URBANGREENURBANGREEN
Health MediaHealth MediaBayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum masa gestasinya berakhir 37 minggu dan berat badannya kurang dari 2500 gram. Baby Incubator adalah sebuah wadah tertutup yang berfungsi untuk menghangatkan bayi dan kehangatannya dapat diatur sesuai temperature yang diinginkan. Baby Incubator menjaga suhu tubuh bayi berkisar dari 32℃ - 37℃ sedangkan kelembaban didalam Baby Incubator berkisar 50% RH – 60% RH. Temperatur serta kelembaban ini dapat berubah sesuai dengan kondisi di dalam tabung Baby Incubator. Pemanasan suhu terjadi karena heater telah aktif, sedangkan kelembabannya terjadi karena adanya air pada chamber. Apabila terjadi kekosongan air pada chamber akan memengaruhi kelembaban pada Baby Incubator dan itu berbahaya untuk bayi karena membuat bagian belakangnya terbakar akibat udara yang terlalu panas pada Baby Incubator. Untuk menghindari terjadinya udara panas yang berlebihan pada Baby Incubator perawat harus selalu memeriksa chamber pada Baby Incubator apakah airnya masih ada atau tidak, karena kelembaban pada Incubator harus stabil agar kondisinya tetap terjaga. Monitoring bak air dengan sistem water level dapat mendeteksi volume air pada chamber dan kemudian ditampilkan melalui display. Namun hal ini masih terdapat kekurangan karena jarak perawat dan Baby Incubator yang tidak selalu berdekatan membuat perawat tidak tahu apakah air dalam chamber telah habis atau tidak. Meskipun dilakukan pemeliharaan alat secara rutin, namun air dalam chamber tidak dapat dipastikan secara nyata kapan waktu habisnya. Ini disebabkan monitoring air pada alat Baby Incubator belum menerapkan teknologi internet serta monitoring waterlevel secara real time untuk memberikan informasi mengenai volume air pada chamber. Selain perlunya monitoring Water Level pada Chamber Baby Incubator, temperature tabung Inkubator serta kelembaban juga perlu dimonitoring secara real time. Karena temperatur dan kelembaban merupakan parameter utama dari Baby Incubator yang sangat berpengaruh pada alat. Apabila terjadi kesalahan pada monitoring suhu dan kelembaban dapat mengakibatkan terjadinya Overheat yang berdampak pada alas tidur bayi, dengan kemungkinan terlalu panas dan bisa menyebabkan bayi terbakar. Berdasarkan permasalahan mengenai pentingnya monitoring Temperatur serta Kelembaban dan juga Volume Bak air agar menghindari terjadinya overheat serta kekosongan pada chamber yang dapat mengakibatkan alas tidur bayi panas sehingga menimbulkan efek terbakar pada punggung bayi dari permasalahan tersebut dilakukan perancangan Prototype Baby Incubator dengan Sistem Monitoring Bak Air Berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk memonitoring volume air pada chamber, temperature serta kelembaban pada Baby Incubator. Selain itu Prototype Baby Incubator di implementasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT) agar memudahkan perawat untuk memonitor kondisi Baby Incubator.
Berdasarkan hasil pengujian dan validasi dari ahli media dan ahli materi, alat Prototype Baby Incubator dengan Sensor Waterlevel dilengkapi Monitoring Bak Air Berbasis IoT maka dapat disimpulkan bahwa prototype tersebut dapat dinyatakan memenuhi ketegori kelaikan Sangat Laik untuk diterapkan ataupun dilanjutkan ke tahap produksi massal sehingga dapat mempermudah dalam proses monitoring temperature, kelembaban, dan volume air pada alat Baby Incubator.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dikembangkan sistem monitoring yang lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi internet of things (IoT) untuk memantau kondisi bayi secara real-time. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara sistem monitoring berbasis IoT dengan sistem konvensional untuk menganalisis keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma kontrol suhu dan kelembaban yang lebih akurat dan efisien, serta mengintegrasikan sistem monitoring dengan sistem peringatan dini untuk mencegah terjadinya overheat atau kondisi berbahaya lainnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan bayi prematur dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan.
- Pengaruh Posisi Pronasi Pada Bayi Prematur Terhadap Perubahan Hemodinamik | Journal of Holistic Nursing... journal.unimma.ac.id/index.php/nursing/article/view/2663Pengaruh Posisi Pronasi Pada Bayi Prematur Terhadap Perubahan Hemodinamik Journal of Holistic Nursing journal unimma ac index php nursing article view 2663
- Rancang Bangun Alat Monitoring Suhu dan Kelembaban Pada Alat Baby Incubator Berbasis Internet Of Things... jurnalftijayabaya.ac.id/index.php/JTek/article/view/5Rancang Bangun Alat Monitoring Suhu dan Kelembaban Pada Alat Baby Incubator Berbasis Internet Of Things jurnalftijayabaya ac index php JTek article view 5
- CONTROL TEMPERATURE ON PLANT BABY INCUBATOR WITH FUZZY LOGIC | Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Industri,... doi.org/10.24176/simet.v7i1.514CONTROL TEMPERATURE ON PLANT BABY INCUBATOR WITH FUZZY LOGIC Simetris Jurnal Teknik Mesin Industri doi 10 24176 simet v7i1 514
| File size | 472.74 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UPERTISUPERTIS Penelitian dilakukan pada Januari–Juli 2024 dengan desain case control, menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 102 responden, yaituPenelitian dilakukan pada Januari–Juli 2024 dengan desain case control, menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 102 responden, yaitu
UWGMUWGM Metode Penelitian: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 60 ibu postpartum yang dibagi menjadi dua kelompok:Metode Penelitian: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 60 ibu postpartum yang dibagi menjadi dua kelompok:
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Terdapat pengaruh juga antara paritas dengan berat badan bayi baru lahir (p=0,003) dengan nilai OR 11,4. Di samping itu, ada pengaruh antara nilai Hb ibuTerdapat pengaruh juga antara paritas dengan berat badan bayi baru lahir (p=0,003) dengan nilai OR 11,4. Di samping itu, ada pengaruh antara nilai Hb ibu
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Persentase kematian neonatal pada BBLR pada tahun 2019 di Indonesia sebanyak 35,3%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadianPersentase kematian neonatal pada BBLR pada tahun 2019 di Indonesia sebanyak 35,3%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadian
CERICCERIC Sebagian besar perawat pelaksana memiliki persepsi baik terhadap budaya organisasi dan kinerjanya di ruang rawat inap, serta menunjukkan kinerja lebihSebagian besar perawat pelaksana memiliki persepsi baik terhadap budaya organisasi dan kinerjanya di ruang rawat inap, serta menunjukkan kinerja lebih
CERICCERIC Hal tersebut berdampak terhadap kualitas hidup anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor yang memengaruhi kualitas hidup anakHal tersebut berdampak terhadap kualitas hidup anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor yang memengaruhi kualitas hidup anak
CERICCERIC Hal ini akan berimplikasi pada penghematan biaya hospitalisasi akibat PKV. Framingham Risk Score 10 years dapat digunakan oleh kader untuk mendeteksi kelompokHal ini akan berimplikasi pada penghematan biaya hospitalisasi akibat PKV. Framingham Risk Score 10 years dapat digunakan oleh kader untuk mendeteksi kelompok
CERICCERIC Pijat merupakan terapi luar yang diandalkan dalam pengobatan berbagai penyakit namun belum banyak diketahui manfaatnya terhadap bayi baru lahir. TujuanPijat merupakan terapi luar yang diandalkan dalam pengobatan berbagai penyakit namun belum banyak diketahui manfaatnya terhadap bayi baru lahir. Tujuan
Useful /
STIKESEUBSTIKESEUB Kadar pektin pada kulit pisang kepok mentah (Musa acuminata x balbisiana Colla) dengan panjang gelombang maksimum 300 nm adalah 3,557%. Penelitian lebihKadar pektin pada kulit pisang kepok mentah (Musa acuminata x balbisiana Colla) dengan panjang gelombang maksimum 300 nm adalah 3,557%. Penelitian lebih
STIKESEUBSTIKESEUB Kemukus (Piper Cubeba L. F) merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai simplisia tanaman obat. Salah satu kandungan dari Kemukus (Piper Cubeba L. F) adalahKemukus (Piper Cubeba L. F) merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai simplisia tanaman obat. Salah satu kandungan dari Kemukus (Piper Cubeba L. F) adalah
STIKESEUBSTIKESEUB Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dekskriptif. Hasil Penelitian menyatakan bahwa pada Distribusi pasien hipertensi berdasarkanPenelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dekskriptif. Hasil Penelitian menyatakan bahwa pada Distribusi pasien hipertensi berdasarkan
POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL Berdasarkan hasil pengujian, pengamatan serta pengambilan data daripada sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IOT menunjukkan bahwa sistem dapatBerdasarkan hasil pengujian, pengamatan serta pengambilan data daripada sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IOT menunjukkan bahwa sistem dapat