UINMADURAUINMADURA

REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan TafsirREVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir

Semua aspek kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi, yang sangat penting. Komunikasi adalah suatu proses di mana pesan dikomunikasikan dan memiliki berbagai arti di antara dua orang. 35% komunikasi berasal dari komunikasi verbal dan 65% berasal dari komunikasi bahasa tubuh ketika dipresentasikan pada kegiatan sehari-hari. Ayat-ayat Al-Quran tentang komunikasi bahasa tubuh manusia untuk memperkuat rasa persaudaraan dikumpulkan dan dianalisis dalam penelitian ini. Jika kita melihat fakta sebenarnya komunikasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Bahkan sebelum manusia dapat menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi secara verbal, proses komunikasi sudah terjadi. Namun, seringkali, kendala-kendala menghambat komunikasi efektif. Ketidaksesuaian antara pesan verbal dan non-verbal dapat mengakibatkan ketidaklengkapan informasi dan menyebabkan pesan tidak dipahami dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan bahasa tubuh yang efektif, terutama bagi komunikator yang seringkali menyampaikan pesan secara langsung. Maka pada penelitian ini akan di paparkan terkait pentingnya komunikasi bahasa tubuh dari perspektif Al-Qur`an. Peneliti menggunakan model penelitian kualitatif dan melakukan penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber kepustakaan. Mereka juga menggunakan metode komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi menggunakan bahasa tubuh terdapat dalam Q.S. Abasa:1, Q.S. Al-Muṭaffifīn:30, Q.S. Al-Furqān:27, Q.S. Luqman:18-19, dan Q.S. Al-Māidah:83. Komunikasi bahasa tubuh terbagi menjadi lima kategori: mata, tangan, wajah, kaki, dan telinga. Menurut Ibnu Katsir dan Imam Qurtubi, mata yang mengeluarkan air mata menunjukkan kesedihan, jari-jari tangan yang menutup telinga menunjukkan ketakutan, jari-jari yang digigit menunjukkan penyesalan, wajah yang tersenyum menunjukkan kesenangan, wajah yang masam menunjukkan kemarahan, dan berjalan dengan sangat cepat tanpa alasan menunjukkan sombong.

Studi ini mengklasifikasikan komunikasi bahasa tubuh dalam Al-Quran ke dalam lima kategori.isyarat mata, tangan, telinga, wajah, dan kaki, berdasarkan ayat-ayat seperti Q.Abasa 1, Al-Muṭaffifīn 30, Al-Furqān 27, dan Luqman 18-19.Penafsiran Ibnu Kaṡīr dan Imam al-Qurṭubi menunjukkan bagaimana ayat-ayat ini mengindikasikan komunikasi non-verbal.Contohnya, kedua penafsir sepakat bahwa kedipan mata dapat menunjukkan penghinaan.

Penelitian ini telah membuka wawasan penting mengenai komunikasi bahasa tubuh dari perspektif Al-Quran melalui perbandingan tafsir Ibnu Katsir dan Imam Qurtubi. Untuk penelitian lanjutan, akan sangat menarik jika studi ini diperluas dengan menganalisis penafsiran tentang bahasa tubuh dari lebih banyak kitab tafsir, termasuk tafsir kontemporer atau tafsir yang berasal dari berbagai tradisi keilmuan Islam. Hal ini dapat mengungkapkan variasi pemahaman yang lebih kaya dan mendalam tentang pesan-pesan non-verbal dalam Al-Quran, serta bagaimana konteks zaman memengaruhi interpretasi tersebut. Selain itu, mengingat pentingnya komunikasi yang efektif dalam kehidupan sehari-hari yang ditekankan dalam pendahuluan, sebuah studi dapat mengeksplorasi implementasi praktis dari ajaran bahasa tubuh dalam Al-Quran ini. Misalnya, bagaimana nilai-nilai dan petunjuk dari ayat-ayat Al-Quran mengenai ekspresi wajah atau gestur dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal dan membangun rasa persaudaraan dalam masyarakat, baik dalam konteks edukasi maupun pelatihan komunikasi. Terakhir, sangat direkomendasikan untuk melakukan penelitian interdisipliner yang menggabungkan temuan dari studi tafsir ini dengan ilmu komunikasi modern atau psikologi. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: Sejauh mana interpretasi Al-Quran mengenai bahasa tubuh sejalan dengan teori-teori non-verbal kontemporer, dan apakah ada aspek unik dalam pandangan Islam yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang komunikasi tanpa kata-kata? Pendekatan ini akan menjembatani studi keagamaan dengan ilmu pengetahuan, menawarkan perspektif holistik mengenai peran bahasa tubuh.

Read online
File size749.81 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test