DWCUDWCU
berkala ilmiah kedokteran duta wacanaberkala ilmiah kedokteran duta wacanaLatar Belakang: Biofilm oral berperan signifikan dalam penyakit oral seperti karies dan penyakit periodontal. Streptococcus sanguinis merupakan komponen kunci dalam perkembangan biofilm oral. Pembentukan biofilm dapat dihambat dengan menggunakan zat anti-adhesi dan antibakteri yang terkandung dalam tumbuhan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M.) mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin, yang mungkin memiliki sifat anti-adhesi dan antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek ekstrak daun stevia terhadap penghambatan pembentukan biofilm S. sanguinis ATCC 10556. Metode: Penghambatan pembentukan biofilm diperiksa menggunakan pelat mikro 96-sumur. Berbagai konsentrasi ekstrak daun stevia (5,36, 2,68, 1,34, dan 0,67%), klorheksidin glukonat 0,2% (kontrol positif), dan PBS (kontrol negatif) diinkubasi dengan S. sanguinis dalam media BHI selama 24 jam. Biofilm kemudian diwarnai dengan kristal violet 0,1% dan absorbansinya diukur menggunakan pembaca mikroplate (𝜆 = 540 nm). Hasil: ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok dalam penghambatan pembentukan biofilm S. sanguinis. Uji Post-Hoc LSD menunjukkan bahwa ekstrak daun stevia 5,36% memiliki efektivitas yang sama dengan klorheksidin glukonat 0,2%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa biofilm S. sanguinis ATCC 10556 dihambat oleh ekstrak daun stevia secara in vitro. Selain itu, 5,36% ekstrak daun stevia sama efektifnya dengan klorheksidin glukonat 0,2% dalam menghambat pembentukan biofilm S. sanguinis ATCC 10556.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun stevia secara in vitro mampu menghambat pembentukan biofilm Streptococcus sanguinis ATCC 10556.Konsentrasi 5,36% ekstrak daun stevia terbukti memiliki efektivitas yang setara dengan klorheksidin glukonat 0,2% dalam menghambat pembentukan biofilm tersebut.Temuan ini mengindikasikan potensi ekstrak daun stevia sebagai alternatif agen antibiofilm dalam perawatan kesehatan oral.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak daun stevia yang bertanggung jawab atas efek penghambatan biofilm terhadap S. sanguinis. Hal ini dapat dilakukan melalui analisis fitokimia dan pengujian aktivitas biologis senyawa-senyawa tersebut secara terpisah. Kedua, penelitian in vivo pada model hewan atau uji klinis pada manusia diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan ekstrak daun stevia sebagai agen antibiofilm dalam kondisi yang lebih relevan secara klinis. Penelitian ini juga harus mempertimbangkan potensi efek samping dan interaksi dengan perawatan oral lainnya. Ketiga, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan formulasi dan metode pengiriman ekstrak daun stevia, seperti pengembangan obat kumur atau gel topikal, untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya dalam menghambat pembentukan biofilm di rongga mulut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan penyakit periodontal berbasis bahan alami.
- DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
- DOI Name 10.4161 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 29z crossref desc 30z landes... doi.org/10.4161DOI Name 10 4161 Values doi name values index type timestamp data hs serv 29z crossref desc 30z landes doi 10 4161
- WJOUD-1731-u001.eps. pdf obj mathtype 24t00 00z wjoud u001 eps endstream endobj wko jv 1v n3 yy uj ny... wjoud.com/doi/10.5005/jp-journals-10015-1731WJOUD 1731 u001 eps pdf obj mathtype 24t00 00z wjoud u001 eps endstream endobj wko jv 1v n3 yy uj ny wjoud doi 10 5005 jp journals 10015 1731
- DOI Name 10.2217 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 54z crossref email 34z admin... doi.org/10.2217DOI Name 10 2217 Values doi name values index type timestamp data hs serv 54z crossref email 34z admin doi 10 2217
| File size | 207.22 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU , dan dua isolat belum teridentifikasi. Hasil pengujian pada perkecambahan tanaman kedelai menunjukkan terdapat empat isolat yang tidak menghambat pertumbuhan, dan dua isolat belum teridentifikasi. Hasil pengujian pada perkecambahan tanaman kedelai menunjukkan terdapat empat isolat yang tidak menghambat pertumbuhan
UINUIN Dalam membandingkan kinerja pelarut, diperoleh urutan sebagai berikut: ChCl–Fruktosa > ChCl–Xilosa > ChCl–Maltosa > ChCl–Glukosa. Temuan ini menunjukkanDalam membandingkan kinerja pelarut, diperoleh urutan sebagai berikut: ChCl–Fruktosa > ChCl–Xilosa > ChCl–Maltosa > ChCl–Glukosa. Temuan ini menunjukkan
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari pre-test menjadi post-test, membuktikan efektivitas pendekatan edukatif berbasis praktik langsung.metodeHasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari pre-test menjadi post-test, membuktikan efektivitas pendekatan edukatif berbasis praktik langsung.metode
UNSULBARUNSULBAR Untuk penelitian lebih lanjut diharapkan mendorong penelitian lintas disiplin (mikrobiologi, bioteknologi, pertanian, farmasi) untuk pengembangan produkUntuk penelitian lebih lanjut diharapkan mendorong penelitian lintas disiplin (mikrobiologi, bioteknologi, pertanian, farmasi) untuk pengembangan produk
UGMUGM Zingiber ottensii (bangle hantu) merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang dikenal memiliki efek farmakologis. Beberapa penelitian telah menunjukkanZingiber ottensii (bangle hantu) merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang dikenal memiliki efek farmakologis. Beberapa penelitian telah menunjukkan
UNUKALTIMUNUKALTIM Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 butir telur bebek yang dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu tanpa perendaman larutan daun sirih (AB1) dan denganSampel dalam penelitian ini berjumlah 120 butir telur bebek yang dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu tanpa perendaman larutan daun sirih (AB1) dan dengan
POLITALAPOLITALA Tingkat kebersihan dan higienis belum terlalu diperhatikan untuk menjaga mutu olahan tanaman obat. Berdasarkan beberapa masalah tersebut maka penting memberikanTingkat kebersihan dan higienis belum terlalu diperhatikan untuk menjaga mutu olahan tanaman obat. Berdasarkan beberapa masalah tersebut maka penting memberikan
UIRUIR Tanaman kenanga (Cananga odorata) merupakan tanaman pohon atau perdu yang bunganya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri. Pada penelitianTanaman kenanga (Cananga odorata) merupakan tanaman pohon atau perdu yang bunganya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri. Pada penelitian
Useful /
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan yaitu tanpa perlakuan pupuk NPK, NPK 50 kgha-1, NPK 100 kgha-1, NPK 150 kgha-1, NPK 200 kgha-1,Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan yaitu tanpa perlakuan pupuk NPK, NPK 50 kgha-1, NPK 100 kgha-1, NPK 150 kgha-1, NPK 200 kgha-1,
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU Metode yang dipakai ialah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor, dari kombinasiMetode yang dipakai ialah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor, dari kombinasi
PTTIPTTI 7 % dan presisi 100 % pada data uji. Teknik SMOTE‑Tomek menyeimbangkan kelas minoritas, sehingga meningkatkan recall dan F1-score. Model ini menunjukkan7 % dan presisi 100 % pada data uji. Teknik SMOTE‑Tomek menyeimbangkan kelas minoritas, sehingga meningkatkan recall dan F1-score. Model ini menunjukkan
PTTIPTTI Permintaan global akan otomasi yang menargetkan konsumsi dan penggunaan energi yang efisien melalui adopsi solusi manajemen terintegrasi menjadi normaPermintaan global akan otomasi yang menargetkan konsumsi dan penggunaan energi yang efisien melalui adopsi solusi manajemen terintegrasi menjadi norma