UINUIN
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk berbagai tanaman herbal. Rempah-rempah dan tumbuhan obat melimpah di Indonesia dan telah digunakan dalam kebiasaan lokal sejak zaman dahulu. Kunyit, jahe, dan temulawak adalah rimpang yang digunakan sebagai bumbu dalam masakan Indonesia serta obat alami. Penelitian ini mengkaji efisiensi pelarut eutektik dalam larutan alami (NADES) yang disintesis dari kolin klorida dan berbagai gula—fruktosa, glukosa, maltosa, dan xilosa—dalam ekstraksi senyawa polifenolik dari rimpang asli Indonesia: kunyit (Curcuma longa), jahe merah (Zingiber officinale), dan jahe wangi (Kaempferia galanga L). NADES disiapkan menggunakan kolin klorida sebagai akseptor ikatan hidrogen (HBA) dan gula sebagai donor ikatan hidrogen (HBD). Kadar total polifenol (TPC) dikuantifikasi dan dilaporkan dalam satuan mg asam galat ekuivalen (GAE)/g ekstrak. Kaempferia galanga menunjukkan kadar TPC tertinggi di antara rimpang, mencapai 32,21 mg GAE/g saat diekstraksi dengan NADES ChCl–Fruktosa. Curcuma longa dan Zingiber officinale menghasilkan masing-masing 20,05 mg GAE/g dan 25,84 mg GAE/g dalam kondisi pelarut yang sama. Dalam membandingkan kinerja pelarut, diperoleh urutan sebagai berikut: ChCl–Fruktosa > ChCl–Xilosa > ChCl–Maltosa > ChCl–Glukosa. Temuan ini menunjukkan bahwa polaritas pelarut dan kapasitas ikatan hidrogen sangat memengaruhi kelarutan polifenol serta efisiensi ekstraksi. NADES berbasis ChCl–Fruktosa menunjukkan potensi terbesar untuk ekstraksi ramah lingkungan dari fenolik bioaktif dari rimpang obat.
NADES merupakan pelarut alternatif yang memiliki potensi besar untuk digunakan dalam ekstraksi polifenol dari tanaman rimpang khas Indonesia.Urutan efisiensi ekstraksi secara keseluruhan adalah ChCl–Fru > ChCl–Xyl > ChCl–Mal > ChCl–Glu.Penelitian lebih lanjut mengenai ekstraksi senyawa rimpang khas Indonesia menggunakan NADES diperlukan untuk mengembangkan pemanfaatan NADES dalam bidang pangan, obat, dan kesehatan.
Pertama, perlu diteliti efektivitas kombinasi NADES berbasis kolin klorida dengan metode ekstraksi modern seperti ultrasonik atau microwave untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi polifenol dari rimpang lokal secara lebih optimal. Kedua, penting untuk mengevaluasi stabilitas dan aktivitas biologis (seperti antioksidan dan antiinflamasi) dari ekstrak polifenol yang diperoleh menggunakan NADES selama penyimpanan dalam kondisi berbeda, agar dapat dikembangkan sebagai bahan baku alami dalam produk pangan atau obat. Ketiga, perlu dilakukan studi perbandingan sistem NADES dengan berbagai rasio air dan jenis gula terhadap ekstraksi senyawa spesifik (misalnya kurkumin atau gingerol) dari masing-masing rimpang, untuk memahami selektivitas pelarut dan potensinya dalam isolasi senyawa aktif bernilai tinggi. Penelitian lanjutan ini dapat memperluas aplikasi NADES dalam industri hijau dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara optimal dan ramah lingkungan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi toksisitas dan biodegradabilitas berbagai formulasi NADES yang digunakan agar aspek keamanan lingkungan dan manusia terjamin dalam skala produksi besar. Studi tentang pemanfaatan limbah rimpang setelah ekstraksi juga patut dikembangkan untuk mendukung prinsip ekonomi sirkular. Penelitian yang menguji kombinasi NADES dengan teknik pemisahan lanjutan seperti membran atau adsorpsi dapat meningkatkan kemurnian ekstrak secara efisien. Kajian ekonomi proses ekstraksi berbasis NADES dibandingkan metode konvensional juga penting untuk menilai kelayakan komersialisasi. Dengan pendekatan multidisiplin, penelitian dapat mengarah pada pengembangan prototipe proses ekstraksi hijau yang sesuai untuk industri skala menengah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk alami lokal, tetapi juga mendukung inovasi berkelanjutan di bidang kimia hijau.
- Physicochemical Properties of Choline Chloride-Based Natural Deep Eutectic Solvents (NaDES) and Their... mdpi.com/2071-1050/13/23/12981Physicochemical Properties of Choline Chloride Based Natural Deep Eutectic Solvents NaDES and Their mdpi 2071 1050 13 23 12981
- Natural Deep Eutectic Solvents in Extraction Process | Academic Journals and Conferences. natural deep... science2016.lp.edu.ua/chcht/natural-deep-eutectic-solvents-extraction-processNatural Deep Eutectic Solvents in Extraction Process Academic Journals and Conferences natural deep science2016 lp edu ua chcht natural deep eutectic solvents extraction process
- Past Issues » Chemical and Biochemical Engineering Quarterly. past issues chemical biochemical... doi.org/10.15255/CABEQ.2018.1454Past Issues A Chemical and Biochemical Engineering Quarterly past issues chemical biochemical doi 10 15255 CABEQ 2018 1454
- Natural Deep Eutectic Solvents (NADES): Phytochemical Extraction Performance Enhancer for Pharmaceutical... doi.org/10.3390/plants10102091Natural Deep Eutectic Solvents NADES Phytochemical Extraction Performance Enhancer for Pharmaceutical doi 10 3390 plants10102091
- Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1869/1/012035Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1869 1 012035
| File size | 488.97 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWAHAUNWAHA Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam pengolahan produk pangan dan desain grafis digital, yang berdampak pada meningkatnyaHasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam pengolahan produk pangan dan desain grafis digital, yang berdampak pada meningkatnya
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Formulasi terbaik diperoleh pada P2 (75% tepung kacang merah: 25% tepung kacang kedelai), menghasilkan rasa gurih, warna cokelat, aroma tidak langu, danFormulasi terbaik diperoleh pada P2 (75% tepung kacang merah: 25% tepung kacang kedelai), menghasilkan rasa gurih, warna cokelat, aroma tidak langu, dan
4141 Karakteristik kimia isolat protein meliputi kadar air 11.17% (bb), kadar abu 13. 5% (bk), kadar lemak 13.78% (bk), dan kadar protein 72.64% (bk). IsolatKarakteristik kimia isolat protein meliputi kadar air 11.17% (bb), kadar abu 13. 5% (bk), kadar lemak 13.78% (bk), dan kadar protein 72.64% (bk). Isolat
ABDIMASABDIMAS The curriculum that includes business management, marketing, and information technology has been proven to meet the specific needs of rural entrepreneurs.The curriculum that includes business management, marketing, and information technology has been proven to meet the specific needs of rural entrepreneurs.
ABDIMASABDIMAS Namun, setiap teknologi juga memiliki kekurangan, sehingga diperlukan pemahaman dan sinergi dari semua pihak untuk mengatasi tantangan terkait penggunaannya.Namun, setiap teknologi juga memiliki kekurangan, sehingga diperlukan pemahaman dan sinergi dari semua pihak untuk mengatasi tantangan terkait penggunaannya.
UPBUPB Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung pada penerapan teknologi pengolahan yang berbeda terhadap kualitas daun kelor. Hasil penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah pengamatan langsung pada penerapan teknologi pengolahan yang berbeda terhadap kualitas daun kelor. Hasil penelitian menunjukkan
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman pengertian sekolah berbasis kearifan lokal antara kepala sekolah, tim pengembang,Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman pengertian sekolah berbasis kearifan lokal antara kepala sekolah, tim pengembang,
UMGUMG Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi mengenai Respon Teknologi depurasi terhadap penurunan Kadar Timbal setelah penggelontoranManfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi mengenai Respon Teknologi depurasi terhadap penurunan Kadar Timbal setelah penggelontoran
Useful /
USMUSM Temuan ini memberikan dasar bagi perusahaan fast fashion dalam merumuskan strategi adaptif di era digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa daya saingTemuan ini memberikan dasar bagi perusahaan fast fashion dalam merumuskan strategi adaptif di era digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa daya saing
USMUSM Kursi ini penting dalam praktikum Ergonomi untuk menganalisis ukuran dan desain peralatan kerja yang nyaman. Dengan adanya Kursi Antopometri, diharapkanKursi ini penting dalam praktikum Ergonomi untuk menganalisis ukuran dan desain peralatan kerja yang nyaman. Dengan adanya Kursi Antopometri, diharapkan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Pengkajian gizi mengungkapkan masalah pada antropometri, nilai laboratorium, asupan, dan kebiasaan makan yang salah. 180 Kkal bentuk lunak diberikan secaraPengkajian gizi mengungkapkan masalah pada antropometri, nilai laboratorium, asupan, dan kebiasaan makan yang salah. 180 Kkal bentuk lunak diberikan secara
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59 ppm of calcium, and 46. 7 ppm of zinc. Meanwhile, per portion (50 g),10. The nutritional content per 100 g of P2 included 13.11 g of protein, 16,926.59 ppm of calcium, and 46. 7 ppm of zinc. Meanwhile, per portion (50 g),