IAINIAIN

Journal Of Biology EducationJournal Of Biology Education

Metode saintifik, atau yang juga dikenal sebagai pembelajaran saintifik, adalah teknik pembelajaran yang baik untuk kegiatan belajar mandiri selama pandemi ini. Pendekatan saintifik adalah strategi yang berfokus pada pendidikan anak agar mereka dapat belajar secara mandiri melalui tahap-tahap 5M (Observasi, Bertanya, Mengumpulkan Informasi, Memproses Informasi, dan Berkomunikasi) selama dan setelah Covid. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kemampuan 5M (kemampuan saintifik) siswa melalui pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik pada pembelajaran daring dan tatap muka di kelas XI IPA SMAN 1 Tembilahan Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 68 siswa XI IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode saintifik dalam pembelajaran pasca-Covid berada dalam kategori baik (77,94%). Jika dilihat dari setiap kemampuan, kemampuan observasi adalah 89,05% dalam kategori sangat baik, kemampuan bertanya adalah 66,89% dan kemampuan mengumpulkan informasi adalah 64,37% dalam kategori baik, serta kemampuan memproses informasi adalah 73,4% dalam kategori baik. Kemampuan komunikasi adalah 74,69% dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan saintifik (5M) siswa berada dalam kategori baik dengan persentase 75,07%.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan saintifik (5M) siswa berada dalam kategori baik dengan persentase 75,07%.dengan persentase untuk setiap kemampuan sebagai berikut.observasi (95%), bertanya (60%), mengumpulkan informasi (56,67%), memproses informasi (70%), dan berkomunikasi (68%).

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Mengembangkan model pembelajaran yang menggabungkan pendekatan saintifik dengan pembelajaran daring dan tatap muka, dengan mempertimbangkan tantangan dan hambatan yang dihadapi siswa dan guru dalam proses pembelajaran. (2) Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kemampuan saintifik siswa, khususnya dalam tahap-tahap observasi, bertanya, dan mengumpulkan informasi. (3) Meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, seperti keterlibatan siswa, kreativitas guru, dan dukungan sarana dan prasarana pembelajaran.

  1. The Impact of Covid19 Pandemic on Online Learning Process in the College at Southeast Sulawesi | JURNAL... doi.org/10.20473/jkl.v12i1si.2020.129-136The Impact of Covid19 Pandemic on Online Learning Process in the College at Southeast Sulawesi JURNAL doi 10 20473 jkl v12i1si 2020 129 136
  2. Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Tatap Muka dengan Sistem Bergilir Dibandingkan Pembelajaran Daring... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/527Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Tatap Muka dengan Sistem Bergilir Dibandingkan Pembelajaran Daring jipp unram ac index php jipp article view 527
Read online
File size370.05 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test