5,36% ekstrak daun stevia sama efektifnya dengan klorheksidin glukonat
UNIVMEDUNIVMED WJ-MSCs diisolasi menggunakan metode kultur eksplan, dengan sel menempel pada labu T75 yang dilapisi gelatin 2%. Kultur dipelihara dalam medium DulbeccosWJ-MSCs diisolasi menggunakan metode kultur eksplan, dengan sel menempel pada labu T75 yang dilapisi gelatin 2%. Kultur dipelihara dalam medium Dulbeccos
STTMWCSTTMWC 1-14 bukanlah mengajarkan untuk memaksa atau mengganggu Tuhan melalui doa yang terus-menerus. Tuhan tidak perlu dipaksa karena Ia sudah mengetahui kebutuhan1-14 bukanlah mengajarkan untuk memaksa atau mengganggu Tuhan melalui doa yang terus-menerus. Tuhan tidak perlu dipaksa karena Ia sudah mengetahui kebutuhan