USMUSM

Jurnal Pengembangan Rekayasa dan TeknologiJurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi

Fast fashion mengalami transformasi signifikan akibat digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen global. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing H&M melalui pendekatan SWOT–PEST untuk memahami posisi strategis perusahaan dalam industri yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan H&M, yaitu jangkauan global dan komitmen keberlanjutan, sementara kelemahan meliputi respons produksi yang kurang cepat dibandingkan pesaing ultra-fast fashion. Dari sisi PEST, faktor teknologi dan sosial menjadi penggerak utama perubahan, terutama pertumbuhan e-commerce dan tuntutan konsumen terhadap transparansi rantai pasok. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi strategi digital, optimasi supply chain, dan penguatan keberlanjutan merupakan peluang utama untuk peningkatan daya saing global. Temuan ini memberikan dasar bagi perusahaan fast fashion dalam merumuskan strategi adaptif di era digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa daya saing global H&M di era digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal, sekaligus menanggapi kelemahan serta ancaman yang muncul dari dinamika industri fast fashion.Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa reputasi merek yang kuat, jaringan toko global, dan portofolio brand yang luas memberikan fondasi penting bagi H&M dalam mempertahankan posisi pasar.Namun, ketergantungan pada vendor produksi, struktur organisasi yang lambat beradaptasi, serta tingginya biaya operasional menjadi hambatan utama yang harus segera diatasi.Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital—melalui optimasi e-commerce, penguatan omnichannel, dan percepatan proses produksi—merupakan strategi kunci untuk meningkatkan daya saing H&M.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah penelitian yang menjanjikan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak penerapan teknologi blockchain dalam meningkatkan transparansi rantai pasok H&M, sehingga dapat memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang berkelanjutan dan etis. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris pengaruh strategi omnichannel terhadap loyalitas pelanggan H&M di berbagai pasar geografis. Ketiga, studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana H&M dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular ke dalam model bisnisnya, termasuk desain produk yang lebih tahan lama, daur ulang tekstil, dan pengurangan limbah. Integrasi ketiga saran ini akan memungkinkan H&M untuk tidak hanya merespons perubahan pasar, tetapi juga memimpin dalam menciptakan model bisnis fast fashion yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada pelanggan, sehingga memperkuat daya saing global perusahaan di era digital yang dinamis.

  1. How Consumers’ Response on CSR Affects Brand Competitiveness in the Fast Fashion Industry——Case... doi.org/10.25236/ajbm.2022.040117How ConsumersAo Response on CSR Affects Brand Competitiveness in the Fast Fashion IndustryAiAiCase doi 10 25236 ajbm 2022 040117
  2. The Impact Of Green Marketing Campaign Towards H&M Indonesia Customers’ Purchase Decision:... doi.org/10.59141/jiss.v5i03.1054The Impact Of Green Marketing Campaign Towards H M Indonesia CustomersAo Purchase Decision doi 10 59141 jiss v5i03 1054
  3. An Integrated Framework for Digital Twin Implementation in Fashion Design: Synergistic Value Creation... dl.acm.org/doi/10.1145/3736426.3736462An Integrated Framework for Digital Twin Implementation in Fashion Design Synergistic Value Creation dl acm doi 10 1145 3736426 3736462
Read online
File size288.88 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test